Karang Anyar, Bak Telaga Mempesona

Jernihnya Karang Anyar, tenangkan hati

Jernihnya Karang Anyar, tenangkan hati

Kalau ada tanggal merah di kalender, itu adalah hari yang membuat saya bingung, kemanakah saya harus menghabiskan hari libur ini? Banyak orang menggunakan hari libur untuk pergi rekreasi, sebagian orang menggunakannya untuk beristirahat karena lelah bekerja setiap hari. Sekelompok kecil menghabiskan hari liburnya dengan bekerja lembur,aku sendiri termasuk ketiga golongan itu. Wakwau…

Tidak kebetulan, sanak keluarga dari isteri berkunjung ke rumah saat hari libur kemarin. Ramai sekali, sampai dua mobil. Alhamdulillah, mereka menginap satu malam. Esoknya sebelum kembali pulang, mereka kami bawa dulu jalan-jalan ke tempat wisata di Siantar.

Karang Anyar, dari namanya itu adalah nama sebuah tempat di pulau Jawa sana, tapi di Pematang Siantar, nama Karang Anyar sudah tidak asing lagi karena menjadi nama sebuah tempat wisata Pemandian Alam.

Untuk menuju kesana sangatlah mudah, aktifkanlah GPS lewat ponsel pintarmu, lalu ketiklah tempat kamu berada dan ketiklah tempat tujuan kamu, yaitu Karang Anyar Simalungun, nanti akan muncul map
yang akan menuntunku kesana. He…he…

Itu beneran loh, saya awalnya tidak tahu dimana itu Pemandian Alam Karang Anyar, tapi berkat GPS di smartphone itu, saya dan saudara-saudara saya sampai juga disana, ada juga sih nanya-nanya warga sekedar untuk memastikan jalan yang dilalui itu benar atau tidak.

Bila ditempuh dari kota Medan menuju Pemandian Alam Karang Anyar Kec. Gunung Maligas Kabupaten Simalungun sekitar 128 Km atau kira-kira 2 Km setelah memasuki Kota Pematang Siantar. Jalan yang dilalui tergolong bagus karena sudah aspal, walau ada sedikit bolong disana-sini dan sedikit sempit namun untuk kendaraan roda empat tidak menjadi masalah berarti.

Sampai di gapura atau pos selamat datang kita akan dikenai retribusi masuk Rp2.500,-/orang. Dari gapura untuk sampai ke lokasi pemandian berjarak sekitar 300 M dan disana telah disediakan parkiran sepeda motor dan mobil. Untuk parkiran mobil dikenakan biaya Rp10.000,- sedangkan untuk sepeda motor Rp3.000,-

Selanjutnya kita tinggal menuruni anak tangga ke bawah dan langsung bisa melihat jernihnya air pemandian Karang Anyar. Disekitar pinggirannya kita bisa melihat deretan gubuk-gubuk yang tersedia
sebagai tempat bersantai, makan atau terserah lah mau ngapain. Mau jajan juga bisa karena ada warung-warung yang menjual makanan disana.

Karang Anyar, Mata Air yang masih bebas polusi

Karang Anyar, Mata Air yang masih bebas polusi

Gubuk-gubuk beratap terpal dan beralaskan tikar itu disewakan Rp50.000,- cukup untuk 10-15 orang. Ada juga kamar ganti yang perorang dikenakan Rp2.000,- bila sudah masuk kedalamnya.

Saya sempat ngobrol dengan nenek yang dipercaya sebagai penunggu gubuk-gubuk itu. Maksudnya menunggu bayarannya. Nenek itu sudah sejak tahun 1981 telah tinggal di Desa Karang Anyar ini, “Dahulu belum seperti sekarang ini, masih hutan yang ditumbuhi pohon-pohon besar,” katanya. Lalu warga berinisiatif mengelolanya dan kemudian pemerintah mengembangkan tempat itu menjadi lokasi wisata sampai sekarang ini.

Karang Anyar yang sejuk dan teduh

Karang Anyar yang sejuk dan teduh

Menurut saya, Pemandian Alam Karang Anyar menawarkan suasana yang sejuk dan indah. Airnya yang masih jernih membuat kita tidak ragu untuk mandi sepuasnya. Airnya yang mengalir namun dibeberapa ruas tampak tenang, seperti berendam dalam telaga indah, apalagi banyaknya pohon yang tumbuh disekitar tempat itu menjadikan pemandian alam ini teduh.

Karang Anyar, airnya yang mengalir membawa lelah pergi jauh

Karang Anyar, airnya yang mengalir membawa lelah pergi jauh

Tempat pemandian Karang Anyar ini cocok untuk segala usia, karena tidak berbahaya baik dari kedalamannya, dasar air yang tidak berlumpur dan tidak ada tampak kotoran orang yang hanyut. He… he…

Karang Anyar, lunturkan daki :)

Karang Anyar, lunturkan daki🙂

Begitupun, ada yang sedikit mengecewakan saya. Baik Pengelola pemandian alam Karang Anyar maupun pengunjung masih suka membuang sampah sisa makanan dan bungkusnya ke aliran air pemandian itu
sehingga kejernihannya sedikit ternoda. Saya tidak menemukan adanya semacam papan peringatan jangan membuang sampah ke air atau ada tempat sampah yang disediakan khusus di setiap gubuk. Barangkali ini bisa menjadi masukan buat pihak pengelola termasuk pemerintah daerah setempat agar lebih menjaga kebersihan dan kelestarian keindahan pemandian Alam Karang Anyar.

Tidak terasa hari sudah sore dan saya harus beranjak pulang dari Karang Anyar untuk kembali lagi ke kota Tebing Tinggi. Tidak lupa saya bawa oleh-oleh dari Karang Anyar berupa… Baju dan celana
basah!!!

Selamat Jalan Karang Anyar, semoga Kejernihanmu tak pernah pudar

Selamat Jalan Karang Anyar, semoga Kejernihanmu tak pernah pudar

Ah, ternyata Karang Anyar tidak punya pernak-pernik yang bisa diperkenalkan ke pembaca selain foto-foto. He…he…

Satu Tanggapan

  1. Nice narration and pictures!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: