Berenang Siang

Kapan terakhir kali kamu berenang? Apakah kamu berenang tidak pakai baju? atau pake singlet supaya perutmu yang tumpah itu tidak kelihatan? Kapan terakhir kali kamu pergi ke kolam renang? Apakah makhluk aquarius selalu pandai berenang? Ini pe-er ya… kerjakan di blog masing-masing.

Hari sabtu sekira pukul sembilan lewat sekian, tiba-tiba istri mengajak pergi berenang. Entah mengapa ia tiba-tiba kepingin berenang, karena saya melihat kesungguhan diwajahnya, saya mengiyakan saja. Hitung-hitung mengisi waktu libur.

Sasaran untuk berenang hari itu adalah kolam renang Bayu Lagoon. Bayu Lagoon sendiri merupakan sebuah nama resto yang memiliki kolam renang. Kami memilih tempat itu karena kami tidak tahu lagi dimana kolam renang yang lebih bagus dari kolam renang Bayu Lagoon. He… He…

Untuk menghilangkan kesan bulan madu, istri mengajak anak tetangga yang kira-kira berusia 5 tahun untuk ikut serta, awalnya si Nazli malu-malu, lama-lama mau ikut juga. Dengan mengendarai sepeda motor sampailah kami di Bayu Lagoon dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, eh, ada sih yang kurang. Plastik kresek untuk tempat pakaian basah lupa dibawa.

Untuk mandi di kolam renang Bayu Lagoon itu, kamu harus

Berenang di Bayuu Lagoon, siang bolong sunyi kolamnya, serasa milik sendiri

Berenang di Bayuu Lagoon, siang bolong sunyi kolamnya, serasa milik sendiri

bayar 10ribu rupiah, kalau kamu bisa berubah menjadi anak kecil, kamu cukup bayar 5ribu saja. Bisa juga gratis kalau sebelumnya kamu sudah makan di restonya.

Suasananya saat itu tidak begitu ramai, mungkin karena masih pagi. Jadilah saya bebas berenang kesana kemari sendirian di kolam renang dewasa. Istri saya berada di kolam renang yang biasanya banyak dipakai anak-anak dan ibu-ibu untuk membawa Nazli bermain prosotan.

Boleh dibilang saya tidak pandai berenang, gerakan renang yang saya bisa hanya gaya bebas, itu pun saya harus cepat-cepat menggapai sisi kolam supaya tidak tenggelam. Hehe… Payah. Saya sudah coba untuk berenang dengan gaya dada, minta diajarin sama istri. Dia mempraktekkan dan saya memplototin, lalu gantian saya mempraktekkan dan kemudian tenggelam. Istri saya bilang gerakan kaki saya salah. Saya tidak menyerah, saya terus mencoba dan mencoba. Karena gerakan tangan dan kaki saya tidak juga bisa sinkron, akhirnya saya memutuskan belajar gaya dada dengan belajar gerakan kaki terlebih dahulu. Hasilnya, saya tetap gagal. Memang kalau sudah tua, belajar itu seperti mengukir di atas air.

Sayang sekali dulu waktu masih kecil tidak pernah belajar berenang, tinggal di perkebunan PTPN III Afdeling V Damuli tidak ada sungai besar, yang ada hanya sungai-sungai kecil yang dalamnya hanya sebetis orang dewasa. Di sekolah pun tidak pernah ada pelajaran ekstrakurikuler berenang seperti anak sekarang. Akhirnya cita-cita masa kecil untuk menjadi ABRI (sekarang TNI) pupus karena tidak bisa berenang.

Matahari sudah diubun-ubun, kolam renang dewasa hanya dihuni dua orang, saya dan istri. Asyik sih sebenarnya, bebas belajar berenang tanpa malu-malu. Biar terminum airnya, masuk ke telinga, masuk ke hidung sampai denyut ke ubun-ubun tak bakal ada yang tau.

Berenang itu asyik, walau bagi yang tidak pandai berenang sekalipun. Anggap saja mandi. Walau berenang dan mandi itu sedikit ada bedanya. Mandi belum tentu berenang, tetapi berenang sudah pasti mandi. Mandi tidak harus pakai sabun dan gayung kan, tapi harus pake kembang. Itu kalo kamu mau mandi kembang :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: