Sepak Bola adalah Gencatan Senjata

Timnas U-22 Indonesia Juara di final Piala AFF 2019

Tanggal 26/02/2019 menjadi hari bersejarah bagi dunia olahraga sepakbola Indonesia karena timnas U-22 berhasil merangkai impian pecinta sepakbola yang haus akan prestasi menjadi juara piala AFF U-22 di Phnom Penh, Kamboja setelah menaklukkan Thailand sang musuh bebuyutan dengan skor 2-1.

Kemenangan ini tentunya menjadi angin sepoi-sepoi bagi seluruh rakyat Indonesia yang saban hari kepanasan karena membaca medsos, berita online, televisi yang selalu menyajikan kegaduhan antara pendukung Jokowi dan Prabowo.

Sungguh kita ini sebenarnya butuh hiburan untuk menetralisir

Baca lebih lanjut

Pudarnya Pesona Raja Eropa

Kecewa pastinya bagi madridista melihat papan skor terpampang angka 5 – 1. Artinya Barcelona menggasak Real Madrid 5 kali dan Madrid hanya dapat membalas satu kali. Madrid dihukum serangan balik mematikan dengan meninggalkan lubang pertahanan yang hanya diisi satu dua bek saja.

Madrid yang pada awalnya ketinggalan 2-1 berusaha mengejar ketertinggalannya dan akibat keasyikan menyerang alih-alih meninggalkan pertahanan yang membuat Cortuis menjadi bulan-bulanan gol Suarez (3 gol), Coutinho dan Si botak Vidal.

Ini menjadi rapor merah pelatih Lapotegui yang untuk ke – 5 kalinya racikan taktiknya terus memanen kekalahan. Desas-desus pemecatannya yang terdengar sejak kekalahan melawan Levante nampaknya bakal menjadi kenyataan.

Krisis yang dialami Madrid

Baca lebih lanjut

Tinju

image

Bah, menang pulak si Mayweather ini betinju sama si Pacman. Kok bisa ya, padahal sepanjang pertandingan dia asik belari kincah kirap kesana-kemari menghindari pukulan si Pacman. Sesekalinya dia mukul, itu pun banyakan tak kenaknya. Apa ada kecurangan sama juri, tak taulah awak. Awak cuma menonton langsung dari tipi nya, itu pun tak full karena menyambil main internet ataupun terkencing ke kamar mandi.

Sebenarnya bisa nya kita tengok dari slow motion yang ditayangkan setiap jeda ronde. Tapi tipi Indonesia ni kalo menayangkan tinju asik iklaaan aja yang ditonjolkan. Entah iklan apa ajalah, sampe layar tipi pun bisa tiba-tiba berubah jadi kecil karena si iklan harus nongol di tengah pertandingan. Iklan ini tak hanya di pertandingan tinju aja nya, di pertandingan sepak bola yang tayang di tipi pun gitu jugak. Akhirnya, tak bisa lah tetengok slow motionnya. Entah pukulan siapa yang kenak, entah siapa yang meleset. Tapi sepanjang pertandingan

Baca lebih lanjut

Berenang Siang

Kapan terakhir kali kamu berenang? Apakah kamu berenang tidak pakai baju? atau pake singlet supaya perutmu yang tumpah itu tidak kelihatan? Kapan terakhir kali kamu pergi ke kolam renang? Apakah makhluk aquarius selalu pandai berenang? Ini pe-er ya… kerjakan di blog masing-masing.

Hari sabtu sekira pukul sembilan lewat sekian, tiba-tiba istri mengajak pergi berenang. Entah mengapa ia tiba-tiba kepingin berenang, karena saya melihat kesungguhan diwajahnya, saya mengiyakan saja. Hitung-hitung mengisi waktu libur.

Sasaran untuk berenang hari itu adalah kolam renang Bayu Lagoon. Bayu Lagoon sendiri merupakan sebuah nama resto yang memiliki kolam renang. Kami memilih tempat itu karena kami tidak tahu lagi dimana kolam renang yang lebih bagus dari kolam renang Bayu Lagoon. He… He…

Untuk menghilangkan kesan bulan madu, istri mengajak anak tetangga yang kira-kira berusia 5 tahun untuk ikut serta, awalnya si Nazli malu-malu, lama-lama mau ikut juga. Dengan mengendarai sepeda motor sampailah kami di Bayu Lagoon dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, eh, ada sih yang kurang. Plastik kresek untuk tempat pakaian basah lupa dibawa.

Untuk mandi di kolam renang Bayu Lagoon itu, kamu harus Baca lebih lanjut

Nggak Nonton Malah Menang

adu argumenKadang-kadang keyakinan berbanding terbalik dengan kenyataan. Misalnya kamu yakin kamu akan melakukan sesuatu yang kamu senangi hari ini, eh tau tau ada sesuatu yang bikin kamu batal melakukannya. Takdir.

Yah begitulah, padahal awalnya aku udah yakin sekali bakal nonton pertandingan el clasico di Camp Nou dini hari (21/4) jam 01.00 wib. Alarm di hp pun udah diaktifkan agar pukul 01.00 wib nanti dia bisa menjerit-jerit membangunkan. Aku pun bersiap tidur dulu agar pas nonton nanti kondisi benar-benar fit gak sambil nahan kantuk, saat itu masih pukul 23.35 wib.

Pukul 00.00 wib, abangku membuka pintu kamar, bangunin sekaligus nanya jam berapa kick off dimulai antara Barcelona vs Real Madrid. “Jam satu maennya bang,” jawabku teler. Dia pun menutup kembali pintu kamarku

#####

Pintu kamar dibuka lagi, abang bangunin untuk kali kedua pada waktu yang tidak tepat. TELAT DUA JAM! Udah pukul 3 dini hari, aku langsung lompat dari tempat tidur dan nyetel tv one. Ouw… pertandingan tinggal menyisakan waktu 4 detik  lagi di babak kedua.

Wadoohh, benar-benar kecewa. Sebagai madridista sejati gak nonton el clasico adalah sebuah keajaiban alias musibah. Pertandingan dengan tensi tinggi yang dialami pemain sekaligus penonton, belum lagi tensi menghadapi sms dari Baca lebih lanjut

Hanya Keberuntungan

Sebagai pekerja kantoran, pergerakan tubuh tentu lebih sedikit dibandingkan dengan pekerja lapangan. Kalo di kantor, pekerjaan banyak dilakukan sambil duduk. Paling yang bergerak cuma jari-jemari (ngetik), kepala (celingak-celinguk liat bos) dan bibir (ngoceh sama temen di samping).

Untungnya setiap seminggu sekali kantor punya menu spesial, main futsal yang dimainkan setiap malam rabu. Salah satu cabor ini memang jadi pilihan karena sangat gampang dimainkan oleh seluruh kaum adam di kantor. Kan tinggal nyepak doank… yah, minimal cukuplah membakar sedikit lemak yang ada di tubuh. Yang gak punya lemak ya makin menonjol aja tulang belulangnya.

Namun minggu lalu, cabor yang dimainkan bertambah satu. Bulutangkis. Sayangnya letak lapangannya begitu jauh dari kantor dan mainnya di ruang tertutup, berbeda 180° dengan futsal. Aku saat itu turut bermain, dengan raket pinjaman dan main tanpa sepatu, akibatnya setelah bermain, kaki ini rasanya pegel gak karuan. Lebih parah sakitnya dibandingkan dengan main futsal. Kalo dipikir-pikir aneh juga, permainan badminton yang menggunakan kekuatan tangan tapi nyeri sendi-sendi yang dialami dominannya di kaki. Kata temen, itu akibat main tanpa pake sepatu. Ntah iya ntah betul.

Eh, tapi gak cuma itu dink, Baca lebih lanjut

Gak Jelas, Bingung, Entah Apa Lah

Uh… Capek.
Perjalanan dari Tebing Tinggi ke Lubuk Pakam dengan mengendarai sepeda motor ternyata cukup membuat tanganku pegel. Belum lagi asap kendaraan yang masuk kedalam lobang hidungku ini entah berapa banyak. Tapi alhamdulillah udah nyampe dengan selamat.

Hampir lupa, hari ini ternyata ada jadwal jadi supporter tim sepakbola BPD Sumut di GOR USU. Nonton nggak ya?

“HARUSS!! Tapi kalo kau mau hari senin di sidang ya gak usah datang” kata kawanku. Itu artinya ya wajib datang. Tapi sungguh malasnya nonton, kok gak ikutan main aja sekalian ya. Duh, GOR pun gak tau dimana… Cabut!!