Tentang sebuah Rumah Sakit

image

Cairan infus

Cuaca di luar sangat panas. Tapi saya merasa kedinginan. Karena saya berada dalam ruangan ber AC, yaitu di dalam kamar sebuah rumah sakit. Nama kamarnya Catelia 1.

Bukan saya yang sakit, melainkan isteri, dari informasi yang kudapatkan dengan bertanya pada pegawai administrasi. Penyakit yang bersemayam di tubuhnya bernama Colic Abdomen. Yaitu suatu penyakit

yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kataku. Tapi bisa dijelaskan sama mbah google.

Rumah sakit ini memiliki dua lantai. Lantai 1 terdapat ruang UGD, ruang operasi, ruang administrasi, dapur dan anak tangga menuju lantai 2. Sedangkan di lantai 2 terdapat anak tangga menuju lantai 1 dan mushola. Kesamaan antara lantai 1 dan 2 adalah Sama-sama berisi kamar untuk pasien rawat inap.

Di rumah sakit ini, setiap kamar rawat inap memiliki nama yang diambil dari nama bunga. Seperti Anggrek, Melati, Catelia dan Aster. Karena kamarnya banyak harusnya nama bunganya juga banyak. Maka dibuatlah Melati 1, Melati 2 sampai Melati 6. Itu artinya ada 6 kamar Melati. Begitu juga dengan Catania, Aster dan Anggrek mengalami nasib yang sama.

Mengapa tidak dibuat saja nama bunga yang berbeda di setiap kamar? Tentu saja itu bukan urusan saya untuk menanyakannya.

Sudah dua hari ini saya menginap di rumah sakit dan dua hari juga sudah tidak masuk kerja karena harus masuk rumah sakit. Menemani istri yang sakit. Semoga saja istri cepat sembuh, lalu bisa tidur di rumah dan bisa masuk kerja lagi.

Tidur di rumah sakit itu tidaklah nyaman. Walaupun di kamar VIP atau super VIP, sulit untuk menjaga privasi. Mau tidak mau akan selalu ada orang yang akan memasuki kamar dan tidak mungkin untuk tidak mengizinkannya. Mereka adalah dokter yang melakukan pemeriksaan pada pasien, dengan membawa dua pengawal berbaju putih sambil membawa berkas-berkas berisi catatan para pasien. Kemudian ada petugas cleaning service penyapu dan pengepel lantai. Kemudian ada petugas pengutip sampah. Kemudian ada petugas pengantar makanan dari pagi, siang dan malam. Kemudian ada penjual makanan bila kamu memesan makanan. Dan selanjutnya ada perawat yang masuk untuk mengganti infus.

Di luar masih panas dan saya masih merasa dingin karena saya masih di dalam kamar. Tidak kemana-mana kecuali ke kamar mandi atau ke luar kamar untuk memanggil perawat bila aliran infus lagi mampet.

Saya pengen tidur sebenarnya, tapi saya kuatir ada yang masuk dan tidur saya buyar lagi.

Bagaimana ya cara mengisi kekosongan waktu seperti ini? Bagaimana kalau kita main tebak-tebakan. Oke setuju ya. Pertanyaannya sangatlah mudah. Apakah nama rumah sakit yang saya ceritakan di sini? Agar lebih gampang, saya beri satu clue.  Nama rumah sakit ini mirip dengan nama salah satu penyakit pada pria di daerah bawah perut. Hayo apa cobak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: