Mengapa Harus 1 Juni?

saya indonesia

Saya Indonesia Saya Pancasila

Kalau boleh jujur. Saya termasuk yang agak geli akan kemunculan tagar Saya Indonesia Saya Pancasila. Awalnya kata ini dipopulerkan Presiden Jokowi dalam pidatonya memperingati hari lahirnya pancasila. Lalu kemudian kata itu membanjiri media sosial dengan gambar profile picture siapa saja yang disandingkan dengan ikon #PekanPancasila berlatar merah putih. Beberapa teman juga latah untuk membuat PP semacam itu. Tentu saja dengan meletakkan foto dirinya yang paling menarik.

Saya tidak akan membahasnya dari segi bahasa sebagaimana beberapa pakar menyebut bahwa kalimat itu kurang sesuai, akan lebih tepat bila dirubah menjadi Saya Pancasilais. Kalimat Saya Pancasila akan dapat diselewengkan semisal “Saya Indonesia Saya Pancasila. Siapa yang menghina saya itu sama artinya menghina pancasila.” Kan bisa saja dibuat demikian. Eh, jadi kebahas.

Tanggal 1 juni dijadikan hari libur nasional oleh pemerintah Baca lebih lanjut

Iklan

Bumerang yang Baik

Aku ingin berbagi tentang setitik pengalaman hidup. Tentang usaha menggapai cita. Jika perjalanan hidupku seumpama berada dalam labirin, maka aku perlu usaha untuk sukses menuju pintu keluar. Dimana di tengah perjalanan, ada mungkin hal selama ini yang kita anggap kecil ternyata memiliki pengaruh besar menggenapi mimpi.

Kehidupan dengan jalan yang terjal ku mulai ketika mengawali kuliah di tahun 2001. Aku bukanlah seorang mahasiswa dari keluarga golongan “the havest” yang bisa memilih kuliah di lembaga pendidikan ternama dengan uang kuliah jutaan persemester. Rasa pesimis telah menderaku ketika menerima ijazah SMA. Apakah aku bisa melanjutkan studi ke tingkat Strata 1? Dari mana biaya kuliah dan biaya hidup tinggal di kota? Pertanyaan yang tidak bisa kujawab saat itu.

Baca lebih lanjut

Sampah Serapah

Itu adalah pagi yang agak mendung. Matahari entah dimana, mungkin masih berselimut awan. Namun kurasakan pagi ini begitu indah, tidak panas dan hawa dinginnya membuat segar.

Kupacu keretaku menyusuri jalanan yang sudah ramai orang-orang bekerja membersihkan parit. Sepertinya mereka dari lembaga atau dinas tertentu kalau kulihat dari seragamnya yang mirip semua berbalut training. Ada yang memegang cangkul, mencabut rumput, menebang tumbuhan liar di pinggir jalan, membersihkan parit dan ada yang berfoto, mengabadikan momen kerja gotong royong yang sudah semakin langka.

Dulu dikenal sebutan jumat bersih. Tapi ini bukan hari jumat. Ini adalah hari minggu. Apakah sekarang sudah diganti menjadi minggu bersih?

Saat melewati lapangan yang terletak di tengah kota Tebing Tinggi. Kulihat baliho besar dengan tulisan yang juga besar-besar. Tertulis “MEMPERINGATI HARI SAMPAH NASIONAL, 21 FEBRUARI 2016. Oh, jadi ini hari sampah. Enak ya sampah punya hari. Pasti sampah senang sekali hari ini mereka berulang tahun dan merayakannya. Menyanyikan selamat ulang tahun dan terus terbakar sendiri dan pindah sendiri ke tempat sampah. Baca lebih lanjut

Kala Anak Band Mendapatkan Hidayah

Jika kamu pencinta musik Indonesia, mungkin kamu tidak asing dengan nama grup band seperti Sheila on 7, Matta Band dan Nineball. Ketiga grup band itu telah menetaskan lagu yang easy listening dan memiliki banyak penggemar di seantero Indonesia. Nah, itu tadi bandnya, bagaimana dengan salah satu personel dari setiap band itu ternyata memberi cerita lain bagaimana dunia musik yang selama ini mereka jalani membuka jalan lain untuk mengenal dunia lain, dunia yang membawa mereka lebih mencintai Allah dan Rasulnya. Paling tidak itulah yang terbersit dari apa yang saya saksikan di acara salah satu televisi swasta nasional pada tanggal 21/06/2015.

Sunu saat sebelum dan sesudah Hijrah

Sunu saat sebelum dan sesudah Hijrah

Sunu (Matta Band), Sakti (ex Sheila on 7) dan Ray (Nineball) adalah pemusik yang kini lebih banyak mendedikasikan dirinya di jalan agama. Secara lahiriyah, perubahan itu nampak dari tampilan gaya dan pakaian mereka yang jauh dari kesan sebagai anak band. Mereka nampak lebih santun dalam berbicara, lebih banyak menundukkan pandangan, memelihara jenggot dan berpakaian gamis. Saya sering melihat tampilan seperti mereka yang biasa dikenal dengan istilah Jamaah Tabligh, yaitu sekelompok orang yang memilih jalan dakwah, mengingatkan sesamanya dan menghidupkan sunnah nabi. Terlepas Baca lebih lanjut

Mimpi Buruk

Ketika tidur kita akan mengalami peristiwa yang aneh, mimpi. Ada mimpi indah dan ada mimpi buruk. Kita tidak dapat memilih antara keduanya ketika hendak tidur bahkan ketika tidur. Namun kita bisa mencegah mimpi buruk datang, yaitu dengan cara tidak tidur.

Mimpi buruk katanya tidak boleh diceritakan. Mimpi indah barulah boleh. Kalau saya malah sering lupa. Kecuali mimpi buruk yang membuat sampai terjaga biasanya akan selalu teringat. Seandainya aja kita bisa mengatur mau mimpi apa malam ini, tentu kita akan selalu mengarang mimpi-mimpi yang indah. Mau mimpiin artis idola, orang yang kita suka atau mimpiin kota-kota atau tempat favorit yang belum pernah dikunjungi. Terserah apa saja dan kita pun menikmatinya di alam mimpi.

Mimpi terkadang menyimpan rahasia kehidupan yang ada hubungannya dengan masa depan. Jika engkau ingat mimpimu, catatlah agar esok dan seterusnya engkau masih tetap mengingatnya, maknailah mimpi yang engkau alami itu karena pada suatu hari kamu akan mengalami sebuah kejadian yang ada hubungannya dengan mimpi itu. Kamu akan mengatakan “Sepertinya ini ada hubungannya dengan mimpi kemarin.”

Saya pernah mengalami mimpi yang sepertinya Baca lebih lanjut

Sahabat Dunia Akhirat

Sahabat itu adalah teman, teman belum tentu sahabat. Sahabat itu adalah sisi kita yang lain. Itu kenapa ada pepatah Islam, jika ingin mengetahui seseorang, lihat siapa sahabatnya. Karena kita dan sahabat boleh dikata seperti cermin yang selalu menampilkan siapa kita sebenarnya.

Mencari teman itu gampang, tapi mencari sahabat itu sulit. Tentu saja sulit mencari orang yang tidak mau berbasa basi, yang mau menyampaikan kekurangan kita, mengkritik kita, menyampaikan sesuatu yang benar dan memperbaiki kesalahan kita, turut merasakan apa yang kita rasakan (empati), saat kita bersedih ia akan hadir memberikan semangat, saat kita senang dia turut berbahagia.Ketika ada seseorang yang bisa melakukan hal semacam itu, maka ia telah menjadi sahabat kita.

Sahabat tentu saja tidak harus seagama bila persahabatan itu semata urusan duniawi. Namun bagaimana kita bisa melangkah dengan bijak dan tetap pada aturan ilahiyah dalam bekerja atau beraktivitas, maka kita tidak hanya membutuhkan sahabat yang seagama, namun juga sahabat yang punya ilmu agama, cukup itu saja? Tidak, karena jika punya ilmu agama tetapi tidak melaksanakannya, maka kita akan terpercik api kemunafikan darinya.

Sadar atau tidak, langkah yang kita ambil atau keputusan yang kita buat sedikit banyak dipengaruhi sahabat kita. Bila bersahabat dengan tukang las, maka engkau bau asap, bersahabat dengan penjual parfum, niscaya engkau pun ikut menjadi harum. Maka pemilihan sahabat itu lebih penting dari pada memilih presiden, salah memilih presiden menyesalnya sampai 5 tahun, itu pun kalau tidak keduluan dilengserkan, namun salah memilih sahabat bisa salah tujuan, tak selamat badan keseberang.

Apakah sahabat bisa tak bersahabat atau terputus? Bisa saja apabila Baca lebih lanjut

Sentimen Pasar Properti di Asia

Jika ada yang bertanya mana yang dipilih lebih dahulu, menikah atau punya rumah? Bingung ya? Mau jawab menikah dulu, eh… calonnya belum ada. Mau dijawab punya rumah dulu, eh… Duitnya yang nggak ada. Pasti sedih sekali yang belum punya dua-duanya. Tetapi lebih sedih lagi yang punya dua-duanya belum nikah juga.

Ngomong-ngomong soal rumah, rumah menjadi objek bisnis dan dianggap hampir menjadi kebutuhan primer. Tidak jarang ditemui di sudut-sudut jalan dijumpai spanduk-spanduk penawaran rumah, sampai iklan-iklan di koran dan televisi yang menawarkan hunian dari yang sederhana sampai yang mewah. Bisnis properti memang lagi booming saat ini bak kacang goreng apalagi adanya program pemerintah yang menyediakan kredit rumah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Artinya, bagi masyarakat yang penghasilannya di bawah 2,5 – 3 juta sudah dapat memiliki rumah dengan sistem kredit di bank-bank yang ikut dalam program program pemerintah tersebut dengan bunga rendah dan flat.

Maraknya bisnis properti ini menjadikan sebagian masyarakat yang tadinya membeli rumah dengan tujuan untuk dihuni sendiri mulai melirik rumah sebagai investasi jangka panjang. Bagi pengembang, ini menjadi angin segar besarnya keuntungan yang mereka dapatkan, namun di sisi lain, banyaknya permintaan membuat harga rumah semakin mahal. Saat ini saja, harga rumah di Indonesia meningkat naik 30%.

Situs blog.rumah123.com mempublikasikan hasil survey yang diambil dari beberapa negara di Asia terkait dengan kebijakan pemerintah dan perilaku masyarakat terhadap kebutuhan akan properti/rumah serta mengukur pendapat dari ribuan konsumen di negara-negara tersebut.

Andy Roberts, General Manager Rumah123.com

Andy Roberts, General Manager Rumah123.com

Survei menyertakan hampir 30.000 responden, mayoritas berusia antara 26 dan 50 tahun. Responden survei sebagian besar terdiri dari eksekutif / manajerial dan profesional dan didasarkan pada pendapatan tahunan mereka. Sebagian besar responden termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah dan menengah sebagaimana survei sebelumnya.

Temuan-temuan utama

“Temuan survei menunjukkan persentase yang tinggi pada pembeli rumah pertama khususnya di Malaysia, Indonesia dan Singapura. Faktor yang mereka pertimbangan ketika memutuskan untuk membeli properti pun telah berubah, dengan lokasi lebih diutamakan dibandingkan harga, yang tidak terjadi pada enam bulan lalu. Di Malaysia, Indonesia dan Hong Kong motivasi utama responden untuk membeli properti adalah untuk memiliki rumah sendiri, sementara Singapura termotivasi oleh investasi jangka panjang, “ kata Chief Executive Officer iProperty Group, Shaun Di Gregorio.

Namun, Baca lebih lanjut