Susah Belok

Menjadi suami yang pengertian itu susah susah gampang. Artinya susahnya itu dua kali lebih banyak dari gampangnya. “Pengertian” disini maksudnya pengertian sama isteri sendiri lo…

Kata meme meme yang tersebar di dunia maya. Isteri itu ingin dimengerti. Sikapnya yang sering berubah-ubah, bukan kulitnya ya dan suka bilang terserah itu lah yang kadang dapat menjerumuskan suami ke wilayah konflik dan perang dingin. Hehe…

Namun bagi suami yang bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa pedih semacam itu. Kebiasan isteri seperti itu akan dapat dihadapi dengan tenang dan bijaksana asal dapat mengulik sebab musababnya.

Baca lebih lanjut

Di Ramadan…

I. Seminggu awal ramadan, suasana malam yang biasa saja berubah menjadi malam yang wonderful, beautiful dan peaceful. Lihatlah, di malam itu semua mesjid full. Jamaah berjajar rapi hingga kepelataran mesjid, melaksanakan solat fardu isya dan qiyamul lail.

Giroh anak remaja, bapak yang membawa anaknya, suami bersama istrinya berbondong-bondong memenuhi mesjid. Uang dari saku pun tak sayang mereka masukkan dalam kotak infak setiap malam. Berharap pahala berkali-kali lipat.

Namun menjelang berakhirnya ramadan, jamaah mulai menyusut. Tak lagi nampak jamaah berebutan saf dan tak ada lagi yang kebingungan memakai sandal saat hendak pulang. Sampai-sampai tuan marbot menghimbau lewat toa agar para warga muslim disekitar meramaikan kembali qiyamul lail di mesjid/musolla. Anak-anak muda tak nampak lagi batang hidungnya. Barisan saf seperti khusus buat lansia saja.

II. Di sore hari. Ramai orang menjual takzil, namun ada juga yang membagikannya gratis di lampu merah. Jiran tetangga saling berbalas makanan berbuka. Mesjid penuh dengan makanan untuk yang berbuka atau yang bertadarus. Semua orang seperti berubah menjadi dermawan. Ajaib.

Baca lebih lanjut

Movie: The Power of Love

Film the Power of Love yang diharapkan para pembenci aksi damai 212 tidak laku dipasaran dan berharap segera turun layar ternyata yang terjadi malah sebaliknya. Film ini mampu menyedot antusias masyarakat khususnya umat Islam untuk – sebagaimana tagar promosinya – memutihkan bioskop. Pada hari kedua penayangannya saja jumlah penonton sudah mencapai 152.607 orang

Walau banyak kampanye negatif dari pegiat medsos – satu misalnya denny siregar lewat akun twitternya yang saya printscreen,

Baca lebih lanjut

Minus Remaja Mesjid

Peringatan Isra Mi’raj di Komplek yang Digagas Emak-emak.

Libur resmi memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW telah berlalu. Namun peringatannya masih dilaksanakan baik melalui institusi pemerintahan, sekolah, mesjid, musolla hingga kelompok perwiridan. Pelaksanaannya dibuat dalam acara resmi yang umumnya mengundang ustadz untuk memberikan tausiyah seputar Isra Miraj walau kadang materinya juga di luar tema yang diperingati.

Di komplek tempatku tinggal, acara peringatan Isra Miraj digagas ibu-ibu perwiridan. Karena yang menggagas ibu-ibu, maka dalam setiap menu acaranya pastilah ada aksi ibu-ibu yang tampil, terkecuali penceramahnya, entah kenapa bukan ustadzah.

Jarang dan belum pernah aku menyaksikan pengisi ceramah peringatan Isra Miraj maupun Maulid Nabi itu adalah Ustadzah. Mungkin karena Ustadzah termasuk makhluk hidup yang langka, atau jika pun ada agak susah mentolerir seorang Ustadzah berdiri berjam-jam di atas podium atau pentas dan memberikan ceramah di penghujung malam, biasanya peringatan hari besar Islam dilakukan malam hari.

Dulu, ketika masa aku sekolah

Baca lebih lanjut

Morning Bus

Menikmati polusi udara pagi bagiku adalah hal yang biasa, karena setiap pagi aku sudah berada dalam mopen untuk menuju ke tempat kerja. Di dalam mopen aku bersama penumpang lain yang punya tujuan sama. Mereka berpakaian seragam dinas warna coklat, dan ada yang menyembunyikannya dibalik sweater. Barangkali untuk menjaga seragamnya dari debu atau kotoran lain yang mungkin bisa menodai seragamnya. Begitu pula yang aku lakukan. Namun bajuku lebih berisiko karena warnanya putih.

Penumpang perempuan pada umumnya lebih suka menggunakan masker. Menurut fungsinya, masker digunakan untuk melindungi pernafasan dari debu dan bau. Namun saat ini masker seakan menjadi tren tersendiri bagi orang-orang yang bepergian. Tren yang baik buat kesehatan sih. Tapi kalau digunakan di dalam mopen, nampaknya hanya untuk kamuflase atau berfungsi lain. Tidur akan lebih nyaman dan lebih percaya diri karena tidak kuatir ilernya menetes dan menganak sungai.

Ketika aku berada didalam mopen, sesekali aku memperhatikan ninja-ninja yang sedang terlelap. Kuperhatikan motif maskernya. Ada yang polos, berwarna-warni dan ada juga yang bermotif tokoh kartun kayak Doraemon atau Spongebob. Masker kartun Upin Ipin ada nggak ya? Harusnya sih ada.

Yang tidak memiliki masker biasanya menggunakan sisa ujung

Baca lebih lanjut

Guru Ngaji, Mungkin Bukan Film Religi

guru ngaji - antaranews

comot di google

Hobi nonton film di rumah agak sulit terealisasi belakangan ini, padahal antrian film-film download-an dari internet yang ada dalam flasdisk telah tertancap manis di tivi. Ini disebabkan oleh karena nggak enak sama istri kalo nonton di rumah kesannya jadi males-malesan, matanya jadi sakit melihatku nonton sambil tiduran, lalu dia akan ambil jurus bersih-bersih rumah. Kan nggak nyaman kalo nonton lalu ada debu beterbangan, ada sapu nempel-nempel di kaki. Tapi lama-kelamaan itu menjadi semacam kode kalo pasangan lagi butuh hiburan karena setiap hari lelah berjuang dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga.

Jadinya hari sabtu aku ajak dia nonton bioskop, supaya hobiku tersalurkan dan istri juga bisa melihat dunia luar, biar gak kayak ashabul kahfi. Tiba-tiba keluar goa, mata uangnya sudah gak berlaku lagi.

Aku ajak istri nonton film Guru Ngaji. Awalnya sih pengen nonton Pacific Rim Uprising. Film hollywood yang kaya dengan imajinasi dan teknologi. Namun setelah mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya baik dari sisi pribadi maupun dari sisi pasangan, maka kuputuskan untuk nonton film Guru Ngaji yang menurutku dari isi cerita lebih banyak manfaatnya dan yang lebih penting, mata tidak lelah untuk membaca teks terjemahan.

Awalnya kesulitan juga nyari bioskop mana yang mengembangkan layar untuk film Guru Ngaji. Dari 11 bioskop di kota Medan ini,

Baca lebih lanjut

Ekspedisi ke Goa Kalong

kolam teh tarik

Berpose sejenak untuk meninggalkan jejak

Kumatikan tivi setelah film Despicable Me 3 selesai kutonton. Film yang sebulan lalu didonlot tapi baru sekarang ditonton. Kubuka lebar pintu depan. Ini hari sabtu Jam 09.00 wib dan di luar sudah panas. Cahaya matahari langsung berebut masuk ke dalam rumah dan membuat aku silau.

Istriku datang menghampiri dan merengek minta raon-raon, mungkin maksudnya round-round. Dia bilang ada tempat wisata baru yang dekat tempat kami tinggal.

“Ayo lah kesana…” pintanya.

“Apa masih ada itu tempat wisatanya? Nanti udah tutup?” Aku teringat sebuah tempat wisata di Sibolangit, telaga dua warna yang sudah ditutup karena longsor sampai menewaskan 19 orang wisatawan lokal. Ada juga yang tutup karena preman setempat seperti warung nasi di sebelah kantor.

“Ya gak tau. Coba cek gugel.”

Itu saran yang sulit dibantah. Entah kenapa sekarang sepertinya tergantung banget sama yang namanya gugel. Ada sedikit hal yang nggak tau langsung buka gugel. Apalagi kalo ada perdebatan soal mitos atau fakta kehidupan berumah tangga, maka penyelesaiannya dengan mengetik keyword di gugel. Gugel seperti kitab suci untuk generasi instan. Termasuk aku kayaknya. Sesat.

“Abang gak ada paket. Pinjam hape adek la.”

Aku ambil hapenya yang tergeletak di atas tivi kubus. Lalu kucari nama lokasi wisatanya dan jarak yang harus ditempuh untuk sampai kesana bila berangkat dari rumahku dengan menggunakan google map. Wow… dekat. Cuma 45 menit bila ditempuh dengan Baca lebih lanjut