Nenek Penebar Kisruh

Hei nenek tua bersanggul konde

Engkau nampak masih semangat saja

Mengusik hati umat Islam

Dengan mulutmu yang berbisa

Lidahmu yang tajam setajam tusuk gigi

Tak henti engkau bertingkah

Seolah mencari masalah

Lalu bermain kata

Tak mengaku membandingkan RASUL kami dengan ayahmu

Walau dirimu tak merasa bersalah

Kami berusaha maklum karena pikiranmu rusak parah

Kemarin kau bandingkan suara kidung lebih indah ketimbang azan

Baru ini kau bandingkan RASULULLAH dengan ayahmu

Mungkin esok hari kau akan cari lagi sensasi

Engkau seberani itu karena umat tak mau menghakimimu

Engkau seberani itu karena hukum tak menyentuhmu

Engkau seberani itu karena engkau tak berakal sehat

Engkau seberani itu mungkin karena tidak mengenal rukun iman

Hei nenek tua penebar kisruh

Umat Islam begitu pemaaf padamu

Mediasi menjadi jalan bagimu untuk lebih percaya diri bahwa engkau tidak bersalah

Kami marah juga sedih

Bila orang sepertimu begitu bebas menista Rasul kami

Tapi masih bisa hidup senang dan tenang

Engkau berlindung di balik Pancasila sambil menista agama

Semoga saja nanti, dirimu yang renta mati dipatuk burung garuda

Bagaikan Air Dibalas Kurma

Pulang kerja, seperti biasa aku naik angkot Sandhra Prima. Karena ini bulan ramadhan, maka jam pulang kantor lebih on time, jam 5 lewat udah screen finger. Kalau hari biasa sih pulangnya hampir jam 6.

Kalau pulang jam 5.15 aku masih sempat buka di rumah. Itu pun kalau supir angkotnya mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata dan tidak ikut ngantri beli bensin di SPBU.

Pernah kemarin malah angkot Rajawali kehabisan minyak di dekat Rumah Sakit Umum Sulaiman. Jadinya aku WO dari angkot karena nggak sabar nungguin supirnya nyari bensin ketengan. Tentunya setelah kutinggalkan ongkos beberapa ribu.

Kembali lagi… Di dalam angkot Sandhra Prima yang sunyi dan

Baca lebih lanjut

Sepak Bola adalah Gencatan Senjata

Timnas U-22 Indonesia Juara di final Piala AFF 2019

Tanggal 26/02/2019 menjadi hari bersejarah bagi dunia olahraga sepakbola Indonesia karena timnas U-22 berhasil merangkai impian pecinta sepakbola yang haus akan prestasi menjadi juara piala AFF U-22 di Phnom Penh, Kamboja setelah menaklukkan Thailand sang musuh bebuyutan dengan skor 2-1.

Kemenangan ini tentunya menjadi angin sepoi-sepoi bagi seluruh rakyat Indonesia yang saban hari kepanasan karena membaca medsos, berita online, televisi yang selalu menyajikan kegaduhan antara pendukung Jokowi dan Prabowo.

Sungguh kita ini sebenarnya butuh hiburan untuk menetralisir

Baca lebih lanjut

Televisi oh Televisi

Nonton sambil tidur akhirnya ketiduran

Aku punya tivi layar datar, tapi tidak kuberi nama. Jenisnya seperti LCD, bentuknya segi empat dan besar. Kutempelkan di dinding ruang tamu tepatnya itu terjadi tahun 2016. Bukan aku ding yang memasangnya di dinding, melainkan tukang yang kusuruh. Dianya mau saja karena kubayar.

Tivi ini selalu menghiburku di hari libur karena disaat itu aku punya waktu luang untuk menonton film-film hasil donlotan gratis. Semoga orang-orang yang memberikan situs donlot film gratisan selalu dilimpahi Allah kesehatan dan kesejahteraan karena telah membahagiakan orang-orang yang tidak cukup uang untuk nonton di bioskop. Dan semoga para bintang film yang sudah kaya raya memaklumiku. Aku bukannya tidak menghargai karya orisinil kalian. Tapi kalian yang tidak menghargai kami yang tidak mampu membeli.

Bagaimana bisa tiviku itu memutar film hasil donlotan. Aku

Baca lebih lanjut

Ada PADI di Arab

Stiker PADI di toko pasar Corniche

Selepas tawaf wada’ aku bergegas menuju ke tempat pemberhentian bus dimana bus biasa mengantar dan menjemput jamaah yang pergi ke Haram dari hotel atau sebaliknya. Jarak dari mataf ke tempat bus antar jemput lumayan jauh. Kira-kira 1 Km. Lumayan bikin betis jadi keras.

Tidak berapa lama bus tiba. “Amjad!” Maksudku memastikan bus itu berangkat ke Amjad Hotel. Pak supir mengangguk. Wajahnya tidak asing karena sering ternampak disekitaran hotel.

Didalam bus aku berbincang dengannya. Ternyata dia orang Madura yang kini bekerja di tanah haram sebagai supir bus. Sudah berumah tangga dan tinggal bersama istrinya di Jeddah.

“Jarang ya mas pulang kampung?”

“Tiap tahun saya pulang. Sayang kalo nggak pulang.” Jawabnya. Dia menjelaskan kalau perusahaannya tempat dia bekerja selalu memberikan tiket pulang kampung setiap tahun. Jadi sayang rasanya kalau fasilitas cuti tidak dimanfaatkan. Apalagi biaya tiket mudik gratis.

Baca lebih lanjut

Maling

Dering henpon berbunyi memecah kesunyian malam dalam kamar tidur. Aku beranjak meraihnya, saat itu aku dan istri belum lagi tidur. Kami masih bercengkerama, membicarakan hal remeh temeh.

Muncul nama di layar, dari kakak ipar. Aku penasaran dan mengusap layar. Dia mau berbicara pada istri. Setelah kuberikan istriku langsung berucap INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROOJIUN… Kaget.

Kakak ipar mengabarkan musibah. Rumah mertua dibobol. Padahal itu masih jam setengah 12. Pintu depan terbuka sementara lampu di ruang tamu dalam keadaan mati. Tetangga ada yang melihat ada dua orang anak tanggung berkeliaran di sekitar rumah. Setelah ditegur keduanya langsung ngacir. Kuat dugaan merekalah pelakunya.

Syukurlah tidak ada barang yang diambil. Mereka sempat membuka pintu kamar atas, namun laptop yang terletak di bawah bantal dalam keadaan aman.

Maling. Kutulis puisi untukmu

Baca lebih lanjut

Pudarnya Pesona Raja Eropa

Kecewa pastinya bagi madridista melihat papan skor terpampang angka 5 – 1. Artinya Barcelona menggasak Real Madrid 5 kali dan Madrid hanya dapat membalas satu kali. Madrid dihukum serangan balik mematikan dengan meninggalkan lubang pertahanan yang hanya diisi satu dua bek saja.

Madrid yang pada awalnya ketinggalan 2-1 berusaha mengejar ketertinggalannya dan akibat keasyikan menyerang alih-alih meninggalkan pertahanan yang membuat Cortuis menjadi bulan-bulanan gol Suarez (3 gol), Coutinho dan Si botak Vidal.

Ini menjadi rapor merah pelatih Lapotegui yang untuk ke – 5 kalinya racikan taktiknya terus memanen kekalahan. Desas-desus pemecatannya yang terdengar sejak kekalahan melawan Levante nampaknya bakal menjadi kenyataan.

Krisis yang dialami Madrid

Baca lebih lanjut