Berkurang Lagi

Telah kering embun dari pucuk pohon dan rimbunan bambu
menyisakan selaksa terang dari ujung langit
bertambah tinggi dan menguning
lalu dahannya kering, hilang disapa angin

Debu terbang silih berganti
menyelimuti dinding hati
bertayamum sejenak mengasah intuisi
meresapi banyak waktu yang terlewati

Telah pudar jiwa-jiwa kekanakan
dikenakan pakaian kedewasaan
baik buruk susah senang tak berbilang
merangkai lukisan diuntaian angka puluhan

Pelangi pelangi datang
menganyam mimpi memburai kenangan
merangkum madah dan doa sejuta harapan
Semoga damai dan terang di puncak menara cinta

————–OO————–
Akhirnya, umurku berkurang lagi

Misteri Tokek Bag. II

Akhirnya cerita ini bisa kuselesaikan juga…

———————————————————-

Aku dan ketiga temanku menyusun formasi untuk mencari asal suara tokek. Suara bersumber dari dapur, namun dapur kan penuh benda purbakala. Ada rak piring, lemari tua, kompor berkarat, kuali gosong, dan entah apa lagi. Pokoknya dapur itu gak jauh beda dengan gudang barang rongsokan.

“To… kek, To…kek,” tokek terus berbunyi, kami pun mulai mendapatkan titik terang keberadaan tokek. Kenapa bisa? Karena kami menggunakan senter. Abis, dibalik lemari busuk itu gelap cuy…

Perlahan-lahan dengan hitungan satu… dua… tiga… kami menggeser lemari. Dan nampaklah tokek berukuran dua jari orang dewasa dengan panjang kira-kira 6 inchi sedang nempel di dinding. Besertanya belasan kecoa lari tunggang langgang tak tentu arah karena tempat persembunyian mereka porak poranda. Kecoa yang salah jalan akhirnya dimangsa tokek dengan sekali “HAPPP, nyam nyam nyam,” habislah riwayatnya.

Kami memutar otak bagaimana supaya tokek ini bisa ditangkap dengan sukses tanpa mencederainya sedikitpun, karena konon kabarnya, tokek yang cacat tidak berharga sama sekali. Uhh, dasar! Emang yang dicari kulitnya apa.

Kerompyaang… Ide pun muncul. Salah seorang temanku bernama Eko (nama sebenarnya) mengambil tudung saji alias sangi dan segera memerangkap tokek itu didalamnya. Aku mengambil ember besar untuk menampung tokek dari bawah. Dengan susah payah sampe keringat jagung, akhirnya tokek berhasil kami tangkap tanpa perlawanan dan tanpa bantuan polisi.

Kami senang bukan kepalang, bayangan Baca selebihnya »

Ayo Download Buku dari Facebook

http://toko.buku.pustaka-islam.netTidak semua orang suka dengan facebook. Beberapa teman saya memilih untuk tidak menggunakan jaring pertemanan lewat facebook karena sistemnya yang kurang melindungi privasi seseorang. Alasan lainnya, penggunaan facebook dapat melalaikan kita dari pekerjaan yang sedang kita tekuni atau malah melalaikan kita dari kewajiban-kewajiban yang berkenaan dengan hablun minallah.

Saya termasuk orang yang setuju dengan alasan tersebut, namun tidak bisa dipungkiri  juga kalau facebook ternyata banyak memberikan manfaat langsung khususnya bagi diri saya pribadi. Setiap pengguna facebook juga mendapatkan manfaat yang mungkin berbeda-beda. Itulah kenapa pengguna facebook semakin meningkat setiap harinya. Bahkan, Indonesia menjadi pengguna terbanyak nomor dua setelah Amerika Serikat.

Kalau ditanya apa saja manfaat facebook bagi diri saya. Tentu akan sangat panjang bila dibeberkan di sini. Namun ada satu manfaat yang membuat saya betah berlama-lama berada di depan laptop sambil membuka halaman facebook, yaitu mendownload buku gratisan.

Mendownload buku gratisan Baca selebihnya »

Foto Unik Dampak Gerhana Matahari

Gerhana matahari yang terjadi kali ini (15 Januari 2009) ternyata bisa dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di Aceh. Saya sendiri yang saat ini berada di Aceh Barat sempat melihat proses terjadinya gerhana matahari cincin yang menurut sumber terpercaya (baca koran Kompas) ini merupakan gerhana matahari terlama di milenium ini.

Walau proses gerhana hanya terlihat sebagian saja, namun antusias masyarakat Aceh Barat tidak terbendung untuk menyaksikan keajaiban alam yang sangat jarang terjadi. Diperkirakan gerhana yang sama akan terjadi pada 1.033 tahun kemudian. Kira-kira saat itu saya sudah jadi apa ya?

Saya dan teman-teman yang saat itu sedang dalam kantor berlari keluar saat salah seorang teman berteriak kalau gerhana sudah mulai terjadi. Sayang, proses gerhana tidak bisa disaksikan dengan mata telanjang kecuali curi-curi pandang.

Ada yang berusaha memotret dengan camera digital (psstt… namanya Bg Maman), namun hasilnya tak sesuai harapan. Selain itu, sang empunya camera khawatir jika kameranya rusak. Akhirnya gerhana di foto lewat genangan air dan hasilnya kayak gini nih Baca selebihnya »

Bukan Janji Joni

Janji adalah hutang, hutang itu wajib dibayar, maka janji wajib ditepati. Jika tidak, itu namanya ingkar janji dan ingkar janji adalah salah satu ciri orang munafik. Seperti kata Rasulullah dalam satu hadits, “Ciri orang munafik itu ada tiga, jika berkata ia dusta, jika berjanji ia ingkari, jika diberi amanah, ia khianat.”

Berjanji itu mudah, lebih mudah dari pada menghutangi orang dengan uang. Berjanji hanya butuh kata-kata tanpa surat tanda bukti janji dan jika tidak ditepati, si pemberi janji tidak bisa dituntut secara hukum (kecuali mereka sepakat untuk membuat surat perjanjian, dan ini hanya berlaku pada hal-hal besar saja). Oleh karena itu barangkali banyak orang yang berjanji tidak menepatinya bukan karena tidak mampu menepatinya, melainkan sengaja melupakan dan tidak merasakan akibat yang signifikan buat dirinya sendiri.

Berjanji tidak harus dilafalkan dengan, “aku janji…”, “iya, insya Allah”, tapi saat kita menyatakan bahwa kita akan melakukan sesuatu dengan seseorang pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, maka itu sudah dianggap janji. Pasti semua sepakat soal ini. Janji juga bisa dimaknai sebagai pernyataan dimana orang tersebut meyakinkan orang lainnya bahwa ia akan atau tidak akan melakukan sesuatu.

Tentu saja janji itu bermacam-macam, janjinya Baca selebihnya »

Asyiknya Melanggar Aturan

Ujung Karang Beach

Terkadang ada asyiknya melanggar peraturan, etika, norma dan sejenisnya (asal jangan melanggar nenek-nenek nyebrang aja, dijamin gak asyik). Gak percaya, tanya aja sama anak sekolah yang gak suka pake helm, yang nerobos lampu merah, kebut-kebutan di jalan. Kalau pernah punya pengalaman yang sama maka akan kamu rasakan sensasinya.

Begitu juga yang suka ngebolos sekolah, keluar malam tanpa izin orang tua, nonton keyboard mak lampir dan masih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran yang kalau dilakukan akan memacu adrenalin dan kepuasan tersendiri.

Tujuan orang melanggar peraturan sebenarnya bermacam-macam, ada yang cuma ingin mendapatkan pengakuan, pingin dilihat orang, dikenal sehingga merasa dirinya itu dianggap hebat dan sebagainya. Biasanya hal ini sering diidap anak-anak baru gede. Contohnya seperti yang di paragraf pertama tadi, (males nulis ulang. Capek).

Ada pula yang melanggar aturan karena terpaksa dan dipaksa. Kalau yang terpaksa itu misalnya, ada larangan gak boleh makan daging bagi yang kolesterolnya tinggi. Tapi karena gak ada makanan lain dan kondisi sangat lapar, akhirnya ya terpaksa dimakan. Melanggar aturan karena dipaksa misalnya, anak yang tidak sekolah karena dipaksa orangtuanya cari duit buat membantu perekonomian keluarga.

Ngomongin soal melanggar aturan, etika, norma dan sebagainya. Suatu senja Baca selebihnya »