Segala makhluk bernyawa di Kerajaan Bedogol sibuk tak menentu karena kedatangan tamu yang sangat tidak diharapkan. Adalah sebanyak lima orang tamu bertampang biasa saja membawa misi suci, yaitu memeriksa segala apa yang ada di istana. Mencari-cari kesalahan setiap apa yang dikerjakan hulubalang istana sehingga banyak hulubalang yang tiba-tiba kumat asam lambungnya menahan ketakutan.
Kelima tamu itu bekerja di dalam ruangan yang diliputi angin sepoi-sepoi dimana angin itu muncul dari sebuah alat yang ditempel di dinding. Mereka membongkar, membalik-balik setiap dokumen kerajaan lalu memberi catatan bila menemukan keganjilan pada dokumen-dokumen itu.
Jika mereka menemukan sesuatu yang tidak beres. Maka mereka akan memanggil hulubalang yang bertanggung jawab akan masalah itu. Mereka mencecar dan menginterogasi para hulubalang sampai mengaku dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cambuk dari ekor sapi. Para hulubalang yang bersalah akan diikat kedua tangannya ke atas, lalu ujung ekor sapi itu akan dilekatkan pada ketiak hulubalang.
“Ampun… ampun tuan, saya tidak tahu soal itu. iiiii…. iiii” Pinta hulubalang Defgol sambil menahan kegelian.
“Sebaiknya kamu mengaku, kalau tidak cambuk ini tidak hanya mendarat di ketiakmu, tapi juga di kupingmu.”
“iii…. iiii…. jangan tuan, kasihani saya. Nanti saya mati kegelian, siapa yang akan memberi makan anak isteri saya”.
Melihat wajah hulubalang Defgol sudah pucat seperti kain kafan, akhirnya Defgol dilepas dan disuruh memanggil hulubalang yang lain untuk masuk kedalam ruang interogasi. Namun tetap saja tidak ada satupun hulubalang yang mengaku dan selalu menjawab tidak tahu.
Akhirnya tamu-tamu misterius itu beralih pada hulubalang Baca selebihnya »
Filed under: Ceritaku, Humorku, Make me Smile | Ditandai: kerajaan bedogol | 2 Komentar »













