Berenang Siang

Kapan terakhir kali kamu berenang? Apakah kamu berenang tidak pakai baju? atau pake singlet supaya perutmu yang tumpah itu tidak kelihatan? Kapan terakhir kali kamu pergi ke kolam renang? Apakah makhluk aquarius selalu pandai berenang? Ini pe-er ya… kerjakan di blog masing-masing.

Hari sabtu sekira pukul sembilan lewat sekian, tiba-tiba istri mengajak pergi berenang. Entah mengapa ia tiba-tiba kepingin berenang, karena saya melihat kesungguhan diwajahnya, saya mengiyakan saja. Hitung-hitung mengisi waktu libur.

Sasaran untuk berenang hari itu adalah kolam renang Bayu Lagoon. Bayu Lagoon sendiri merupakan sebuah nama resto yang memiliki kolam renang. Kami memilih tempat itu karena kami tidak tahu lagi dimana kolam renang yang lebih bagus dari kolam renang Bayu Lagoon. He… He…

Untuk menghilangkan kesan bulan madu, istri mengajak anak tetangga yang kira-kira berusia 5 tahun untuk ikut serta, awalnya si Nazli malu-malu, lama-lama mau ikut juga. Dengan mengendarai sepeda motor sampailah kami di Bayu Lagoon dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, eh, ada sih yang kurang. Plastik kresek untuk tempat pakaian basah lupa dibawa.

Untuk mandi di kolam renang Bayu Lagoon itu, kamu harus Baca lebih lanjut

Kereta Api

Atap gerbong KA

Atap gerbong KA

Malam minggu ini aku lagi duduk-duduk di kursi kereta api. Ngapain? Ya duduk saja tapi dengan duduk-duduk begini bisa sampai ke Medan, karena keretanya jalan. Sebenarnya nggak jalan sih, karena kereta tidak punya kaki. Melainkan roda besi yang jumlahnya banyak sekali.

Malam ini saya duduk-duduk di kereta api dan melewatkan konser D’massiv di lapangan kota. Lapangan itu biasa disebut anjungan Sri Mersing. Lapangan yang harusnya bangga karena banyak artis ternama pernah mejeng di sana. Seperti Wali Band, Judika, Five Minutes, Andra & the Backbone, Setia Band dan masih banyak lagi dan mungkin minggu-minggu kedepannya akan ada artis lain yang datang menyanyi.

Asyiknya, penonton tidak perlu membayar untuk menyaksikan mereka karena sudah dibayar perusahaan rokok. Tidak perlu juga Baca lebih lanjut

9# Ulang Tahun Misterius

Baginda raja ulang tahun… Dorrr!!! Tarrr!!! Bumm!!!

Kembang api bertebaran di angkasa. Para hulubalang merayakan ulang tahun baginda raja dengan senang hati.

Sebagaimana yang biasa terjadi di kerajaan bedogol setiap ada yang berulang tahun maka akan mendapatkan ucapan selamat ulang tahun. Belum pernah ada yang mendapatkan ucapan selamat hari raya atau selamat menempuh hidup baru ketika ada yang berulang tahun.

Namun ulang tahun kali ini tidak ada yang dapat mengucapkan ulang tahun kepada baginda raja. Pasalnya, baginda raja tidak berada di istana. Jadi untuk apa ulang tahun ini dirayakan?

Kerajaan bedogol memang selalu menyimpan misteri. Salah satu yang menjadi misteri adalah Baca lebih lanjut

salah undangan

Bawalah amplop kalo datangin undangan

Bawalah amplop kalo datangin undangan

Apa yang akan dilakukan calon jamaah haji ketika waktu keberangkatan ke tanah suci semakin dekat? Salah satunya adalah mengadakan acara tepung tawar. Minta didoakan selamat baik ketika dari mulai berangkat sampai kembali pulang ke tanah air.

Kalau kamu punya saudara atau tetangga atau orang yang nggak kamu kenal tapi dia mengenalmu. Kamu akan menerima undangan baik secara lisan maupun tulisan.

Aku juga begitu. Imbas dari menjadi pendamping haji ketika diadakan manasik haji akbar PT. Bank Sumut untuk yang ke-9 kali di Asrama Haji Medan membuatku menjadi bintang pujaan ibu-ibu dan nenek-nenek yang kudampingi. Salah satunya Nek Nurhayati. Dia undang aku ke acara tepung tawarnya lewat telpon.

“Assalamualaikum…”

“Waalaikumsalam…”

“Abdi, ini nenek… datang nanti nenek ya ke rumah. Hari minggu jam 10 nenek ada acara tepung tawar…”

“Nenek yang pake tongkat?” Aku masih ragu Baca lebih lanjut

Ngajar Ngaji Lagi, Dejavu?

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Enam bulan tinggal di komplek perumahan ini udah mengalami Dejavu. Ngajar ngaji lagi. Apa iya itu dejavu? Pastilah ini bukan kebetulan, karena segala yang terjadi di dunia ini udah ada yang ngatur, yaitu Allah SWT. Serius!!!

Pertama kali aku terkejut kala sepulang shalat berjamaah di mesjid. Di depan rumah kok banyak sandal. Kecil-kecil lagi, kayak minion. Terus bapak-bapak yang rumahnya di depan rumah kami yang dipisahkan oleh jalan beraspal itu bilang, “Itu udah ada yang nungguin di dalam…” Terus bapak itu senyum nggak jelas gitu.

“Oh siapa pak?” Aku celingak-celinguk dari luar pagar sampe ke dalam rumah.

Toeweweng…

Rupanya udah ada tiga anak kecil yang terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki telah duduk rapi di atas karpet plastik bergambar kambing hitam yang nakal. Ya ya, Shaun the Sheep. Aku tersenyum, mereka pun tersenyum. Ini kan anak bapak-bapak tadi.

Memang sebelumnya Bapak itu pernah bilang kalau dia minta tolong ngajarin anaknya mengaji. Dia bercerita kalau guru mengaji anaknya yang lama sudah tidak mengajar lagi karena kesibukannya bekerja. Kira-kira sudah 2 bulanan anak-anaknya mengaji tanpa didampingi seorang guru. Ya guru ngajilah, masak guru silat.

“Ya udah pak, abis abis maghrib gitu lah, suruh aja anak-anak datang. Insha Allah saya ajarin.” Aku teringat kalau isteriku turut mengompori untuk mengajari pecahan botol ini, katanya begini…

“Pahala abang pasti banyak kali bang, udah abang ngajarin ngaji. Abis itu abang ajarin sholat sekalian sholat berjamaah isya.”

“Iya…” Jawabku sekenanya.

“Ihh.., nggak ikhlas gitu jawabnya.”

Aku dengan cepat merubah mimik wajahku seolah-olah senang sekali. Bahaya nih kalau ngambek, bisa bisa… “Iya, ikhlas dunk, kan jadi amal jariyah…” Barulah agak senyum dia.

Alhamdulillah, karena kurcaci-kurcaci itu udah pernah mengaji, bacaan mereka sudah lancar, tinggal memperhatikan panjang pendek bacaannya dan tajwidnya saja.

Ngomong-ngomong soal mengaji. Dulu Baca lebih lanjut

Imam Seumur Hidup

Mesjid kecil itu kini seperti bunga yang baru mekar. Pagar tembok dan tiangnya bersinar disiram cahaya lampu, cat tadi siang membuatnya semakin mengkilap. Berkah bulan ramadhan sungguh terasa, tidak hanya buat manusia, hewan dan tumbuhan, bahkan sebuah mesjid pun menerima derma-derma yang membuatnya hidup.

Hakikinya, hidupnya sebuah mesjid bukanlah terletak pada megahnya bangunannya, bukan pada keindahan kaligrafi yang menghias setiap dindingnya, sejuk hembusan udara dari AC, atau dari taman-tamannya yang penuh dengan bunga, ada yang merah dan ada yang putih… lah, jadi nyanyi. Namun ia dikatakan hidup tatkala setiap waktu shalat fardhu, berkumandang panggilan azan dari toa yang sudah tua.

Kakek marbot lah yang selalu ‘menghidupkan’ mesjid. Setiap lima waktu iya selalu ada, menyetel tape recorder kala menjelang waktu solat dengan kaset lantunan ayat suci al-Qur’an. Kadang, kakek sendiri yang mengaji dengan mikropon yang dilakukan menjelang subuh. Suaranya tidaklah merdu semacam Muammar ZA yang kasetnya sering kakek putar. Malah terkadang terdengar seperti dengungan lebah karena suara kakek yang sudah dimakan usia kurang nyetel dengan treble amplifiernya. Baca lebih lanjut

Pilpres yang Aneh

Tanggal 9 juli 2014 menjadi hari yang bersejarah bagi rakyat Indonesia dimana telah berlangsung pemilihan presiden (pilpres) secara langsung. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kerusuhan dalam prosesnya seperti dikhawatirkan banyak pihak. Mungkin berkah ramadhan meliputi negeri ini sehingga pilpres berlangsung aman dan damai.

Pagi itu sekira pukul 9 adikku membangunkanku dari tidur. Maklumlah, tidur waktu puasa itu ibadah, jadi suka lama bangunnya. Dia mengajakku untuk nyoblos ke TPS dimana kami terdaftar.

Dengan setengah mengantuk dan mata yang merah (kalau di cermin seperti lihat bintang sinetron Ganteng-ganteng Serigala), aku bergegas menyusul adik, kakak dan abang yang sudah berjalan duluan.

“Skor bola tadi pagi bisa jadi Kode alam lho.” Adikku membuka percakapan. Aku melirik sambil mengerutkan kening seolah bertanya apa maksudnya.

“7-1 artinya Presiden ke-7 yang terpilih nomor 1″. Katanya sambil terkekeh. Aku pun ikut terkekeh.

Maksudnya skor Jerman vs Brazil di semifinal piala dunia pagi itu 7-1. Kemenangan yang sangat fantastis buat Jerman. Sayangnya hasil quick count tidak ada yang menunjukkan kemenangan telak pada capres no. 1

Di dalam bilik suara Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.