Pemilih Bayaran

foto internetSuatu malam yang belum begitu lama berlalu. Saya pergi ke Mesjid untuk memenuhi panggilan azan isya, alhamdulillah jarak dari rumah kontrakan ke mesjid itu cuma berkisar 50 meter saja kalau ditarik garis lurus, tapi karena mengikuti jalanan komplek, jaraknya jadi bertambah 50 meter lagi.

Sebelum sampai ke halaman mesjid, saya sempat mendengar seorang remaja yang berkata kepada seorang ibu bertelekung, bahwa dia telah melaksanakan amanah dari tim-tim sukses yang telah memberinya uang agar mencoblos calon anggota legislatif tersebut.

“Jadi siapa yang kamu coblos, boy.” (anggaplah nama si remaja yang bersarung unyil itu namanya si Boy)

“Ya semua calon yang ngasi uang itu lah wak.”

“Loh, kan satu aja yang dicoblos. Batal lah jadinya kertas suara kau.”

“Bah, awakkan menjalankan amanah orang itu wak, dikasinya awak duit. Coblos ya si ini, coblos ya si itu. Ya karena duitnya udah kuambil, kucoblos lah siapa-siapa yang dibilang tim sukses itu. Nggak salah kan wak?” Baca lebih lanjut

Hikmah di Pantai

Blog ini semakin tak terawat saja, sukurlah blog ini tidak seperti halaman belakang rumah di kampung  yang bisa ditumbuhi semak belukar dan sampah daun-daun kering kalau ditinggal berbulan-bulan. Tapi terkadang, kerinduan yang menyeruak tiba-tiba membuat jari-jari ini harus bermain-main lagi, merangkai kata demi kata untuk menuangkan isi hati dan pikiran agar tak menggumpal dan menguap sia-sia tak menjadi kenangan.

Ini terjadi semenjak menikah, cieee… blog ini memang semakin kurus alias kurang diurus, maklumlah udah ngurus makhluk ciptaan Tuhan yang lain, yaitu bidadariku yang nggak suka baca blogku.

Dulu, waktu masih sendiri di kos-kosan, begitu sering ide-ide berkelebat dan muncul untuk dituliskan di blog ini. Namun setelah tak lagi sendiri, waktu untuk ngeblog seakan tiada lagi. Ide-ide yang muncul kembali tenggelam setelah melihat wajah bidadariku dan tentu saja waktu yang tersisa hanya dihabiskan dengannya. Cieee….

Harusnya sih tidak seperti itu. Masa yang dilalui setelah menikah jangan dijadikan kambing hitam atas ketidakproduktifan diri ini dalam menelurkan karya-karya (ciee… karya yang sangat biasa-biasa saja) yang manfaatnya mungkin bisa dirasakan orang lain atau paling tidak diri sendiri lah dan setelah menikah seharusnya lebih memacu diri lebih produktif lagi dalam menjalankan hobi ngeblog ini. Apalagi kalau diseriusin, ngeblog juga bisa menghasilkan uang.

Kalau saja tidak malas, banyak sebenarnya ide-ide tulisan yang bisa dituangkan di sini. Misalnya saja kemarin saat libur panjang Baca lebih lanjut

Pengamen Panggung Hiburan Pesta

Bulan Desember biasanya identik dengan tingginya curah hujan, sehingga ada yang menyebut kalau bulan Desember adalah musim hujan. Selain musim hujan, Desember juga adalah musim durian. Habisnya malam tadi saya putar-putar keliling kota dengan bebek revo saya, eh banyak sekali orang jualan buah durian. Saya sampai kepengen untuk beli. Tapi nggak jadi, sayang… Harusnya saya kepengen makan, biar jadi beli. Akhirnya yang saya beli buah duku. Karena ada tulisan di kartonnya “Duku manis, Rp13.000″. Kenapa buah duriannya nggak dibuat tulisan seperti itu ya…

Selain musim hujan dan musim durian, Bulan Desember juga musim ulang tahun. Di kantor saya udah tiga orang yang berulang tahun di bulan desember ini. Kalo ada yang ulang tahun enaknya bisa makan kue, gorengan dan ada juga ngasi nasi bungkus gratis dari yang berulang tahun. Kasian, kayak anak yatim semua.

Satu lagi, Desember ini identik dengan musim kawin. Coba aja lihat hampir setiap hari ada orang pesta kawinan. Teman-teman satu perusahaan juga banyak yang menikah di bulan desember. Sodara saya juga ada yang menikah di bulan Desember. Ada juga yang tunangan di bulan desember. Kalo saya, sering dapat undangan di bulan Desember. Ya udah lah nggak apa-apa. (narik napas dalam-dalam)

Oh, saya mau beri informasi hal yang unik dalam setiap acara pernikahan yang pernah saya datangi Baca lebih lanjut

8# Sheila Out 7

konser Sheila on 7 dilihat dari jauh

konser Sheila on 7 dilihat dari jauh

Tanggal 7 Desember 2013, kamu tahu itu hari apa. Itu adalah hari sabtu. Yaitu hari yang sangat disenangi para hulubalang kerajaan Bedogol dan karyawan-karyawan BUMN di negeri seberang, karena biasanya itu adalah akhir pekan. Wabilkhusus di kerajaan bedogol, hari sabtu adalah hari berpulang. Yaitu berpulangnya para hulubalang kepada keluarga masing-masing meninggalkan sejenak kesibukan di Kerajaan Bedogol.

Sebelum hari sabtu adalah hari jumat. Waktu itu hulubalang Digol sedang berada di taman kerajaan. Bekerja sambil melafalkan bait-bait Sheila on 7. Sheila on 7 itu makhluk apa?… Bukan Sekilo 7 On. SO7 adalah grup band yang berasal dari Jogjakarta dan pernah ngetop dengan lagu “Jadikan Aku Pacarmu”, “Kita”, “Sephia” and man(d)y more… Dulu hulubalang Digol suka sekali menyanyikan lagu itu. Tapi sekarang tidak lagi. Karena sekarang dia sudah jadian dengan gadis idamannya. Dia sekarang malah suka bait-bait syair lagu “Kupinang Engkau Dengan Bismillah.” Biar nggak mahal katanya. Karena bonus dari kerajaan belum terendus Perdana Menteri. Apalagi akhir-akhir ini perekonomian Kerajaan Bedogol semakin tak menentu. Seperti cuacanya yang sebentar panas, tapi gerimisnya lama.

“Wahai Digol, apakah kamu tidak menonton pertunjukan musik Sheila on 7 besok.” Tanya hulubalang Firgol dari balik semak-semak setelah mencari sarang burung.

“Apa! Ada konser Sheila on 7 besok?” Hulubalang Digol surprise sekali.

“Iya, tanyakanlah itu pada Mugol kalau kau tak percaya. Alangkah ruginya kau, apabila tidak menyaksikan pertunjukan mereka, sementara engkau mengaku Sheila Gank sejati.” Hulubalang Firgol mencoba memprovokasi Digol.

Tiba-tiba Mugol muncul dari atas pohon dan membenarkan kata Firgol.

“Jikalau engkau hendak menyaksikan pertunjukan mereka. Engkau harus membeli tiket sepertiku.”

Mugol bercerita kalau kekasihnya telah membeli tiket pertunjukan seharga Rp200.000,- /lembar untuk kelas VVIP. Menurut Digol, itu tiket yang sangat mahal sekali bila dibandingkan dengan tiket kereta api Lilawangsa Jurusan Tebing Tinggi – Medan.

Digol seperti berada dalam lautan kebimbangan. Ia tidak pernah menonton konser di tempat tertutup seperti itu. Tapi ia ingat kalau tempat itu pernah menjadi tempat ia mengikuti ujian untuk bisa menjadi hulubalang di Kerajaan Bedogol. Sebuah tempat yang sangat seram apabila berada disana seorang diri dengan kondisi lampu-lampunya dipadamkan.

“Sesungguhnya aku ingin sekali menyaksikan itu. Tetapi aku harus mencari tau tentang harga tiket pada kelas yang lain yang lebih murah.”

Lalu Digol pun meraih alatnya yang dapat mencari tahu segala informasi dan akhirnya ia mendapatkan apa yang dicari.

Keesokan harinya yaitu 600 menit sebelum konser dimulai. Digol masih bersantai-santai di rumah. 360 menit kemudian barulah ia tidak santai-santai di rumah melainkan di sepeda motor dan 180 menit kemudian ia tidak bisa bersantai-santai lagi, karena ia sedang sholat maghrib.

Kondisi di luar Pardede Hall sangatlah ramai, berbagai makhluk hidup telah berkumpul di tempat itu. Ada yang berjalan kesana kemari, ada yang pakaiannya sama tapi wajahnya tidak mirip dengan pentungan dipinggangnya. Ada yang berjualan makanan dan minuman. Ada juga yang memanggil-manggil siapa saja yang lewat padahal mereka tidak saling mengenal dan orang yang dipanggil itu menyerahkan kendaraan yang ditungganginya begitu saja. Pastilah mereka itu telah dihipnotis.

Antrian untuk masuk ke hall mulai memanjang dan berbelok-belok. Siapa saja yang masuk harus menunjukkan tiketnya, barulah setelah itu menunjukkan isi tasnya. Para penjaga memastikan bahwa di dalam tas mereka tidak berisi benda-benda terlarang, oh… ternyata benda terlarang Baca lebih lanjut

Sentimen Pasar Properti di Asia

Jika ada yang bertanya mana yang dipilih lebih dahulu, menikah atau punya rumah? Bingung ya? Mau jawab menikah dulu, eh… calonnya belum ada. Mau dijawab punya rumah dulu, eh… Duitnya yang nggak ada. Pasti sedih sekali yang belum punya dua-duanya. Tetapi lebih sedih lagi yang punya dua-duanya belum nikah juga.

Ngomong-ngomong soal rumah, rumah menjadi objek bisnis dan dianggap hampir menjadi kebutuhan primer. Tidak jarang ditemui di sudut-sudut jalan dijumpai spanduk-spanduk penawaran rumah, sampai iklan-iklan di koran dan televisi yang menawarkan hunian dari yang sederhana sampai yang mewah. Bisnis properti memang lagi booming saat ini bak kacang goreng apalagi adanya program pemerintah yang menyediakan kredit rumah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Artinya, bagi masyarakat yang penghasilannya di bawah 2,5 – 3 juta sudah dapat memiliki rumah dengan sistem kredit di bank-bank yang ikut dalam program program pemerintah tersebut dengan bunga rendah dan flat.

Maraknya bisnis properti ini menjadikan sebagian masyarakat yang tadinya membeli rumah dengan tujuan untuk dihuni sendiri mulai melirik rumah sebagai investasi jangka panjang. Bagi pengembang, ini menjadi angin segar besarnya keuntungan yang mereka dapatkan, namun di sisi lain, banyaknya permintaan membuat harga rumah semakin mahal. Saat ini saja, harga rumah di Indonesia meningkat naik 30%.

Situs blog.rumah123.com mempublikasikan hasil survey yang diambil dari beberapa negara di Asia terkait dengan kebijakan pemerintah dan perilaku masyarakat terhadap kebutuhan akan properti/rumah serta mengukur pendapat dari ribuan konsumen di negara-negara tersebut.

Andy Roberts, General Manager Rumah123.com

Andy Roberts, General Manager Rumah123.com

Survei menyertakan hampir 30.000 responden, mayoritas berusia antara 26 dan 50 tahun. Responden survei sebagian besar terdiri dari eksekutif / manajerial dan profesional dan didasarkan pada pendapatan tahunan mereka. Sebagian besar responden termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah dan menengah sebagaimana survei sebelumnya.

Temuan-temuan utama

“Temuan survei menunjukkan persentase yang tinggi pada pembeli rumah pertama khususnya di Malaysia, Indonesia dan Singapura. Faktor yang mereka pertimbangan ketika memutuskan untuk membeli properti pun telah berubah, dengan lokasi lebih diutamakan dibandingkan harga, yang tidak terjadi pada enam bulan lalu. Di Malaysia, Indonesia dan Hong Kong motivasi utama responden untuk membeli properti adalah untuk memiliki rumah sendiri, sementara Singapura termotivasi oleh investasi jangka panjang, “ kata Chief Executive Officer iProperty Group, Shaun Di Gregorio.

Namun, Baca lebih lanjut

Cerobohnya Film Getaway

Kalau kamu penikmat film-film bertema kejar-kejaran mobil, tentu tidak akan melewatkan film Getaway yang sampai tulisan ini dibuat, film itu masih tayang di bioskop-bioskop kota Medan. Film yang dibintangi Ethan Hawke dan Selena Gomez (dari namanya aja udah ngegomezin apalagi wajahnya) ini lebih mengeksplorasi adegan kebut-kebutan mobil yang dikendarai Brent Magna (Ethan Hawke).

Memang cerita di film ini sedikit membingungkan saya, sampai-sampai saya memutar ulang beberapa bagian film ini. Kenapa? Karena saya terlewat membaca teks translatenya. Kenapa bisa terlewat? karena tiba-tiba perut saya lapar lalu pergi ke dapur.

Film Getaway ini hampir mirip dengan film Turbo. Kalau Turbo bercerita tentang seekor siput yang bermimpi menjadi seekor pembalap dan akhirnya impiannya menjadi nyata. Kemiripannya adalah kedua film ini ada adegan kebut-kebutan.

Kalau kamu yang udah nonton film Getaway tentu kamu tahu film ini berkisah tentang apa. Tapi kalau yang belum tahu, beginilah cerita singkatnya.

Malam natal itu, Brent mendapati rumahnya berantakan, ceceran darah di lantai dan istrinya hilang. Tiba-tiba ia mendapat panggilan telepon dari orang tak dikenal yang memandunya untuk mendapatkan sebuah mobil dimana mobil itu telah dipasangi kamera dan GPS. Brent harus mengikuti segala perintah si penelepon jika ingin istrinya selamat. Mulai dari meloloskan diri dari kejaran polisi, meledakkan pembangkit listrik sampai mencuri data di sebuah bank (jadi seperti film Speed). Di dalam mobil itu iya ditemani The Kid (Selena Gomez) yang mana adalah pemilik mobil yang dikendarai Brent dan pada akhirnya data yang dicuri dari bank itulah menjadi alat tukar untuk mendapatkan istrinya.

Kejanggalan-kejanggalan di film ini begitu banyak dan yang paling menarik perhatian saya adalah kesembronoan seorang sutradara Courtney Solomon pada adegan ketika Brent dikejar seorang pengendara motor di lokasi stasiun kereta api dimana ketika mobil Shelby Mustang Super Snake itu menyerempet dinding stasiun dan spion mobil itu terlepas.

spion lepas

spion patah terhimpit tembok

Namun entah bagaimana, Baca lebih lanjut

7# Nopember Ceria

tiang tiviIni sudah bulan Nopember. Nopember di kerajaan bedogol adalah bulan yang sangat istimewa karena pada bulan-bulan tersebut akan ada tanggal berwarna merah di setiap minggunya. Sebenarnya bukan itu.

Pada bulan Nopember tepatnya pada tanggal 4, yaitu hari dimana kerajaan Bedogol merayakan hari berdirinya kerajaan itu, dimana para pendiri kerajaan berhasil memproklamasikan kemerdekaan kerajaan itu dan sekaligus menyelamatkan kerajaan itu dari para pemberontak. Dimana para pemberontak itu adalah kebanyakan orang-orang kerajaan Bedogol sendiri. Dimana mereka suka berfoya-foya di atas penderitaan para hulubalangnya. Dimana dimana dimana…

Sesuai dengan titah baginda Raja Bedogol, pada tanggal 4 seluruh hulubalang haruslah berkumpul di halaman istana yang sangat luas membentang melewati gorong-gorong hingga ke pinggir jalan. Para hulubalang harus datang pada pukul 7 pagi dan tidak boleh terlambat. Karena barang siapa yang terlambat, maka akan terlihat lah raut muka yang penuh dengan kepura-puraan menahan rasa malu dan memilih tempat-tempat yang tersembunyi dari penglihatan baginda raja.

Para menteri berbaris di tempat tersendiri. Para hulubalang pun demikian, begitu juga para isteri-isteri menteri demikian pula sehingga terbentuklah barisan seperti huruf U bila dilihat dari atas tiang bendera.

Diiringi dengan deraian gerimis yang jatuh dari kerajaan langit, upacara berjalan dengan sangat khidmat. Para hulubalang dan menteri sangat-sangat tidak bersemangat, hal itu bisa dirasakan saat baginda raja meminta seluruh yang berhadir untuk bersama-sama menyanyikan lagu kerajaan.

Seluruh rakyat yang hadir ikut bernyanyi, tetapi hanya komat-kamit alias lipsing. Apa karena tidak ada yang hafal lagunya? Agar tidak kentara bahwa apa yang mereka nyanyikan itu keliru, suara yang mereka sumbangkan pun begitu lemah sehingga terdengar hanya bagi telinga masing-masing. Baginda raja yang merasakan ketidakberesan itu pun hanya tertunduk meratapi diri karena beliau juga tidak hafal lagunya. Begitu pun ia maklum karena lagu itu hanya kedengaran sekali dalam setahun.

Selang satu jam kemudian, upacara selesai. Laporan selesai. Bubar… Peristiwa ini tampaknya tidak begitu menarik untuk diceritakan. Next…

Keistimewaan yang kedua bulan Nopember di kerajaan Bedogol adalah, Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.