Refleksi di Ramadhan

Bulan ramadhan telah mendekapmu, kuat. Kuat sekali. Memintamu untuk segera membasuh hatimu agar bersih. Agar jernih. Hingga hatimu kembali bercahaya memantulkan kebaikan-kebaikan kesekelilingmu.

Noda-noda yang tersisa barangkali adalah keegoisan yang belum sepenuhnya terkendali. Hingga acapkali dirimu tak dapat mengerti bahwa pesan kebenaran bukan menuruti kehendakmu.

Ramadhan seharusnya adalah penawar amarahmu kala mendapati sesuatu yang tak sesuai dengan harapanmu. Ramadhan juga menjadi tameng kala hawa nafsumu coba mengalahkan akal sehatmu.

Ramadhan hanyalah

Baca lebih lanjut