Gadis Malang

Sebuah mobil kijang berhenti di depan sebuah mesjid yang terletak di pinggir jalan raya. Dari pintu yang terbuka, keluar seorang bapak berusia 50-an, disampingnya tampak seorang wanita muda yang menawan. Bapak tersebut lalu melangkahkan kakinya ke halaman mesjid menuju tempat mengambil wudu’. Jam masih menunjukkan waktu sholat dzuhur.

Ia bergegas ke dalam mesjid. Didalamnya sudah ada seorang pemuda yang sedang bertasahud akhir.

Tak berapa lama, muncul seorang perempuan muda menawan masuk ke dalam mesjid. Ia berjalan pasti tanpa melepas alas kakinya. Pemuda yang melihat gadis itu terperanjat. Ia ingin menegurnya, tapi ia ragu.

Gadis itu terus melangkah ke depan dan menaiki mimbar mesjid lalu duduk diatasnya seperti seorang ratu. Bapak tadi berlari kearahnya dan menariknya turun. Ia mendorong anak perempuan itu keluar dari mesjid dan memasukkannya ke dalam mobil.

Terdengar suara hardikan dan umpatan bapak itu ke si gadis. Gadis itu hanya diam membisu, tertunduk haru.

Si pemuda melangkah keluar mesjid, bersiap untuk melanjutkan perjalanannya. Si Bapak keluar dari mobil dan membanting pintunya.

“Kenapa Pak?” Tanya si pemuda saat si Bapak berjalan melewatinya. Baca lebih lanjut

Iklan

Gadis itu Kembali…

Gadis itu datang kembali kemari, tetap seperti yang dulu. Suara yang lantang tak kenal siang atau malam, menyembur bagai petir menghantam gendang telinga jika ada sedikit yang mencandainya.

Gadis itu kembali dengan bentuk tubuh yang sudah berbeda saat ia dulu tinggal sejenak di sini dan pergi ke sana. Tak ada lagi tonjolan diperutnya layaknya seorang perempuan yang mendambakan buah hati untuk melanjutkan tongkat estafet keturunan dari darah dagingnya. Malangnya, itu adalah buah dari garapan orang yang tak dia tahu siapa…

Seperti penuturan orang-orang didekatnya kalau darah dagingnya yang masih berhak menyadap air susunya Baca lebih lanjut

Gadis dan Sapu Lantai

Tahukah kalian kisah gadis dan sapu patah. Begini kisahnya

Di siang yang cerah, seorang gadis berjalan tak tentu arah di sebuah gedung terbuka berlantai keramik. Dari bola matanya yang berayun tampak kalau ada sesuatu yang sedang ia cari. Selidik punya selidik, si gadis mencari sapu lantai untuk membersihkan lantai gedung yang berpasir dan berdebu. Pantas saja, rupanya gedung sebentar lagi akan digunakan oleh warga untuk mengadakan musyawarah besar.

Diraihnya sapu lantai yang berdiri menyandar dinding. Ia kumpulkan kekuatan super dari sumsum tulang lengannya untuk mengayunkan gagang sapu yang berukuran 3 kali lebih kecil dari lengannya demi mengusir pasir dan debu-debu. Tapi apa yang terjadi…

“Praaaaannngggggg!!!”

Eh… bunyinya koq kayak piring pecah, bukan gitu…

“Bruuuukkkkkk!” Ha… agak mirip gitulah bunyinya.

Gagang sapu terlempar sejauh 5 km dikurang 4,9 Km. Kekuatan supernya telah menghancurkan gagang sapu menjadi setengah bagian.

Si gadis merasa sangat berdosa. Ditatapnya gagang sapu tadi dengan sendu. Tubuhnya tiba-tiba lemas. Sorot matanya menjadi kosong. Si gadis pun menyesal telah membuat gagang sapu patah. Berkali-kali ia mengelus gagang sapu sembari meminta maaf, namun gagang sapu tak memberinya maaf, bahkan mengacuhkannya. Gagang sapu lalu bergerak menjauhi si Gadis, karena khawatir dipatahkan lagi.

Beginilah foto mereka berdua… Eng…ing…eng…