Arisan yang Luar Biasa

Rombongan arisan yang datang dari Asahan

Ini bulan September. Kata orang ini bulan musim penghujan, padahal sebenarnya ini bulan sembilan. Tetapi benar, hampir setiap hari hujan. Kadang-kadang deras, kadang gerimis, ia adalah orkestra alam yang dirigentnya adalah malaikat Mikail dan tidak ada manusia yang bisa tau dengan pasti hujan akan jatuh kemana, kecuali hanya mengira-ngira saja. Entah apa sebenarnya hubungannya hujan dengan cerita ini, jadi pengen nyanyi Terangkanlah….

Saat itu adalah hari minggu. Hari dimana dilaksanakan arisan keluarga besarku yang kali ini mendapat giliran adalah kakakku yang tinggal di Kota Lubuk Pakam. Maka peraturannya adalah, segenap peserta arisan keluarga haruslah datang ke tempat yang mendapat giliran. Baik itu yang berasal dari tempat yang dekat maupun dari tempat yang jauh. Namun apabila ada yang berhalangan untuk datang, hal itu tidaklah mengapa. Biasanya untuk peserta yang tidak datang akan menitipkan salam pada yang datang berikut alasannya mengapa tidak bisa datang. Karena itu adalah arisan keluarga, maka pesertanya adalah seluruh keluarga yang hubungan persaudaraannya berdasarkan garis patrilineal.

Baca lebih lanjut