Di Ramadan…

I. Seminggu awal ramadan, suasana malam yang biasa saja berubah menjadi malam yang wonderful, beautiful dan peaceful. Lihatlah, di malam itu semua mesjid full. Jamaah berjajar rapi hingga kepelataran mesjid, melaksanakan solat fardu isya dan qiyamul lail.

Giroh anak remaja, bapak yang membawa anaknya, suami bersama istrinya berbondong-bondong memenuhi mesjid. Uang dari saku pun tak sayang mereka masukkan dalam kotak infak setiap malam. Berharap pahala berkali-kali lipat.

Namun menjelang berakhirnya ramadan, jamaah mulai menyusut. Tak lagi nampak jamaah berebutan saf dan tak ada lagi yang kebingungan memakai sandal saat hendak pulang. Sampai-sampai tuan marbot menghimbau lewat toa agar para warga muslim disekitar meramaikan kembali qiyamul lail di mesjid/musolla. Anak-anak muda tak nampak lagi batang hidungnya. Barisan saf seperti khusus buat lansia saja.

II. Di sore hari. Ramai orang menjual takzil, namun ada juga yang membagikannya gratis di lampu merah. Jiran tetangga saling berbalas makanan berbuka. Mesjid penuh dengan makanan untuk yang berbuka atau yang bertadarus. Semua orang seperti berubah menjadi dermawan. Ajaib.

Baca lebih lanjut