Service Setengah Hati?

Service itu bukan hanya bagaimana melayani pelanggan, tapi juga bagaimana memuaskannya… #opoiyo

Aku terperangkap di dalam showroom Yamaha dan di luar hujan deras sekali. Tapi kendaraan di jalan seperti tidak perduli. Mereka tetap saja hujan-hujanan. Hujan yang turun sejak pagi belum juga berhenti mengguyur kota. Kadang deras, kemudian rintik-rintik, kemudian deras kembali. Sampai tengah hari gini hujan belum juga habis tercurah dari langit. Kulihat langit berwarna putih sampai batas pandangan. Mungkin kota Medan dan Kisaran juga mengalami basah-basahan seperti kota Tebing Tinggi ini.

Sejak pagi tadi sebenarnya berniat untuk service si biru (Si biru adalah panggilan sayang buat keretaku. Tak usahlah kusebut namanya. Biar tak dibilang pamer. Lagian masih kreditan). Tapi akhirnya baru bisa ke showroom Yamaha untuk service pukul setengah duabelas. Ketika hujan mulai reda. Syukurlah ketika sampai di showroom, mereka belum istirahat dan cuma satu kereta yang kulihat diservice.

Kutemui service counter dengan menyampaikan maksud dan tujuan. Dia pun faham dan meminta STNK dan mengkonfirmasi no telp. Memastikan kalau aku sudah terdata sebelumnya. Ini memang service yang ketiga kalinya. Lumayan, masih ada jatah service gratis, cuma ganti olinya yang nggak.

Service counter itu bertanya pada… sepertinya service advisornya. “Masih diterima? Udah mau jam istirahat?”

Laki-laki berbaju pitstop itu berdiri mendekati mbak service counter. “Terima aja.” Dan kemudian menatapku. “Ditunggu ya pak. Mekaniknya masih keluar bentar.”

Aku menunggu di ruang tunggu yang ada televisinya dengan siaran gosip artis Jupe yang dikabarkan meninggal dunia di hari ulang tahunnya. Dan si artis diwawancarai saat merayakan ulang tahunnya menanggapi kabar kematiannya. Sayang remotenya nggak ada buat ngecilin volumenya. 

Mekanik kulihat mulai mempreteli anggota tubuh si biru sebagai tanda bahwa dia akan diservice. Sebelumnya si mekanik kudengar seperti mengingatkan sudah dekat jam istirahat. Tapi mbak service counter mengatasnamakan perintah advisornya. Jadilah dia kerjain juga si biru.

Baru sekitar 20 menit berlalu. Si mekanik datang menghadap dan bilang padaku service akan dilanjutkan jam satu siang karena sudah jam istirahat. 

Saya mau jawab apa ya. Pengennya sih mau bilang. “Kok gak dilanjutin sampai selesai aja bro. Abis itu baru istirahat. Kan nanggung tuh.” Tapi yang keluar malah “Oh… iya.”

Jadi aku harus menunggu sampai satu jam untuk sampai ke pukul satu. Entah pukul berapa kalau sampai selesai service. Mana yang disediakan di sini cuma sekuntum minuman mineral gelas merk Zukra. Padahal aku kan nggak haus. Rupanya begini ya pelayanannya. Membiarkan pelanggannya menunggu mekaniknya istirahat dulu sementara service sudah setengah berjalan.

Tapi apa mau dikata. Ini service sepeda motor di showroom. Bukan service di bank. Kalau nggak puas dengan pelayanan petugasnya kita bisa buka rekening di bank lain. Nah kalau ini, tidak puas dengan pelayanan mekanik atau pihak service, mana bisa pindah ke showroom Honda atau Suzuki. Wong keretanya Yamaha. Manalagi showroom resmi yang ada bengkelnya cuma sebiji di kota Tebing ini. Ya mau tak mau kesitu juga.

Akhirnya mekanik kembali pukul setengah dua. Artinya dia terlambat setengah jam sebagaimana perkataannya tadi. Dan kerugian waktu itu hanya bisa digantikan dengan mengupdate blog ini. 

Aku jadi teringat harus segera pulang karena mau berbelanja kebutuhan untuk acara arisan besok, membeli melon, pisang, sayur dan game watch. Game watch-nya buat ponakan lho, bukan buat arisan. Juga mau pinjam tikar mesjid. Semoga arisannya lancar ya Jaya… 

Iya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: