Monster Hunt; Bila Manusia dan Monster Hidup Berdampingan

vlcsnap-2016-03-20-11h29m28s63Bisakah manusia dan monster hidup berdampingan? Pertanyaan bodoh ini hanya bisa dijawab jika kamu telah menonton film Monster Hunt yang memecahkan rekor pendapatan film Box Office di China pada tahun 2015 lalu.

Film Monster Hunt menceritakan tentang suatu masa dimana manusia dan monster hidup berdampingan. Karena sifat manusia yang serakah maka kehidupan pun dimonopoli, sehingga monster menerima akibatnya, diperangi, diburu sampai mereka diasingkan ke pegunungan terpencil dan tidak boleh lagi melintasi perbatasan. Perbatasan antara manusia dan monster disini kurang jelas, mungkin seperti perbatasan wilayah Malaysia dan Indonesia di Pulau Kalimantan.

Ternyata di dunia monster pun tidak aman-aman juga. Yang namanya kerajaan bedogol monster, tentu ada raja, ratu dan rakyatnya. Ketika raja lama wafat, maka digantilah dengan raja yang baru dan kebijakan yang baru, menyingkirkan semua pejabat dan monster-monster yang setia dengan raja yang lama, semua itu adalah untuk menghilangkan kekuasaan raja lama.

Ratu yang ternyata hamil juga hendak dilenyapkan dan ratu pun melarikan diri hingga sampai ke dunia manusia. Bersama pengawalnya mereka sampai di Desa Yongning dan bertemu dengan Walikota Tianyin (Boran Jing). Tianyin sendiri adalah anak dari seorang pemburu monster jahat dimana sang ayah tidak diketahui dimana rimbanya.

Plot cerita memang sedikit dipaksakan ketika tiba-tiba seorang pemburu monster amatiran bernama Xiaolan (Baihe Bai) mengetahui penyamaran dua pengawal ratu yang menggunakan kulit manusia. Penyamaran ini mengingatkan saya akan film Mission Impossible karena menggunakan kulit wajah palsu. Sedangkan dalam film Monster Hunt ini, para monster menggunakan baju kulit, saat mereka terdesak, mereka akan melepaskan baju dan kulitnya dan nampaklah wujud aslinya yang seperti karakter film animasi Shrek. Memang kabarnya, si sutradara film ini (Raman Hui) yang turut membidani lahirnya film animasi Shrek. Jangan tanya bagaimana mereka bisa membuat baju kulit sehingga menjadi tampilan manusia, namanya juga film animasi.

Pertarungan terjadi antara pemburu monster amatiran yang bertujuan untuk menangkap monster dan menjualnya dengan suami isteri monster pengawal ratu. Singkat cerita, Xiaolan gagal menangkap monster sedangkan Tianyin harus berkorban menyelamatkan bayi monster yang keluar dari mulut ratu untuk dikandungnya.

Film ini bisa dibilang film yang komplit, selain drama musikal (tapi tidak banyak kok lagunya seperti film india, kalau di film monster hunt cuma ada 3 lagu) juga dibumbui adegan baku hantam dan komedi sehingga sangat cocok bila ditonton dengan anak-anak anda, anak saudara, maupun anak-anak tetangga.

Salah satu adegan yang sangat menarik adalah ketika Tianyin harus menjadi seorang ibu, mengandung dengan perut yang besar dan mengalami kontraksi, sementara Xiaolan panik dan tidak tahu harus berbuat apa dan hanya mengajari Tianyin untuk menarik nafas, menghembuskan begitu seterusnya, bayi yang dikira akan keluar dari ***** alih-alih melompat keluar dari mulut dan langsung bisa bermain-main.

Adegan lucu lainnya adalah ketika Tianyin dan Xiaolan harus merawat sang bayi monster yang ternyata suka minum darah. Tianyin menasihatinya agar tidak meminum darah lagi dan menggantinya dengan buah asam (kalo nggak silap), mengajarinya menari dan mengobatinya saat demam. Bayi monster yang mirip dengan lobak itu pun sudah bisa membuat kita tertawa.

Namun kebersamaan antara manusia dan bayi monster itu harus segera diakhiri, karena menurut Xiaolan, “Monster tetaplah monster” dan bayi itu harus dijual agar mereka bisa punya uang untuk makan.

Bayi monster itu pun mereka bawa ke penjual monster yang diperankan Tang Wei ( aktris Lust Caution). Monster-monster ini dijual untuk menu makanan di restoran the Heaven. Peran Tang Wei disini sangat sedikit sekali, sudah perannya sedikit, dapat peran sebagai penjual monster pulak. Menyedihkan.

Saat adegan menjual bayi monster ini adalah adegan yang mengharukan. Tianyin sepertinya tidak rela menjual bayi monster yang telah ia pelihara dan ia yakin bayi monster yang diberinya nama Wuba tidak akan mau kalau dirinya tau dijual. Maka ia ajak bayi monster itu bermain petak umpet dan menyuruh si bayi agar bersembunyi ke dalam sangkar yang dibuatkan khusus untuk para monster. Tapi bayi monster itu pintar, ia malah tidak mau masuk. Xiaolan yang tidak sabar dengan kelakuan Tianyin menendang si bayi monster sampai terguling dan masuk ke dalam sangkar.

Perasaan bersalah masih menyelimuti kedua insan itu setelah meninggalkan tempat penjualan monster. Di pasar, mereka melihat penjual sayur yang sedang memotong lobak yang dalam penglihatan mereka sedang memotong Wuba. Seketika mereka terkejut dan sadar bahwa bayi monster dalam bahaya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah mereka masih sempat menyelamatkan bayi monster itu yang akan menjadi santapan di restoran Heaven? Apakah kehidupan para monster akan musnah atau tetap ada? Siapakah sebenarnya raja monster yang memburu bayi monster?

Jawaban itu akan kamu temukan jika kamu menonton filmnya. Sayangnya film ini tidak ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia saat ini. Entah besok atau dikemudian hari.

Apapun film yang kita tonton harusnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Barangkali pelajaran yang bisa dipetik dari film Monster Hunt ini adalah, Jadilah orang yang penolong, banyak atau sedikit tidak jadi masalah, karea perbuatan baik itu selalu ada balasan kebaikan pula. Jika kebaikanmu dibalas dengan kejahatan. Mungkin itu sudah nasibmu.

Tebing Tinggi, saat matahari mulai meninggi…

 

 

Iklan

7 Tanggapan

  1. “Jadilah orang yang penolong, banyak atau sedikit tidak jadi masalah, karea perbuatan baik itu selalu ada balasan kebaikan pula. Jika kebaikanmu dibalas dengan kejahatan. Mungkin itu sudah nasibmu.”

    Kalo ada kejahatan yang di balas dengan kebaikan gimana dong gan? hehe.. salam kenal πŸ™‚

    • Kalo ada kejahatan dibalas kebaikan, insyaAllah yg berbuat kejahatan dapat hidayah… seperti kisah Rasulullah yg menyuapi makanan untuk org buta yg meludahinya.

  2. Hahahaha…nasib nasib kebaikan dibalas dengan kejahatan. Mungkin balasan kebaikan akan kita dapatkan dari orang lain atau dengan bentuk yang berbeda.
    Film ini menarik, ceritanya bagus dan efek-efeknya juga keren. Tapi sayang alur ceritanya banyak yang janggal di sana-sini. Entah kenapa beberapa film Cina dengan bertema fantasi begini pasti menyisakan kekesalan karena banyaknya kejanggalan. Semoga ke depan lebih baik. πŸ˜€
    Btw, apa kabar, Jay?

  3. animasinya cukup bagus, ceritanya juga bagus. tapi endingnya cukup menyedihkan… πŸ™‚

  4. ternyata si bayi selamat dan kini para monster jadi pengikut dia.Si bayi monster udah direbus bahkan dipotong potong tetep gak mati. :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: