Kala Anak Band Mendapatkan Hidayah

Jika kamu pencinta musik Indonesia, mungkin kamu tidak asing dengan nama grup band seperti Sheila on 7, Matta Band dan Nineball. Ketiga grup band itu telah menetaskan lagu yang easy listening dan memiliki banyak penggemar di seantero Indonesia. Nah, itu tadi bandnya, bagaimana dengan salah satu personel dari setiap band itu ternyata memberi cerita lain bagaimana dunia musik yang selama ini mereka jalani membuka jalan lain untuk mengenal dunia lain, dunia yang membawa mereka lebih mencintai Allah dan Rasulnya. Paling tidak itulah yang terbersit dari apa yang saya saksikan di acara salah satu televisi swasta nasional pada tanggal 21/06/2015.

Sunu saat sebelum dan sesudah Hijrah

Sunu saat sebelum dan sesudah Hijrah

Sunu (Matta Band), Sakti (ex Sheila on 7) dan Ray (Nineball) adalah pemusik yang kini lebih banyak mendedikasikan dirinya di jalan agama. Secara lahiriyah, perubahan itu nampak dari tampilan gaya dan pakaian mereka yang jauh dari kesan sebagai anak band. Mereka nampak lebih santun dalam berbicara, lebih banyak menundukkan pandangan, memelihara jenggot dan berpakaian gamis. Saya sering melihat tampilan seperti mereka yang biasa dikenal dengan istilah Jamaah Tabligh, yaitu sekelompok orang yang memilih jalan dakwah, mengingatkan sesamanya dan menghidupkan sunnah nabi. Terlepas dari pro dan kontra masyarakat terhadap kegiatan ini, namun bagi saya pribadi kegiatan dakwah adalah jihad fi sabilillah yang akan dibalas Allah dengan surga-Nya karena melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

Walau telah berpenampilan layaknya sebagai seorang pendakwah bukan berarti mereka meninggalkan dunia musiknya sama sekali. Ada memang beberapa pemusik yang langsung meninggalkan dunia musiknya demi untuk mendalami agama, namun bagi Sunu, bermusik dapat menjadi ladang dakwah baginya untuk menyampaikan kebaikan karena mungkin ada orang yang berubah menjadi lebih baik setelah mendengarkan musik yang didalamnya diisi dengan lirik-lirik dakwah, lirik-irik yang mengajak kepada kebaikan, maka bermusik seperti itu tentulah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Namun apabila bermusik menjadi sesuatu yang melalaikan dan mendatangkan mudharat, hal seperti itu wajib ditinggalkan.

Sebelumnya Sakti, sekarang menjadi Salman

Sebelumnya Sakti, sekarang menjadi Salman

Sakti yang telah merubah namanya menjadi Salman al Jugjawy semenjak mendalami agama Islam juga tetap menjadikan musik sebagai jalan dakwahnya. Sakti yang mulai berubah haluan sejak tahun 2006 dulunya sangat mengidolakan Curt Cobain, namun dalam perjalanannya ia berfikir, apa yang ia dapatkan dengan mengidolakan Curt Cobain, tidak ada manfaat apapun yang datang padanya. Begitu juga ketika menyanyikan lagu patah hati misalnya, kebanyakan orang yang menyanyikan patah hati justru malah semakin membuat si penyanyi semakin menderita “patah hati”. Menurutnya idola, atau aktivitas yang kita lakukan bila tidak mengandung unsur kebaikan, maka seperti itulah yang akan kita alami nanti. Dengan menyanyikan lagu-lagu berisi dakwah, insha Allah kebaikanlah yang akan datang pada diri kita.

Ketiganya tampaknya sepakat jika mereka telah mendapatkan hidayah, bagaimana prosesnya tidak diceritakan dalam acara tersebut. Namun sepertinya ada kesadaran yang muncul bahwa apa yang selama ini mereka lakukan telah menjauhkan dan melalaikan mereka dari agama.

Sebelum dan Sesudah Hijrah

Sebelum dan Sesudah Hijrah

Di akhir sesi acara, Sunu dan Ray menyanyikan sebuah lagu bertema religi yang saya baru pertama kali itu mendengarnya, perpaduan dua suara mereka memang begitu syahdu. Apalagi kini mereka telah membuat grup vocal baru yang diberi nama Medina, jadi nggak sabar saya pengen mengkoleksi lagu-lagunya. Sementara Sakti, eh Salman al Jugjawy menyanyikan lagu Sephia yang telah ia gubah liriknya.

Selamat tinggal kekasih laluku, Dunia…

Selamat datang kekasih baruku, Akhirat…

Kekasih sejatiku akan selalu bersamaku…

Ketiganya kini telah berhijrah namun tetap tidak meninggalkan hobi bermusiknya. Jika dulunya mereka menyanyikan lagu-lagu cinta murahan maupun roman picisan, kini mereka memasukkan sedikit demi sedikit nasehat agama kedalam lirik-lirik lagunya.

Berhijrah tidaklah harus meninggalkan apa yang selama ini mereka kerjakan. Mungkin dunia musik memang lebih banyak melalaikan, namun bagaimana sekarang mereka mengubah image bahwa bermusik tidaklah mencari popularitas, fans yang banyak dan uang berlimpah, namun bagaimana mereka mampu mengajak orang untuk berbuat kebaikan, tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sesungguhnya apa yang mereka lakukan bergantung dengan niatnya. Kebaikan akan menghasilkan buah yang baik, insha Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: