Tinju

image

Bah, menang pulak si Mayweather ini betinju sama si Pacman. Kok bisa ya, padahal sepanjang pertandingan dia asik belari kincah kirap kesana-kemari menghindari pukulan si Pacman. Sesekalinya dia mukul, itu pun banyakan tak kenaknya. Apa ada kecurangan sama juri, tak taulah awak. Awak cuma menonton langsung dari tipi nya, itu pun tak full karena menyambil main internet ataupun terkencing ke kamar mandi.

Sebenarnya bisa nya kita tengok dari slow motion yang ditayangkan setiap jeda ronde. Tapi tipi Indonesia ni kalo menayangkan tinju asik iklaaan aja yang ditonjolkan. Entah iklan apa ajalah, sampe layar tipi pun bisa tiba-tiba berubah jadi kecil karena si iklan harus nongol di tengah pertandingan. Iklan ini tak hanya di pertandingan tinju aja nya, di pertandingan sepak bola yang tayang di tipi pun gitu jugak. Akhirnya, tak bisa lah tetengok slow motionnya. Entah pukulan siapa yang kenak, entah siapa yang meleset. Tapi sepanjang pertandingan

yang kutengok. Si Mayweather yang sombong dan tak pernah kalah ini yang selalu kenak pukul.

Sebenarnya bukan cuma aku yang gak puas sama hasil nilai juri dalam pertandingan tinju kelas berat ini. Penonton di ring tinju Las Vegas pun selalu mencemooh si Mayweather yang oportunis. Setiap kali si Mayweather berlari menghindar maka penonton menyorakinya, “Huuuu… huuu…” sepanjang pertandingan suara itu selalu kedengaran di tipi.

Terlebih saat namanya diumumkan sebagai pemenang dan berdiri di tali ring, semua penonton berteriak Huuuu…. Itu artinya penonton pun tak sudi kalo si May menang, kecewa lah pasti. Komentator di tipi pun gitu jugak, mereka menilai ini kemenangan yang kontroversial. Tapi apalah daya. Kita cumak penonton. Juri lah yang membuat keputusan. Tau kelen berapa nilai yang dikasi juri gilo itu, Mayweather menang angka mutlak 118-110, 116-112 dan 116-112.

Kalo boleh kubilang, jurinya ini pilih kasih. Mana yang sukak dia didukungnya, dikasinya nilai tinggi. Apalagi kudengar di tipi, salah satu jurinya bekawan dekat pulak sama si Mayweather. Tapi yang tak bisa kuterima, ketiga juri memenangkan si Mayweather pulak. Berarti memang menanglah dia.

Awak mendukung si Pacman bukan karena kami sama-sama orang Asia, bukan pulak karena awak benci sama Amerika terus nggak suka sama si Pretty Boy (kok bisa pulak dia digelar Pretty Boy, tak ada pretty-pretty nya pun kutengok). Tapi ada hal-hal yang kusuka dari diri si Pacman ini yang bisa diteladani. Kalo yang baik itu kan bisa kita ambil dari mana aja. Kata Nabi kita Muhammad, lihat apa yang dikatakannya, jangan lihat siapa yang mengatakan. Atau dalam makna lain, ambillah hikmah atau kebaikan itu walau keluar dari mulut binatang. Biji kopi yang keluar dari kotoran luwak aja bisa jadi makanan mahal. Iya kan…

Nah, si Pacman ini katanya akan menyumbangkan sebagian penghasilan dari tinjunya melawan Money Man untuk orang-orang miskin. Gilak nggak tuh, eh bukan gilak ding, tapi mulia sekali nih orang. Pacman memang dikenal sebagai petinju dan senator yang dermawan. Setiap kali bertinju, hasilnya sebagia dia sumbangkan. Bayangkan aja penghasilannya melawan Mayweather diperkirakan mencapai 1,5 triliun. Kalo sebagiannya dia sumbangkan, berarti sekitar 750 milyar uang sebanyak itu dia sumbangkan. Berapa banyak kebaikan yang akan dia terima termasuk doa doa baik dari orang yang menerima sumbangannya.

1,5 triliun dalam 12 ronde, hmm… itu artinya setiap detiknya setara dengan Rp 664 juta atau setiap detik Pacman bisa beli 1unit mobil Fortuner type 86… mau jadi petinju aja lah kalo penghasilannya kayak gini. Tapi bagi Pacman, uang itu bukanlah ambisinya. Ia hanya bertinju untuk menghibur. Beda dengan si Mayweather yang memang dikenal sebagai Money Man. Sampe-sampe pelindung giginya aja mahalnya mintak ampun, harganya 323 juta. Emang harga gigi si Mayweather berapa sih per ekor, hehe…

Sisi lain yang patut diteladani adalah perjuangannya dalam meniti karir sebagai petinju. Saat awal-awal bertinju, lelek ini cuma dibayar 2 dolar per pertandingan, tapi berkat kegigihannya untuk mencapai cita-citanya sebagai petinju profesional, sekarang dia malah jadi petinju kaya raya diseantero Asia Tenggara. Pasti dia tau kali tentang pepatah, “siapa bersungguh-sungguh dia akan mendapat.”

Cemana pun pertandingan udah abis, suka gak suka Mayweather jadi pemenangnya. Dia pun meraih gelar WBO, WBA entah WBC. Pastinya bukan TBC. Walau pada akhirnya tidak menghibur para fans, tapi promotor dan panitia sangat bersuka cita karena hari ini mereka panen uang 5 triliun pren…

dibuat abis nonton tinju sambil jemur pakaian.

Satu Tanggapan

  1. paling kesel kalau lagi seru serunya bertanding dikit dikit iklan muncul, tp itulah tv indonesia, mereka memasang iklan pada prime time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: