Kereta Api

Atap gerbong KA

Atap gerbong KA

Malam minggu ini aku lagi duduk-duduk di kursi kereta api. Ngapain? Ya duduk saja tapi dengan duduk-duduk begini bisa sampai ke Medan, karena keretanya jalan. Sebenarnya nggak jalan sih, karena kereta tidak punya kaki. Melainkan roda besi yang jumlahnya banyak sekali.

Malam ini saya duduk-duduk di kereta api dan melewatkan konser D’massiv di lapangan kota. Lapangan itu biasa disebut anjungan Sri Mersing. Lapangan yang harusnya bangga karena banyak artis ternama pernah mejeng di sana. Seperti Wali Band, Judika, Five Minutes, Andra & the Backbone, Setia Band dan masih banyak lagi dan mungkin minggu-minggu kedepannya akan ada artis lain yang datang menyanyi.

Asyiknya, penonton tidak perlu membayar untuk menyaksikan mereka karena sudah dibayar perusahaan rokok. Tidak perlu juga beli rokoknya walau SPG tak henti-henti menawarkan benda beracun itu. Tapi kalau perokok ya perlu beli juga. Katanya merokok itu bisa menimbulkan inspirasi, bisa jadi ganteng atau kelihatan macho. Terus bisa belobang juga lehernya kayak di tivi.

Aku masih duduk di bangku kereta api. KA kelas ekonomi tapi rasa bisnis karena di gerbongnya sudah ada AC, tempat charger hp dan tidak ada lagi orang berjualan yang kadang sering bertabrakan dengan penumpang yang nyari bangku.

Tapi sayang AC nya banyak yang bocor. AC nya bisa mengeluarkan air dan bercucuran ke tempat yang lebih rendah. Seperti pepatah bilang, air cucuran AC jatuhnya ke kepala penumpang. Sepertinya harus sedia payung jika naik kereta api ini.

Aku masih duduk di bangku kereta api dengan bahu miring. Bahu kiriku miring karena menjadi sandaran kepala istriku yang tertidur. Mungkin itulah posisi terenak yang dirasakannya dan posisi terpegal yang kurasakan. Tetapi apalah arti bahu kiriku. Penghasilanku pun kuserahkan untuknya.

Malam minggu ini aku masih duduk di bangku kereta api. Melewatkan hobi nonton sepak bola di tivi. Padahal malam ini ada pertandingan Real Madrid, klub favoritku melawan Granada. Tapi sama saja, tidak ada tivi swasta nasional yang menyiarkannya. Jadi aku mengupdate lewat berita online saja. Semoga Real Madrid menang dan Granada juga menang… gung kekalahan.

Aku masih duduk di bangku kereta api. Entah mengapa namanya masih kereta api. Padahal tidak ada apinya. Mengapa tidak diganti saja jadi kereta darat atau kereta ulat. Kalau dilihat dari atas pasti kereta ini seperti ulat. Cuma bedanya kalau ulat, kepalanya terpisah badannya yang bergerak-gerak. Kalau kereta api, kepalanya bisa putus dan pergi kemana-mana meninggalkan badannya.

Aku masih duduk-duduk juga di bangku kereta api. Mungkin setengah jam lagi aku sudah berbaring di kasur.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: