Imam Seumur Hidup

Mesjid kecil itu kini seperti bunga yang baru mekar. Pagar tembok dan tiangnya bersinar disiram cahaya lampu, cat tadi siang membuatnya semakin mengkilap. Berkah bulan ramadhan sungguh terasa, tidak hanya buat manusia, hewan dan tumbuhan, bahkan sebuah mesjid pun menerima derma-derma yang membuatnya hidup.

Hakikinya, hidupnya sebuah mesjid bukanlah terletak pada megahnya bangunannya, bukan pada keindahan kaligrafi yang menghias setiap dindingnya, sejuk hembusan udara dari AC, atau dari taman-tamannya yang penuh dengan bunga, ada yang merah dan ada yang putih… lah, jadi nyanyi. Namun ia dikatakan hidup tatkala setiap waktu shalat fardhu, berkumandang panggilan azan dari toa yang sudah tua.

Kakek marbot lah yang selalu ‘menghidupkan’ mesjid. Setiap lima waktu iya selalu ada, menyetel tape recorder kala menjelang waktu solat dengan kaset lantunan ayat suci al-Qur’an. Kadang, kakek sendiri yang mengaji dengan mikropon yang dilakukan menjelang subuh. Suaranya tidaklah merdu semacam Muammar ZA yang kasetnya sering kakek putar. Malah terkadang terdengar seperti dengungan lebah karena suara kakek yang sudah dimakan usia kurang nyetel dengan treble amplifiernya.

Kakek marbot adalah semacam imam seumur hidup, tak tergantikan. Semacam Soekarno dulu. Bukan karena tak ada jamaah yang suaranya lebih fasih atau yang gerakan solatnya rapi. Namun kepercayaan diri di antara jamaah untuk menjadi imam yang belum muncul.

“Padahal pak Karjo itu bisa jadi imam, bacaannya pun fasih, tapi nggak mau dia jadi imam, kecuali kakek nggak ada. Padahal dia itu ketua BKM di sini.” Kata bang Rino sekretaris BKM.

Memang benar, Pak Karjo pernah mengimami solat zuhur ketika kakek tidak ada. Saat itu kakek pergi ke Kota Kisaran untuk berziarah ke makam anggota keluarganya.

Pernah suatu kali kakek menyodorkan jabatan imam ketika iqamat selesai. Namun tak ada satu pun jamaah yang beranjak melangkah ke depan.

Tiba-tiba dari arah belakang melangkah bang Rino ke depan, tapi bukan ke ruang imam. Dia cuma memijat-mijat bahu kakek dan bilang “ayo kek, imam lagi…” dan kakek cuma tersenyum (entah karena kulit pipinya yang sudah jatuh jadi nampaknya selalu tersenyum).

Kakek marbot semakin tua, penyakit lupa pun mulai menggerogotinya. Tak jarang jamaah mengucap “subhanallah” jika ada gerakan solat yang terlewat. Syukur, ketika mendengarnya kakek kembali menemukan ‘jalannya’. Entah bagaimana kalau sekiranya kakek juga lupa entah gerakan apa selanjutnya yang menyebabkan jamaah berucap subhanallah sebanyak 3 kali. Siapa bakal yang menggantikan kakek?

Kakek tidak cuma imam yang tak tergantikan, iya juga pendoa forever. Acapkali wirid yasinan, kakek seolah adalah ikonnya. Kala pembagian tugas tahtim tahlil petugasnya selalu berganti, namun saat berdoa tetaplah nama kakek yang disebut. Sekali waktu kakek lupa, doa yasinan biasanya terdiri dari dua macam yang dipisahkan dengan bacaan alFatihah yang dibaca bersama-sama. “Aamiin ya Allah, aamiin ya Rahmaan… dst walhamdulillahirabbilalamiin. ALFAATIHAH!!!” Para jamaah mengusap wajah sambil menampakkan mimik muka heran. Kok Alfatihah lagi pikir mereka. Tetapi mereka tetap bertaklid pada kakek dan mengaminkan doa kakek lagi. Untunglah setelah itu tidak alfatihah lagi.

Kakek marbot sudah tua. Siapa nanti yang menggantikan ia menjadi imam jika ia sakit atau tidak ada? Siapa yang menjadi pendoa diwiridan jika kakek berhalangan? Siapa lagi yang akan menghidupkan mesjid sepeninggal kakek?

Waktulah yang mungkin akan menjawabnya atau BKM harus rela menghabiskan uang infak mesjid untuk membayar imam panggilan dari seberang kampung sebagaimana yang mereka lakukan di beberapa malam di bulan ramadhan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: