Hikmah di Pantai

Blog ini semakin tak terawat saja, sukurlah blog ini tidak seperti halaman belakang rumah di kampung  yang bisa ditumbuhi semak belukar dan sampah daun-daun kering kalau ditinggal berbulan-bulan. Tapi terkadang, kerinduan yang menyeruak tiba-tiba membuat jari-jari ini harus bermain-main lagi, merangkai kata demi kata untuk menuangkan isi hati dan pikiran agar tak menggumpal dan menguap sia-sia tak menjadi kenangan.

Ini terjadi semenjak menikah, cieee… blog ini memang semakin kurus alias kurang diurus, maklumlah udah ngurus makhluk ciptaan Tuhan yang lain, yaitu bidadariku yang nggak suka baca blogku.

Dulu, waktu masih sendiri di kos-kosan, begitu sering ide-ide berkelebat dan muncul untuk dituliskan di blog ini. Namun setelah tak lagi sendiri, waktu untuk ngeblog seakan tiada lagi. Ide-ide yang muncul kembali tenggelam setelah melihat wajah bidadariku dan tentu saja waktu yang tersisa hanya dihabiskan dengannya. Cieee….

Harusnya sih tidak seperti itu. Masa yang dilalui setelah menikah jangan dijadikan kambing hitam atas ketidakproduktifan diri ini dalam menelurkan karya-karya (ciee… karya yang sangat biasa-biasa saja) yang manfaatnya mungkin bisa dirasakan orang lain atau paling tidak diri sendiri lah dan setelah menikah seharusnya lebih memacu diri lebih produktif lagi dalam menjalankan hobi ngeblog ini. Apalagi kalau diseriusin, ngeblog juga bisa menghasilkan uang.

Kalau saja tidak malas, banyak sebenarnya ide-ide tulisan yang bisa dituangkan di sini. Misalnya saja kemarin saat libur panjang berkaitan dengan hari raya Nyepi, aku, istriku dan teman istriku bersama istrinya menikmati indahnya salah satu tempat wisata di Kabupaten Serdang Bedagai yaitu Pantai Pondok Permai, di sebelah kirinya ada Pantai Gudang Garam dan di sebelah kanannya ada Pantai Lestari. Banyaklah pokoknya nama pantai di situ.

Dengan mengenakan sepatu kasual yang kubeli dari Zalora dan baju kaos Dagadu yang kubeli waktu bulan madu di Jogja (hihihi… pamer lah sekali-kali walau agak saltum), kunikmati hembusan angin dan sambutan pohon-pohon pinus begitu memasuki area pantai. Ini pantai kedua yang kunikmati bersama isteri setelah Pantai Parangtritis.

Hari libur benar-benar menjadi berkah bagi pengelola pantai. Pondokan untuk sekedar bersantai pun sulit kami temukan karena telah terisi penuh semua dan harus rajin menunggu pengunjung yang lain pulang sehingga bisa bergantian.

Di tempat itu, aku sempat mencuri perhatian pada satu keluarga yang menempati pondokan tidak jauh dari sebelah kiri pondokan kami. Seorang Bapak dengan pakaian kasual berkacamata dikelilingi beberapa orang, sepertinya isteri dan anak-anaknya. Perkiraanku, umur bapak itu 60-an dan sepertinya ia pernah mengalami stroke sehingga tidak dapat berbicara dengan jelas. Kadang-kadang, anaknya tertawa dan mengulang-ulang kata sebagai jawaban atas bahasa ayahnya yang mereka terjemahkan sendiri. Begitu sabar mereka berbicara dengan ayahnya.

Sang anak yang perawakannya besar selalu menanyai ayahnya dan membujuknya untuk ikut mereka berjalan-jalan setiap hari libur. Sepertinya mereka ingin sekali membahagiakan ayahnya yang sudah stroke untuk dapat menikmati hari tuanya dengan gembira. Tidak meratapi penyakitnya dan tidak mengkhawatirkan keadaan anak-anaknya yang sudah mandiri. Aku mendengar, bulan depan sang anak yang perawakannya besar itu akan membelikan tiket pesawat, mengajak ayahnya jalan-jalan ke Jakarta.

Ada  dan pelajaran berharga dan hikmah yang bisa kita petik dari mereka. Bahwa sesibuk apapun kita, ingatlah ayah ibu kita yang mungkin ingin sekali menikmati hari tuanya dengan berjalan-jalan bersama anak-anaknya. Dahulu, kita merengek-rengek meminta orangtua kita untuk membawa kita ke tempat yang kita sukai dan sekarang, kita juga harus merengek-rengek mengajak mereka jalan-jalan ke tempat yang mereka sukai. Kebersamaan ini, janganlah cepat berlalu… Kata sebuah syair lagu.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: