Pengamen Panggung Hiburan Pesta

Bulan Desember biasanya identik dengan tingginya curah hujan, sehingga ada yang menyebut kalau bulan Desember adalah musim hujan. Selain musim hujan, Desember juga adalah musim durian. Habisnya malam tadi saya putar-putar keliling kota dengan bebek revo saya, eh banyak sekali orang jualan buah durian. Saya sampai kepengen untuk beli. Tapi nggak jadi, sayang… Harusnya saya kepengen makan, biar jadi beli. Akhirnya yang saya beli buah duku. Karena ada tulisan di kartonnya “Duku manis, Rp13.000”. Kenapa buah duriannya nggak dibuat tulisan seperti itu ya…

Selain musim hujan dan musim durian, Bulan Desember juga musim ulang tahun. Di kantor saya udah tiga orang yang berulang tahun di bulan desember ini. Kalo ada yang ulang tahun enaknya bisa makan kue, gorengan dan ada juga ngasi nasi bungkus gratis dari yang berulang tahun. Kasian, kayak anak yatim semua.

Satu lagi, Desember ini identik dengan musim kawin. Coba aja lihat hampir setiap hari ada orang pesta kawinan. Teman-teman satu perusahaan juga banyak yang menikah di bulan desember. Sodara saya juga ada yang menikah di bulan Desember. Ada juga yang tunangan di bulan desember. Kalo saya, sering dapat undangan di bulan Desember. Ya udah lah nggak apa-apa. (narik napas dalam-dalam)

Oh, saya mau beri informasi hal yang unik dalam setiap acara pernikahan yang pernah saya datangi. Biasanya kalau ada pesta pernikahan pastilah ada hiburan. Seperti pepatah yang mengatakan, dimana ada gula, disitu ada semut. Dimana ada jemuran, disana ada matahari. Dimana ada orang jualan durian, disitu ada orang yang beli durian. Begitulah… Hiburan dan pesta pernikahan itu sudah tidak dapat dipisahkan. Hiburan dalam pesta pernikahan dapat berupa organ tunggal, nasyid, atau band.

Beberapa waktu belakangan ini, muncul fenomena pengamen yang mengadu nasib di atas panggung hiburan pesta pernikahan. Kalo kamu orang Medan, pastilah kamu tau. Saya tidak tau apakah di daerah lain juga terjadi hal yang sama.

Uniknya, mereka yang mengamen memiliki keistimewaan (meminjam bahasanya Aa Gym) pada penglihatannya. Tapi saya tidak tahu apakah mereka dapat melihat seperti orang pada umumnya atau tidak karena saya tidak pernah bertanya pada mereka.

Biasanya sang pengamen datang diantar oleh seseorang, apakah seseorang itu koordinatornya atau sodaranya. Wallahua’lam. Mereka sebelumnya akan minta izin si empunya hajatan atau pemilik hiburan. Setelah dipersilahkan, sang pengamen naik ke atas pentas dan membawakan minimal dua tembang lagu dengan membawa plastik kresek sebagai tempat uang. Tentunya sang pengamen berharap bahwa para tamu undangan akan memberi mereka uang dan hal itu sangat berhasil. Selain terhibur, para tamu undangan juga bersimpati melihat keadaan sang pengamen sehingga banyak yang bersedekah memasukkan uang ke dalam plastik kresek sang pengamen.

Ada juga tamu yang membawa hape dan datang mendekati sang pengamen. Pastilah orang itu akan memasukkan hp-nya ke dalam plastik kresek. Oh… ternyata saya salah. Orang itu cuma menjepret sang pengamen dengan kamera hp-nya.

Saya juga mau ikutan ah… Mau ikutan fotoin dia. Agar saya tidak malu, saya akan suruh keponakan saya yang masih lugu.

“Nabila! Kemarilah…” panggil saya.

“Apa Om…”

“Fotoin lah orang yang lagi nyanyi itu. Pencet tombol yang tengah ini ya.”

Nabila tersenyum malu-malu tapi ia langsung beranjak pergi melaksanakan permintaan saya. Sungguh keponakan yang sangat penurut dan percaya diri.

Tidak lama kemudian dia sudah datang menyerahkan hp. Wah, dia berhasil dan hasil fotonya lumayan kok. Kelihatan pengamennya yang lagi nyanyi. Tapi pengamennya lihat nggak ya dia diambil fotonya. Semoga saja kelak dia tidak menuntut keponakan saya yang telah mengambil foto tanpa seizin dia.

menyanyi di panggung hiburan pesta pernikahan

menyanyi di panggung hiburan pesta pernikahan

Para pengamen yang muncul tiba-tiba dalam setiap acara hiburan di pesta pernikahan juga telah merambah ke kampung-kampung. Nampaknya kegiatan ini sepertinya telah diagendakan dengan sangat rapi. Pengamennya pun memiliki ciri khas yang sama. Memiliki keistimewaan pada penglihatan mereka.

Apakah mereka berasal dari satu wadah, satu yayasan atau komunitas tertentu nampaknya memang demikian, karena kesemuanya memiliki ciri-ciri yang sama dan memilih lagu yang jenis musiknya sama. Lagu Dangdut. Apakah lagu dangdut bisa dijadikan instrument salah satu factor mereka dari komunitas yang sama? Tentulah saya bingung menjawabnya.

Terlepas dari penggunaan hasil ngamennya dibelikan untuk apa. Fenomena ini akan terus berlangsung dan berkembang dan menjadi tempat yang paling menjanjikan untuk memperoleh uang dengan cara yang santun dan jauh dari asap dan debu jalanan seperti yang dihadapi para pengamen jalanan.

Para pengamen panggung hiburan ini pun tidak perlu susah payah membawa alat music semacam gitar, gendang atau lempengan tutup-tutup botol yang dijadikan alat music. Mereka cukup datang dengan satu kantong plastic kresek, meminta lagu kepada pemain keyboard dan kemudian bernyanyi menggunakan mix dan sound system yang bagus diiringi music keyboard, didengar berpuluh dan beratus-ratus tamu undangan. Dengan hanya menyumbangkan dua lagu. Plastik kresek yang tadinya kosong telah terisi penuh dengan uang.

Selama kegiatan mencari rezeki dengan mengamen di panggung hiburan pesta seperti ini tidak mengganggu indahnya pesta yang berlangsung tentu hal ini akan terus permanen dan akan menjadi sebuah kebiasaan.

Bagi para tamu undangan yang baru pertama kali menyaksikan tentu akan iba dan mudah bersimpati dengan fenomena tersebut lalu akan mudah bagi mereka mensisihkan sebagian rezekinya pada pengamen panggung hiburan.

Bagaimana pun, mengamen adalah salah satu cara mencari rezeki dengan cara yang halal yang masih lebih baik dibandingkan meminta-minta di pinggir dan di tengah jalan yang bisa membahayakan jiwa mereka juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Mungkin nanti ada pengamen panggung hiburan pesta mendapat durian runtuh, suaranya yang indah didengar oleh tamu undangan yang ternyata seorang produser music lalu mengajaknya ke dapur rekaman. Dibuatkan album dan lagunya meledak dipasaran, terus jadi selebritis. Siapa tahu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: