Arti sebuah Kehilangan

Ketika kau kehilangan seseorang yang kau cintai, ia tidak benar-benar meninggalkanmu. Ia hanya pindah ke tempat khusus di hatimu. (Frankenweenie)

Pagi yang sepi bersama aroma ikan asin digoreng dari arah dapur membawaku untuk ngeblog lagi.

“Sarapan Jaya…”

Aku mengangguk yang artinya adalah: iya, nanti sebentar lagi bang. Sepertinya perut ini belumlah lapar, mungkin selera untuk sarapan ini telah hilang karena baru saja menonton film Frankenweenie. Film animasi tentang seekor anjing yang mati ditabrak mobil dan coba dihidupkan kembali oleh Viktor, anak kecil yang sangat mencintai Sparky, lewat pengajaran dari sekolahnya, Viktor membuat sebuah percobaan dengan memberi setruman pada mayat Sparky. Sparky disetrum lewat petir… dan JDDDUUUUARRRR!!!! Sparky hidup kembali.

Sepertinya film ini harus dicontoh oleh anak-anak kecil sekarang yang ingin menghidupkan kembali hewan kesayangannya yang telah meninggal dunia. Caranya adalah seperti yang dicontohkan dalam film itu. Pasang asesoris besi pada bangkai seekor hewan, entah itu kura-kura, kucing, anjing atau tikus. Kalau bisa jangan cacing, karena akan sulit memasang asesoris besi pada bangkai cacing kan…

Asesoris itu diberi tegangan listrik sesuai dengan positif dan negatifnya, pernah lihat baterai sepeda motor atau mobil kan? Kan ada positif dan negatifnya untuk mengalirkan energi listriknya, kira-kira dibuatlah seperti itu. Lalu perhatikan apa yang terjadi…

Kalau itu tidak berhasil, cobalah berkali-kali. Itu artinya kamu orang yang tidak gampang menyerah. Tapi kalau tidak juga berhasil. Berilah pengertian pada dirimu bahwa hal itu mungkin mustahil, atau hal itu hanya bisa terjadi di film saja.

Kehilangan adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Kehilangan yang kita inginkan adalah sesuatu yang hilang itu bukanlah sesuatu yang kita cintai. Sesuatu yang kita cintai akan kita jaga agar tidak hilang atau mati. Tapi mati atau hilang adalah sebuah keniscayaan. Mampus kelen bingung baca tulisan ini.

Kata penulis bijak, sesuatu itu menjadi berarti ketika dia telah pergi atau hilang dari sisi kita. Memang benarlah itu. Seringkali sesuatu yang dekat dengan kita tidak kita sadari betapa pentingnya dan bermanfaatnya dia. Kita biarkan dia tergeletak sembarangan, kita selalu berpikir kita akan mudah menemukannya karena dia selalu berada disana. Lalu saat kita butuh, ternyata dia sudah tidak ada. Kita sibuk mencari kemana-mana. Membongkar laci dan lemari. Melongok ke dalam kolong, menuduh sana-sini tapi tidak juga ditemukan. Akhirnya rasa penyesalan timbul. Kenapa tidak sadar bahwa itu adalah benda yang sangat penting dan kehilangannya berarti akan terhambatnya lalu lintas pekerjaan. Itu adalah contoh kecil kehilangan staples (hekter) di kantorku. Makanya, sekarang di kantor itu akan kau temukan hekter, pelobang kertas, pulpen yang diikat. Semua itu karena kesadaran pemiliknya tentang makna sebuah kehilangan.

Kehilangan bukan selamanya berarti penyesalan. Kehilangan harusnya melahirkan energi baru untuk menjaga sesuatu atau hal lainnya agar tidak lagi terjadi hal serupa. Misalnya, kalau ada seseorang yang meminjam bukumu, ingatkan dia terus menerus untuk mengembalikannya. Atau jangan sekali-kali meminjamkannya. Lahirkan energi barumu untuk berani berkata “No…! Buku ini tidak aku pinjamkan. Ha… ha… ha… Tentu saja ini saran yang benar-benar sesat.

Kehilangan tidak semata-mata kesedihan. Kehilangan harus melahirkan motivasi baru bahwa kita akan mendapatkan yang lebih baik daripada yang sudah hilang itu. Pernah kah kau kehilangan pacar? Misalnya saat kau berjalan-jalan dengannya di mall, eh… tiba-tiba pacarmu hilang. Kau harus menumbuhkan motivasi baru untuk mencari penggantinya. Tapi jangan buru-buru. Mungkin saja dia sedang berbelok untuk melihat-lihat tas atau sepatu. Atau jika kamu pergi ke mesjid dan ketika akan pulang, sandal atau sepatumu sudah tidak ada. Tumbuhkanlah motivasi pada dirimu untuk mencari gantinya yang lebih baik. Maka kau akan digelar si pencuri sandal.

Inti dari semua itu adalah, Kehilangan sesuatu adalah mendapatkan sesuatu. Ada yang pergi dan ada yang datang. Keikhlasanlah yang membuat semuanya indah dan baik-baik saja.

Iklan

4 Tanggapan

  1. eaa galau2 nih..
    kita memang harus mensyukuri apa yang kita dapat, jangan sampai nyesel setelah apa yang sudah kita miliki pergi begitu saja 😛

  2. kalau sudah kehilangan baru deh kita termenung :”)

  3. jangan lah kita terlalu cinta terhadap sesuatu, kalo udah kehilangan biar gak kecewa-kecewa banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: