ramadhan kali ini

Ramadhan kali ini agak sama dan agak beda dari tahun sebelumnya. Agak samanya itu adalah ketika sahur yang bangunin masih aja alarm hape. Beda sama temen satu kamar ini, ada suara cewek keluar dari hapenya. Nah, kalo agak bedanya itu… pas sahur taon kemarin ada tukang rantangan yang nganterin makanan sahurnya, jadi gak repot-repot masak nasi dan beli lauk kayak saat ini.

Taon kemarin, aku gak pernah absen shalat tarawih di mesjid. Tapi taon ini, kebanyakan malah shalat tarawih di kosan. Gara-gara gak bisa pulang cepat dari kantor. Adaaa aja kerjaan.

Taon kemarin pun masih sempat ikut shalat tarawih berjamaah yang diadakan setiap bank-bank yang tergabung dalam lembaga kliring di Kota Madya Tebing Tinggi. Tapi tahun ini bisanya cuma hadir sekali. Walau sekali pun lumayanlah dari pada tidak sama sekali.

Ada pelajaran menarik waktu ikut tarawih yang diadakan di Bank Sumut malam itu. Ternyata pernyataan yang selama ini sering kita ucapkan berupa kalimat “Minal Aidin wal Faidzin” masih banyak salah dimaknai oleh umat Islam sendiri. Biasanya kalimat “Minal Aidin wal Faidzin” selalu dipasangkan dengan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”, sehingga banyak orang beranggapan bahwa arti dari “Minal Aidin wal Faidzin” adalah “Mohon Maaf Lahir dan Bathin”. Bukan itu.

Ustadz malam itu bilang, makna “Minal Aidin wal Faidzin” adalah ungkapan selamat atas kembalinya kita dari perjuangan yang besar yaitu melawan hawa nafsu dan akhirnya meraih kemenangan. Begitu besar makna itu sehingga dianggap tidak layaklah orang yang tidak berpuasa mendapatkan ucapan kalimat itu.

Ada juga orang yang mengucapkan kalimat ini ketika menjelang awal bulan ramadhan akan dijalani. Padahal dari makna ungkapan itu lebih tepat diucapkan ketika memasuki 1 syawal atau Idul Fithri yang disebut hari kemenangan, menang melawan hawa nafsu.

Kalau soal kebiasaan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Bathin” itu sebenarnya baik, tapi alangkah lebih baik diiringi dengan berjabatan tangan, karena Rasulullah bersabda bahwa apabila ada dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan maka dosa kedua orang tersebut diampuni Allah sebelum keduanya melepaskan tangan mereka.

Kecanggihan teknologi akhirnya menepikan makna jabatan tangan itu sendiri. Banyak umat Islam kini lebih suka mengucapkan maaf lewat sms, email, card lebaran dan bahkan lewat blog seperti yang satu ini…

Maaf lahir dan batin ya temen-temen pembaca blog ini. Baik yang memang gandrung sama blog ini maupun yang kecelakaan (gak sengaja nemu blog sampah ini). Mungkin selama blog ini mengorbit di bumi pertiwi ini, ada banyak tulisan yang tidak berkenan di hati kamu kamu sekalian…

Oh iya, idul fithri telah menjelang, siap memeluk jiwa-jiwa hamba-Nya yang benar-benar menjalankan ibadah puasanya, sehingga ada perubahan ke arah lebih baik dibanding dari tahun sebelumnya. Bagi yang belum merasa jadi lebih baik. Marilah kita terus meningkatkan kualitas ibadah kita, mumpung Allah masih kesempatan kita tinggal di bumi-Nya.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laailaahaillallahuwallaahu Akbar… Allahu Akbar walillaahilhamd…

 

 

 

 

 

Iklan

7 Tanggapan

  1. mohon maaf lahir dan bathin juga mas 🙂

    ramadhan ini saya full tarawih di rumah juga 😦

  2. Mohon maaf lahir dan batin ya, Jay. 😀

  3. kasianya..,,tapi kan ada ibu kos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: