Life is a Choice

Telah kutinggalkan kota Meulaboh yang sempat kutiduri selama 3 tahun. Kota Meulaboh tempat dimana aku bekerja dan berkarya (karya yang tak bisa disebutkan saking banyaknya?) dan tempat dimana aku menjalani derita dan suka cita bersama teman-teman satu kerjaan.

Sedih memang meninggalkan teman-teman, apalagi teman yang usianya di atasku yang sudah kuanggap sebagai abang sendiri. Meninggalkan anak-anak (beneficieries). Rasanya begitu berat, dada terasa sesak, tapi mau tak mau ya harus dijalani demi tanggung jawab dan masa depan.

Hidup adalah pilihan. Itu kalimat yang acapkali kutemukan di buku. Pilihan-pilihan itu begitu banyak hingga harus ada kematangan berfikir untuk memutuskan sebuah pilihan. Artinya memilih itu tidak gampang, kita akan menghadapi konsekuensi atas pilihan yang kita tetapkan. Apakah yang kita pilih itu nantinya akan membuat kita lebih baik dari sebelumnya atau tidak.

Tapi yang manapun semua adalah yang terbaik. Hanya saja kita punya alasan dan ukuran tersendiri atas setiap pilihan itu. Banyak orang menaruh harapan pada satu pilihannya, lalu kemudian menjalaninya. Ada yang sampai pada harapannya ada pula yang tidak.

Ada yang tidak mau memilih. Tetap menjalaninya sebagaimana biasa karena kita telah menikmatinya dan merasa nyaman. Kalo psikolog bilang, orang seperti itu termasuk the Campers, artinya kira-kira golongan 0rang-orang yang betah di zona aman. The Camper masih lebih baik ketimbang the Quitters loh… (cari aja di kamus apa artinya 🙂 )

Setiap orang punya mimpi. Namun tidak setiap orang akan berusaha mewujudkan mimpinya. Tidak pula setiap orang yang berusaha meraih impiannya mendapatkannya, karena Allah-lah yang punya taqdir. Kita manusia hanya berusaha, Allah yang menetapkannya.

Saat-saat menentukan sebuah pilihan untuk meninggalkan pekerjaan lama dan meninggalkan kota Meulaboh tercinta adalah saat-saat yang sulit. Aku selalu berdoa agar pilihan ini tidak menjadi pilihan yang salah. Aku yakin, pilihan ini adalah bagian dari skenario Dia. Aku yakin ada hikmah lain yang bisa kugali dari perjalanan baru ini. Masa lalu yang kutinggalkan akan menjadi pengalaman yang berharga untuk menutupi lubang-lubang dalam perjalananku nanti.

Selamat tinggal Meulaboh… Good bye my friends. Bg Taufik, Bg Soleh, Bg Omar, Bro Biar, Zaldy, Eko, Khaidir, Dila, Sasa, Icut, kalian adalah teman-teman terbaik dan terhebat. Sukses buat kita semua!!!

 

Iklan

8 Tanggapan

  1. tp terkadang pilihan itu sulit ditentukan , untuk menentukan apakah kita hidup sesungguhnya atau tidak 🙂

    bener bang, apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak, hehe… kita hidup sesungguhnya kala kita bermanfaat buat orang lain kan…

  2. Menarik.
    The Campers. damn it’s true… 😦

    Semoga sukses, Jay…

    thanks cit… sukses juga ya buatmu 🙂

  3. loh loh… mau kemana dek?….. serius neh… jawab euy

    maaf bang lama balasnya, sekarang udah pindah ni ke sumut… 🙂

  4. yahhhhhhhhhh
    padahal ada kemungkinan aku bakal pindah kerja ke KPPN Meulaboh loh

    wah, sayang juga ya dead, gak ketemu kita 🙂

  5. berkunjung….

    salam

    terima kasih mila….
    salam kembali

  6. Hidup memang pilihan.. walau terkadang sulit mana yg harus dipilih hehe..

    setuju. 🙂

  7. Hidup adalah pilihan, saya setuju dengan kalimat tersebut.

    Setiap pilihan punya kelebihan dan kekurangan serta resiko masing masing, tidak bisa menyamaratakan pilihan orang yang satu dengan orang yang lain, karena setiap orang mempunya pandangan yang berbeda terhadap suatu pilihan.

    jadi yang mana pilihan Anda?

  8. Cita-cita dan mimpi, itu hal yang tidak berbeda.
    setiap orang bebas memilih mimpinya, bebas menentukan cita-citanya, bebas berangan angan sesuai keinginannya.

    namun semua itu hanyalah planing atau rencana kita, rencana Allah siapa yang tau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: