Karangan Bunga tak Bermakna

Di bulan ini, ada begitu banyak bencana yang menyambangi Indonesia, ini benar-benar menjadi Oktober kelabu yang nyanyiannya terngiang dari Wasior, Merapi hingga Mentawai…

Ada banyak ungkapan belasungkawa untuk Indonesia dari pemimpin-pemimpin negara lain, ada pula ungkapan belasungkawa yang mengalir bagi para korban bencana.

Lihatlah karangan bunga berjejer sepanjang jalan di setiap rumah duka. Dari si Fulan, si Ini, si Itu… dan tak terhitung lagi nama-nama beken dengan jabatan mentereng terpampang dan tersusun indah dari hiasan bunga yang dirangkai sedemikian rupa.

Untuk apakah karangan bunga itu?

Coba tanyakan pada keluarga korban. Apakah mereka ingat siapa-siapa yang namanya tercantum di papan bunga itu. Apakah mereka punya waktu untuk membacanya atau jangan-jangan mereka sendiri masih buta aksara.

Mereka itu butuh dukungan, butuh pelukan dan kata-kata untuk membesarkan hatinya. Cukup kata-kata itu tanpa harus papan bunga yang ditempah dengan harga ratusan ribu hingga berjuta.

Daripada menempah karangan bunga, simpan saja uangnya dalam amplop, lalu berikan pada keluarga musibah, kau tulis namamu di amplop pun jadilah. Barangkali uang itu akan lebih berarti buat membangun rumah mereka yang hancur dihantam banjir bandang, tsunami dan wedhus gembel, atau untuk membeli popok dan selimut anak-anak mereka.

Daripada karangan bunga, hanya dibiarkan teronggok di pinggir jalan, dimakan abu lalu sorenya sudah dibawa pulang si pemilik papan bunga, atau malah teronggok layu dan jadi sampah

 

9 Tanggapan

  1. selamat malam sob
    salam dari farus🙂

    malam juga sob… makasih dah mampir🙂

  2. dari banyak tulisan tentang hal yg sama, inilah tulisan yg paling enak saya baca dan saya suka

    sederhana tapi mengena

    terima kasih bang, sekali-kali kritikan donk🙂

  3. aku turut berduka cita pada warga korban bencana di Wasior dan Mentawai..😥 kunjungi blogku ya..:mrgreen:

    oke dan… tunggu aja

  4. sepertinya menyimpan di amplop dan memberikan kepada korban yang bersangkutan lebih layak. dari pada memberikan karangan bunga

    nah, itu yang saya tulis Om🙂

  5. Kunjungan sore🙂

    makasih atas kunjungannya🙂

  6. i hope the disaster will end soon

    thank you for your pray🙂

  7. Bukan karangan bunga yang diharapkan, tapi selimut, mie instan dan bahan makanan

    yup, sama harapan kita🙂

  8. bumi indonesia sudah tidak sanggup menanggung beban dosa penghuninya, beban dosa dusta pemimpin2 yang tak amanah…

    iya ida. Semoga bencana ini lekas berakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: