Yang Berubah di Ramadhan Tahun Ini

Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, ramadhan kali ini tidak begitu semarak.

Mesjid-mesjid begitu lebih cepat lengang ditinggal jamaah, mesjid yang mengadakan kegiatan buka puasa bersama semakin berkurang dan lebih banyak orang yang berkeliaran di jalan-jalan ketimbang memenuhi mesjid, bertadarus atau mendengarkan kuliah agama.

Sebanding dengan kondisi mesjid, orang-orang yang tidak berpuasa pun semakin mudah disaksikan. Kalau dulu orang Islam yang tidak berpuasa akan malu dan sembunyi-sembunyi untuk merokok atau mereguk minum, namun sekarang ceritanya beda, kita akan mudah menemukan kepulan asap rokok dari muncung-muncung sodara kita.

Saat saya dan teman-teman mudik dengan mengendarai L-300 dari Meulaboh, sang sopir dan keneknya tanpa sungkan menyulut rokok kreteknya dan menghembuskannya ke luar jendela. Mereka beralasan tidak tahan puasa apalagi tidak sahur, entahlah itu alasan yang sungguh-sungguh atau dibuat-buat yang pasti mereka sama sekali tidak memberikan penghormatan pada saudaranya yang berpuasa, apalagi mereka muslim. Yang lebih ironis lagi, mereka berhenti sejenak untuk membeli es campur dan diminum di dalam bus. Sungguh keterlaluan! Pengen rasanya mengeluarkan jurus samber geledek buat kedua orang itu.

Ternyata tantangan orang yang berpuasa tidak melulu dari syahwat dan nafsu, namun juga dari godaan syetan yang berwujud manusia, dan tentu saja godaan dari syetan berwujud manusia ini yang paling berat karena jelas secara kasat mata dan menjadi tantangan buat kita karena mereka juga objek dakwah. Nah, amar ma’ruf nahi munkarnya ini yang belum mampu dijalankan. Paling banter beraninya cuma nanya “kenapa gak puasa?” terus ngedumel dalam hati atau mendoakan mereka dan itu selemah-lemahnya iman.

Begitu pula saat di rumah kakak buat transit sebelum mudik ke kampung halaman. Tetangganya teriak-teriak ke pemilik warung yang juga bersebelahan dengan rumah kakak saya memesan indomie dan telur, saat itu memang jam makan siang. Benar saja, tak lama tercium bau masakan dari rumah tetangga itu. Ternyata tetangga kakak saya, satu keluarga tidak ada yang berpuasa. Tanya kenapa?

Dan herannya lagi (heran melulu ya) puasanya gak mau, lebarannya paling heboh. Seolah-olah yang wajib itu merayakan idul fitrinya, bukan puasanya. Padahal idul fitri itu sejatinya milik orang-orang yang berpuasa dimana setelah sebulan berjihad menahan lapar, dahaga dan mengendalikan nafsu selanjutnya adalah merayakan kemenangan dengan jiwa yang fitri. Nah, kalo yang gak berpuasa, harusnya malu untuk merayakan idul fitri karena sejatinya mereka masih dijajah nafsu alias belum merdeka.

Btw, idul fitri sudah menjelang, saya ucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh blogger yang mampir ke blog ini. Minal aidin wal faizin, kullu amin waantum bikhairin

Iklan

4 Tanggapan

  1. Maap lahir batin ya… 😳 ^__^

    Moga tahun depan kita masih bisa bertemu bulan ramadhan lagi. Amin!

    amin, semoga diri kita menjadi lebih baik dari pada hari kemarin

  2. Benar, sepertinya memang ada yg berbeda y .. Semoga thn depan kita masih di perbolehkan oleh Allah SWT untk menjumpai ramadhan lg. Bahkanebih baik dari sblmnya. Amin.. 😀

    Makasih ya mas sudah ngnjungi blogku. Minalaizdin wal faizdin.. Mohon maaf lahir dan batin…. :mrgreen:

    Bila saya selama ini ada salah kata dengan mas, tolong di maafkan ya…
    Sekali lg trmksih krn dah mau mengunjungi blogku 😀

    iya sama-sama ya…
    sesama blogger harus saling mengunjungi, hehe…

  3. Emang banyak yg dijalanan dr pd yg dimesjid, sampai2 kemaren puasa kedua polisi patroli buat bubarin anak2 muda (remaja yg baru remaja) yg lg “asmara subuh” di sekitar stadion teladan medan.

    wah, parah juga ya 😦 kok tau ida disana juga ya, hehe

  4. Iya, ida disitu lagi asmara subuh diatas pohon taman Teladan!!
    Yee, ida mah mau brgkat ke sekolah bang buat kegiatan tadarus anak2 disekolah. Tempat ida ngajar di medan johor dekat asrama haji dan melewati stadion teladan Medan.

    hehe… sungguh aktivitas yang mulia, semoga anak didiknya gak ada yang kena razia ya, 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: