Ramadhan dan Makmum

Ramadhan tahun ini perlahan akan beranjak pergi dibawa sang waktu. Aku melihat apa yang dilakukan banyak orang gak jauh beda antara sebelum ramadhan dan pada waktu ramadhan. Malah di bulan ramadhan, angka kriminalitas makin melonjak. Kasus perampokan, pencurian menghias berita-berita di televisi kita. Apakah ini ada kaitannya dengan tuntutan hidup menjelang lebaran sehingga mereka mengusahakan sesuatu dengan cara dan tindakan yang tidak patut atau ada sebab lain yang memicu terjadinya tindakan itu?

Kasus lain, tentu gak heran kan kalo lihat mesjid pada bulan ramadhan menjadi lebih ramai dari hari biasanya, tapi ini pun hanya berlaku di saat shalat isya dan tarawih saja. Kalo solat 5 waktu yang lain peningkatan jamaahnya tidak begitu signifikan. Nah lucunya, ramainya itu pun musiman, cuma di minggu pertama dan minggu terakhir ramadhan saja, kalo di minggu ke-2 dan 3 biasanya nyusut kayak balon gas.

Seperti itulah kondisi di sebuah mesjid dekat tempatku tinggal. Waktu minggu pertama, mau naruh selop aja bingung saking banyaknya bertebaran di tangga luar mesjid. Apalagi lihat makmumnya yang berbaris rapi bagaikan pasukan artileri yang bersiap menyongsong musuh.

intensitas yang semakin menurun

Begitu masuk minggu ke-2 mulailah barisan saf berkurang. Tadi malam saja tinggal 4 saf, padahal sebelumnya bisa mencapai 6 saf. Yang paling mengesalkan, makmumnya bukan berlomba-lomba untuk mengambil saf paling depan, tapi malah memenuhkan saf-saf paling belakang. Heran, apa mereka gak pernah mendengar hadits Rasulullah yang diriwayatkan Muslim “Saf shalat laki-laki yang paling baik adalah yang paling depan, sedangkan saf yang paling buruk adalah yang paling belakang. Sebaliknya, saf shalat perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang, sedangkan saf yang paling buruk adalah yang paling depan.”

Kemudian, imam pun tidak berpesan kepada makmumnya agar meluruskan dan merapatkan safnya sebelum shalat. Imam langsung aja takbiratul ihram, padahal saf masih centang-prenang. Akhirnya ada yang maju mungkin dengan terpaksa untuk memenuhi saf paling depan.

Saya berfikir, pihak BKM (Badan Kemakmuran Mesjid) harus memperhatikan permasalahan seperti ini. Bila kebanyakan makmum belum faham mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesempurnaan shalat. Ada baiknya meminta Ustadz untuk menyampaikan ceramah berkaitan dengan hal tersebut atau bisa juga meminta khatib untuk menyampaikan hal itu kepada jamaah shalat jumat.

Kerapian dan kesempurnaan saf sangat berkaitan erat dengan kesempurnaan shalat kita. Kerapian saf berhubungan dengan sikap disiplin. Ini yang harus kita sadari bahwa dalam shalat kita dididik untuk menjadi pribadi-pribadi yang rapi, bersih, sehat dan disiplin itu tadi. Andai kita menyadarinya dengan sungguh-sungguh (artinya, kita shalat bukan sekedar memenuhi kewajiban semata), sifat dan sikap yang lahir dalam shalat itu akan terbawa juga di luar shalat, baik di rumah atau di lingkungan sosial kita. Wallahu a’lam

Iklan

6 Tanggapan

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Ternyata gak di sana gak di sini hampir sama

    ya memang udah jadi tradisi kali ya πŸ™‚

  2. mungkin itu sudah jadi kebiasaan turun temurun bang
    hehehe

    iya ya, imannya turun naik πŸ™‚

  3. iya nih
    di masjidku juga seperti itu
    semoga kita termasuk mereka yang selalu menjaga shalat jamaah ya
    amiinnn

    amin, diri ini juga masih luput buat solat berjamaah 😦

  4. Berkunjung πŸ™‚ , apa kabar?

    makasih mila, kabar baik saja πŸ™‚

  5. hmmm, memang sekarang lebih menurun dari pada yang dulu. apakah ini adalah tanda-tanda akhir kiamat?

    Kunjungi juga blogku, ada artikel baru

    oke deh dek dani πŸ™‚

  6. Masalah shaf ketika shalat juga hal yang paling sering aku gerutui ketika datang berjamaah. Aku sering kali mengalami berada di dalam barisan shaf yg di sebelah masih kosong tapi jamaah membuat shaf baru di belakang. ga ngerti kenapa mereka ga mau memenuhi shaf di depan.

    biar cepat pulangnya kali cit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: