Berwudhu Dengan Santun

Wudhu adalah salahsatu cara mensucikan diri atau anggota tubuh dengan air atau debu (bila tidak ada air). Wudhu sendiri hukumnya wajib bagi seorang muslim yang akan menunaikan shalat. Wudhu juga menunjukkan keseriusan seorang hamba dalam beribadah kepada Allah, karena proses penyucian ini tidak hanya meliputi lahiriah semata, namun juga batiniyahnya.

Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak menyadari hal ini. Wudhu seperti dianggap aktivitas tanpa arti, hanya sekedar basuh basuh saja. Yang penting, sebelum shalat, wudhu dulu. Padahal banyak fungsi wudhu yang dapat menambah nilai ibadah itu sendiri.

Selain itu, banyak orang berwudhu tapi tidak melihat adab atau menjaga kenyamanan orang lain yang juga mengambil wudhu. Hal ini seringkali ditemukan di tempat pengambilan wudhu yang kran airnya dibuat berdekatan satu dengan yang lain.

Saya pernah menyaksikan seorang pemuda mengambil wudhu dengan memutar kran sampai kandas sehingga air yang mengucur sangat deras. Kemudian saat membasuh beberapa anggota tubuhnya, si pemuda membasuhnya tidak pelan-pelan, seperti memercikkan begitu saja air kemukanya, tangan, kepala dan kaki.

Seorang Bapak yang berada di samping pemuda itu bergerak seperti menghindari percikan air wudhu si pemuda. Percikan air wudhu si pemuda membuat baju dan celana bapak tersebut sedikit basah, apalagi baju bapak tersebut berwarna gelap. Maka percikan air begitu jelas terlihat di baju bapak tersebut. Sayangnya si pemuda tidak menyadari hal itu.

Si Bapak tetap tenang, ia memutar kran air setengahnya sehingga air yang  keluar tidak deras. Ia membasuh anggota tubuhnya dengan perlahan-lahan, sehingga air percikannya tidak mengenai orang lain yang mengambil wudhu di sampingnya.

Dalam bersuci pun ternyata kita tidak saja memperhatikan apa yang kita basuh dan memaknainya, namun ada hal penting yang tidak boleh kita lupa bahwa mengambil wudhu juga memberi teladan bagi orang lain dan membuat orang lain tidak terganggu dengan wudhu yang kita lakukan. Berwudhu dengan santun insya Allah akan semakin menyempurnakan ibadah kita kepada Allah.

10 Tanggapan

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saat beribadah kepada Allah pun kita meski meghormati orang lain. Bahkan di desa saya, romadlon tahun lalu, takmir masjid memberikan instrusi untuk bertadarus (baca Qur’an) di malam ramadan tanpa menggunakan pengeras suara. Karena itu akan mengganggu aktifitas penduduk sekitar

    boleh boleh🙂
    lain ladang lain belalang ya mas🙂

  2. hmmm
    jadi intinya harus pelan” gitu ya
    mungkin ta’mir” masjid perlu ngasi nih pengumuman keknya
    biar sadar semua jamaahnya

    iya bisa juga, atau dibuat pengumuman yang ditempel di dinding dekat kran air🙂

  3. iya tuh, apalagi kalau di sekolahan wudunya bareng temen-temen. wah, kalau wudunya gak selesai-selesai langsung dimatiin sama orang sebelah… makanya harus cepet-cepet.. (kok rada curhat ya?)😀

    haha… kesian
    mending nimba dari sumur aja😀

  4. hmm, makasih tuk penjelasannya,kawan
    salam hangat dari blue

    sama-sama blue…
    salam “kopi” hangat🙂

  5. nimba dari sumur? nggak ah nggak… trauma… *lho?*

    trauma pernah kecebur ya, haha…

  6. Bukan cuma saat melakukan Shalatnya aja, wudhu juga hrs dilakukan dgn khusyu, Nice Share mas. Wasslm

    yup benar sekali mas, terima kasih mas, wassalam🙂

  7. tertib dalam berwudhu,,,🙂

    ya, tertib dan santun🙂

  8. Wah, begITu ya😀 saya kdg cpt2 krn bnyk yang antri wudlu,

    yah gak papa mas, cepat cepat yang penting anggota tubuh yang wajib dibasuh gak tinggal🙂

  9. postingan yg mencerahkan.. terimakasih atas pencerahannya..

    terima kasih bro… salam kenal🙂

  10. lagi , pembuktian betapa indahnya Islam.
    terimakasih Bang krn telah berbagi
    salam

    islam memang agama yang indah…🙂
    makasih juga dah mampir bunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: