Tertunda Karena Gempa

Gempa yang terjadi siang kemarin kembali mengundang trauma dan kesedihan di masing-masing hati anak-anak Aceh Barat. Betapa tidak, masih terasa bagaimana gempa dan tsunami yang melanda di desember 2004 memporakporandakan bangunan apapun, memisahkan orangtua dengan anaknya, memberikan pemandangan yang luar biasa dahsyat sehingga kenangan itu tidak akan pernah terlupakan bagi setiap mata yang menyaksikannya.

Begitu juga dengan anak-anak yang mengikuti pelatihan menjadi konselor sebaya pada hari minggu kemarin (9/5/2010), mereka berhamburan keluar dari gedung yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai, melontarkan tangis dan histeris hingga ada yang tak sadarkan diri dengan airmata yang terus mengalir membasahi jilbab mereka.

Kakak-kakak fasilitator meminta mereka tenang seraya merangkul mereka yang hampir tidak kuat lagi berdiri di kakinya masing-masing. Lalu dengan cepat mengevakuasi mereka ke kantor yang berada di kota. Begitupun anak yang meminta pulang tetap diantarkan hingga disambut orangtuanya di rumah.

Anak-anak perempuan nampak yang lebih trauma dengan gempa dan tsunami, tampak mata mereka semua berkaca-kaca, sedangkan anak lelaki nampak lebih kuat seperti tidak ada rasa trauma yang mereka rasakan.

Di kantor, sebagian anak perempuan merawat temannya yang tadi pingsan, mengipasi dan menyuapi air dan makanan. Maklumlah, ketika siang terjadi gempa, anak-anak tak sempat menghabiskan makan siangnya. Sempat terlihat Kondisi di gedung kacau balau dengan nasi yang bertaburan di lantai.

Syukurlah, kesedihan dan rasa trauma mereka tidak berlangsung lama. Mereka kembali tersenyum kala mengingat tingkah laku masing-masing saat terjadi gempa. Mereka bertukar cerita lalu tersenyum bersama.

anak-anak mengikuti informasi gempa lewat televisi

Mereka pun terus mengikuti perkembangan informasi tentang gempa itu di televisi (saat itu PLN padam dan kantor menggunakan genset). Sayang media lebih banyak menayangkan gambar peta bencana saja. Saya malah tidak sempat mendokumentasikan kepanikan anak-anak saat itu. Teman-teman bilang, saya belum punya jiwa jurnalis. (lha memang kerjaannya bukan jurnalis).

Saya dan teman-teman sangat bersyukur gempa cepat berlalu. Tentu berat mempertanggungjawabkan jika terjadi hal yang tak diinginkan kepada anak-anak. Anehnya,  beberapa anak minta acara dilanjutkan. apalagi ketika salah seorang peserta nyeletuk. “eh, kita ini gak jadi konselor ya, kan belum dilantik?”

Fasilitator yang mendengar celetukan itu terkikik-kikik lalu berkata lantang, “hei teman-teman… kalian mau nggak dilanjutkan pelatihannya. Kalo nggak, kalian nggak bisa jadi konselor.”

Karena suasana jagi gaduh, akhirnya kakak fasilitator mengumumkan kalau pelatihan ditunda dulu untuk beberapa hari, mengingat teman-teman sudah tidak utuh karena sudah ada yang pulang dan ada yang masih terbaring lemah.

Iklan

16 Tanggapan

  1. Semoga diberi kesabaran ya… 😐

    amin, terimakasih ya…

  2. dibalik musibah selalu ada hikmah.
    dan, anak2 ini bisa lebih kuat dlm menghadapi cobaan gempa tsb.
    Semoga allah swt selalu melindungi,amin
    salam

    amin, terimakasih bunda doanya

  3. ternyata semua itu masih meninggalkan bekas yang mendalam ya bang?
    turut berdoa semoga kita dijauhkan dari musibah

    ya, apalagi mereka merasakan dan menyaksikannya secara langsung
    makasih ya doanya 🙂

  4. semoga lebih tabah, dan sabar…
    semoga acaranya bisa di lanjutkan lagi dgn lancar..

    amin… terimakasih mas doanya
    acaranya tetap dilanjutkan 🙂

  5. Sedih kalo mendengar berita gempa 😦
    lia pernah ngalaminya dulu walau gak parah….

    Turut berduka cita….

    Semoga Allah SWT selalu melindungi dan diberikan kesabaran pada korban..

    alhamdulillah korban jiwa dan luka karena gempa tidak ada
    makasih ya doanya 🙂

    Aminnn

  6. semangat sobat 🙂

    makasih om… semangat akan selalu bersemayam di hati anak-anak

  7. ternyata sebuah trauma itu sulit untuk sembuh total, ya?

    iya om, apalagi anak-anak

  8. Memang gempa selalu bikin kita trauma bila ada kejadian lagi. Saya jg masih takut sejak gempa tsunami itu, dulu kan di medan terasa sekali gempanya. Mudah2an bencana2 tidak sering2 ya… amin.

    amin, bencana memang tidak ada yang bisa memprediksinya ya mbak, tinggal kita yang mesti mempersiapkan diri 🙂

  9. semoga anak-anak aceh diberi kekuatan iman dan mental, karena mereka lah generasi penerus. semoga menjadi anak-anak yang kuat!

    amin… makasih mbak. Mereka memang ditempa oleh alam untuk menjadi anak yang berani dan kuat

  10. semoga selalu diberikan kekuatan ya..

    amin… makasih mbak fitri 🙂

  11. semoga Allah SWT selalu melindungi teman-teman di Aceh, amin 🙂

    amin, makasih mbak rime 🙂

  12. semoga tetap tabah menghadapi cobaan.., & selalu dalam lindungan tuhan….,

    amin, makasih bro…

  13. huhuhu
    semoga lekas diberi kesabaran:(

    jangan sedih, makasih ya doanya 🙂

  14. wah, merasakan gempa di Aceh ya? semoga anak2 yg pingsan dan gak sadar diri…. cepet dilantik. amiiinnn 😀

    iya, tinggal di meulaboh ni… mereka senang sekali setelah dilantik seminggu lalu 🙂

  15. Duh… kasihan sekali. Semoga mereka menemukan kebahagiaan yang lebih menyenangkan… 😉

    Salam kenal mas, saya dari Blog dekdani.wordpress.com. 😀
    Tolong kunjungi Blog saya, saya masih newbie… hehe… 😆
    Mohon bantuanya…. 😛

    terimakasih doanya dek dani
    salam kenal kembali… saya segera ke TKP hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: