Kakakku Inspirasiku

Bagi warga masyarakat di daerah pelosok. Pekerjaan yang menjanjikan penghasilan yang baik alias make good money itu lumayan susah. Apalagi kalau tidak punya lahan atau kebun, apa yang mau dikelola? Memelihara hewan semisal kambing atau lembu pun tidak bisa membuat hidup makmur. Kalau tidak mati kena racun rumput ya habis dijual untuk membuat dapur ngebul.

Begitu juga kehidupan yang sempat kami jalani, membuat kakakku satu-satunya memutuskan untuk bekerja setamat sekolah menengah atas. Bekerjanya pun tidak tanggung-tanggung. Luar negeri menjadi tujuan alias menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Uh sedih… Negeri yang kaya dengan potensi alam, tidak mampu dikelola pemerintah dengan baik, sehingga rakyatnya berbondong-bondong mencari rezeki ke negeri lain yang luasnya tidak seluas pulau Sumatera.

Berbekal ijazah SMA, tubuhnya yang sehat dan doa dari orangtua, kakakku mengikuti tahap pertahap seleksi di perusahaan penyedia jasa tenaga kerja di sebuah kota kecil. Perusahaan itu sudah cukup sering memberangkatkan TKW ke Malaysia dengan pekerjaan yang jelas tentu saja. Bukan perusahaan yang berkedok PJTKI tapi malah menjalankan bisnis illegal alias trafficking.

Singkat cerita, kakakku dapat melewati tahapan seleksi dan akhirnya berangkat ke negeri mantan suaminya Manohara (eh, apa bener udah cerai ya…). Alhamdulillah, kakakku dapat pekerjaan yang layak. Bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang elektronik.

Beberapa bulan kemudian, datanglah amplop kiriman yang isinya surat dan uang beberapa juta. Dalam suratnya, ia mengamanahkan uang itu untuk kebutuhan belanja, membayar hutang dari biaya keberangkatannya, dan untuk biaya masuk kuliah adiknya, aku tentu saja.

Kami semua terharu saat itu. Ibuku sampai sesunggukan. Sejak saat itu, aku jadi terpacu dan memutuskan kuliah di Medan dengan berbekal uang dari keringat kakak. Alhamdulillah aku diterima disebuah perguruan tinggi Islam Negeri dan akhirnya bisa mandiri, karena kuliah sambil bekerja.

Saat lebaran adalah hal yang paling mengharukan. Keluarga kami tidak lengkap karena kakak tidak bisa pulang. Kerinduannya pada keluarga kami obati dengan mengirimkan foto bersama di sebuah dapur yang dibuat sendiri oleh Ayah dan semua kami sengaja memakai pakaian kirimannya. Tentu saja ia menangis bahagia begitu foto itu sampai ditangannya.

Kakakku sendiri adalah perempuan pekerja keras. Ia malah beberapa kali dapat penghargaan dari perusahaan sebagai karyawan yang berprestasi dan sempat mengirimkan foto-foto saat ia menerima reward berupa piagam penghargaan dan sejumlah hadiah lainnya. Memang perusahaan itu setiap bulan memberikan penghargaan terhadap karyawannya yang dinilai berprestasi dan memiliki nilai plus di mata rekan-rekannya. Kebiasaan yang jarang sekali kita temukan di perusahaan-perusahaan yang ada di negeri kita. padahal manfaatnya sangat besar bagi kemajuan sebuah perusahaan. Dalam dunia usaha, reward akan memupuk motivasi dan kreativitas karyawannya dalam bekerja, begitu juga di dunia sekolah misalnya, anak didik akan semakin termotivasi untuk terus belajar dan berprestasi.

Sekali lagi, kakakku memang pekerja keras dan mudah bergaul. Tidak lama ia mendapatkan orangtua angkat di sana. Mereka sangat baik padanya. Selain orangtua angkat, ia pun mendapatkan kakak angkat disana, tentu saja perempuan. Banyak teman-temannya bilang termasuk aku, mereka memiliki wajah yang mirip. Hingga sekarang kami dan kakak angkat itu sudah seperti keluarga sendiri.

Kakakku menjalani pekerjaannya selama dua tahun, sesuai durasi kontrak yang ia tandatangani. Dari hasil kerja kerasnya diperantauan itulah akhirnya kakak berhasil membeli tanah dan membangun sebuah rumah di atasnya untuk kami tinggali. Sebuah kesyukuran yang tiada terhingga terutama bagi orangtua. Ayah yang biasanya setiap hari harus bergelut di jalanan berkubang dan berbatu padas dengan sepeda motor butut untuk tugasnya mengajar akhirnya sudah tidak ia rasakan lagi. Karena tempat tinggal baru itu sudah dekat dengan tempat ayah mengajar.

Kakakku benar-benar menginspirasiku. Usaha gigihnya telah menampakkan hasil. Aku dan adik-adik tentu saja sangat bangga padanya. Ia telah berbuat banyak untuk keluarga. Ia menggadaikan masa mudanya untuk adik-adiknya. Ia seorang perempuan yang tidak kenal kata menyerah dan berusaha untuk tidak menerima bantuan dari saudara dan orang lain.

Ia sosok yang kuteladani dalam keluarga setelah kedua orangtua. Walau diperantauan, ia tetap teguh melaksanakan ajaran agama. Walau di awal keberangkatan banyak orang bahkan saudara yang meragukan kondisi di sana dan bahayanya bagi seorang perempuan seperti kakakku yang memiliki wajah yang lebih manis dari Ibu Kartini waktu muda (menurutku lohโ€ฆ), tapi ia berhasil membuktikan kalau ia bisa menjaga dirinya bahkan menjadi tempat bersandar bagi rekan-rekan sekerjanya yang sama-sama jauh dari orangtua.

my sister and her daughter

Dalam keluarga, ia tetaplah seorang kakak yang sangat menyayangi orangtua dan adik-adiknya. Kini ia sudah berkeluarga dan hidup bersama suami dan tiga buah hatinya.

Mungkin salah satu dari kita ada yang memiliki anggota keluarga yang kini masih berprofesi sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW), kita tidak boleh berkecil hati. Justru kita bisa beroleh kebanggaan, karena TKW, apakah ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau bekerja di pabrik baja sekalipun, mereka adalah pahlawan-pahlawan keluarga yang melalui tangannya rezeki Allah tercurah. Mereka juga pahlawan yang telah menyumbang banyak devisa bagi negeri ini. Semoga dari rahim mereka nanti akan lahir kartini-kartini yang cerdas dan kreatif, yang menghargai jati dirinya dan menjunjung tinggi harkat dan martabatnya.

Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi pembaca blog apa saja termasuk blogdetik. Karena blogdetik mengingatkan aku kembali pada inspirasiku yang tidak jauh dariku.

22 Tanggapan

  1. kita semua bangga dengan kakakmu sobat, salut semoga ini terinspirasi untuk kita semua. yuuk bersemangat yuk
    terimakasih bang… amin

    banyak inspirasi dari orang-orang terdekat kita ya…๐Ÿ™‚

  2. lia juga bangga dengan Kakak lia..๐Ÿ™‚

    kebetulan lia tinggal di Malaysia dan bergaul dengan banyak TKW Indonesia.. Salut.. mereka sungguh Gigih disini…

    wah, lia orang malaysia ya… semoga nasib TKW disana semakin baik ya๐Ÿ™‚

    • lia orang medan lo.. asli anak amaliun๐Ÿ˜€
      kbtulan aja kuliah disini..

      Ohya .. izin pasang blog ini di link sobat lia ya,,,,๐Ÿ™‚

      ditunggu balesannya…

      loh, anak Amaliun toh… enaknya kuliah di luar negeri
      silahkan lia, nanti blog kamu saya pasang di link saya juga๐Ÿ˜‰

      • makasih ya linknya…๐Ÿ™‚

        semoga persahabatan terus terjalin

        amin… sama-sama delia๐Ÿ˜‰

  3. hikss.. terharu bacanya…. ๐Ÿ˜ฆ

    salutttt buat kakaknya mas… :)….

    btw,, sesunggukan tuh apa ya?? tersedu sedu???

    cempaka, terima kasih ya… yup bener sekali, sesunggukan itu menangis tersedu-sedu…

  4. Kakakmu hebad ya, demi cintanya pada keluarga dia rela pergi jauh cari kerja biar bisa membantu keluarga. Saya percaya, apapun selalu bisa diambil hikmahnya.

    ya mbak, itu yang membuat saya bangga. Insya Allah hikmah akan selalu ada dalam setiap peristiwa๐Ÿ™‚
    terima kasih mbak…

  5. Bangganya punya kakak spt itu ya? salam buat kakaknya

    iya donk mbak… Disampein salamnya ntar waktu pulang kampung๐Ÿ™‚

  6. senangnya punya kakak baik seperti itu
    gak seperti kakakku >,< hehehee

    jangan ngomong gitu ria, kakak kita pasti punya keistimewaannya masing-masing…๐Ÿ™‚

  7. [Memelihara hewan semisal kambing atau lembu pun tidak bisa membuat hidup makmur. Kalau tidak mati kena racun rumput ya habis dijual untuk membuat dapur ngebul.]

    Kalimat itu benar benar pas menggambarkan kehidupan saya di desa dan orang orang lain di desa saya, sehingga mereka berupaya bagaimana mendapatkan good job for bigger income

    inspiring post

    salam kenal dari desa

    terima kasih mas, kita sama-sama berasal dari desa, makanya saya merantau untuk merubah keadaan๐Ÿ™‚
    tapi desa tetaplah tempat yang tak dapat dilupakan

  8. salut banget saya… kakakmu hebat..๐Ÿ˜€

    terima kasih bro… kakak bro juga hebat๐Ÿ™‚

  9. enak ya punya kakak..๐Ÿ™‚
    bisa menjadikannya seseorang yg menjadi inspirasi…

    tetap semangat!! smoga cita2 tercapai..menjadi inspirasi juga buat yg lain:mrgreen:
    alhamdulillah… tentu ada suka dan dukanya…

    inspirasi bisa datang darimana saja ya bang, dan saya bersyukur saya punya kakak yang baik. Terimakasih bang…

  10. indahnya punya kakak, aku anak sulung jadi nggak pernah ngerasain gimana punya kakak.

    kalo gitu jadilah kakak yang memberikan inspirasi buat adiknya, hihi๐Ÿ™‚

  11. kakak saya juga menjadi inspirasi hingga kini. juga saya ceritakan di blog saya bagian “kenali saya” . hehe

    oh ya, kok bisa sama ya๐Ÿ˜€

  12. TKW adalah pahlawan devisa bagi Indonesia..
    jadi two thumb up buat TKW yg gigih kerja di negeri orang..

    *salam kenal

    Benar sekali bang… tapi pemerintah kita belum memberikan penghargaan yang tinggi pada mereka

  13. hmm aku mampir lagi .salam sehat selalu

    salam hangat selalu, ini kopinya…๐Ÿ˜‰

  14. apakah adikku juga akan membuat post seperti ini?
    hmmm

    tergantung, kalo adiknya suka ngeblog juga, hehe…

  15. gw jg sbgai kakak hrus jd inspirasi adik gw nantinya. jujur adik gw bndel padahal gw biasa-biasa aja.

    harus itu… karena adik akan banyak meniru apa yang kakaknya lakukan…
    adik bandel, mungkin dia minta diperhatikan kakaknya…๐Ÿ˜‰

  16. Alhamdulillah…. Sungguh mulianya kakak Abdi…๐Ÿ™‚

    makasih bang, jangan sampai kita lebih menghargai orang lain ketimbang saudara kita sendiri
    kakak abg juga mulia…๐Ÿ˜‰

  17. subhanallah.. begitu gigih kakaknya abdi..

    sayangnya rayya tak punya kakak untuk dijadikan contoh.. melainkan harus menjadi contoh buat adik2…๐Ÿ™‚

    makasih mbak rayya…
    mbak rayya kan bersyukur juga punya adik-adik yang baik.๐Ÿ˜€

  18. inilah bukti bahwa wanita indonesia yg seperti inilah yg diperjuangkan oleh Ibu Kartini.
    benar2 menginspirasi ceritanya Bang.
    semoga Kakaknya Bang Jaya selalu diberikan rezeki kesehatan olehNYA,amin
    salam

    amin… makasih bunda yang baik
    semoga kartini sekarang lebih mulia hidupnya sebagai perempuan

  19. Salam semangat!

    keep spirit๐Ÿ™‚

  20. wah menginspirasi banget. tapi nanti gw gak mau ah jadi TKI. mau ke luar negeri tapi gak jadi TKI.

    maunya ke luar negeri dan mengibarkan bendera Indonesia di sana. amin.๐Ÿ™‚
    makasih ya…

    pekerjaan apapun itu baik yang penting halal dan bisa bermanfaat buat yang lain
    kayaknya mau jadi atlet yach…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: