Malam yang Biasa

malam by: jaya

Malam itu seperti biasa, PLN menunaikan tugasnya untuk mematikan listrik pelanggannya. Entah pemadaman bergilir atau tidak, memang tidak ada pengumuman sebelumnya. Apa mereka tak punya uang untuk memuat pengumuman di media cetak atau memang tak punya niat baik untuk memberitahukannya kepada khalayak. Entahlah…

Jika lampu padam seperti itu sehabis waktu azan isya, aku jadi bingung mau ngapain. Akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan malam seputaran kota. Ternyata PLN tidak memadamkan listrik di kota. Inilah salah satu keuntungan tinggal di kota. JARANG MATI LAMPU.

Saat membelok ke jalan Swadaya kusaksikan air di got sama tingginya dengan pekarangan rumah yang berderet di sepanjang jalan itu. Memang beberapa jam sebelumnya hujan lebat sempat mengguyur kota. Beberapa rumah bahkan sudah menerima tamu yang tak diundang itu.

Masih di jalan yang sama. Kulihat kantor polisi resort Aceh Barat lengang, halaman depannya yang biasa dijadikan tempat apel pagi tergenang. Mungkin saja pengaruh dari perbaikan saluran got yang belum terselesaikan. Disebelahnya, Kantor Cabang PLN, jalan masuknya juga tidak tampak karena digenangi air.

Aku terus merangkak bersama malam, melewati jalan Manek Ro dan akhirnya singgah di Rumah Buku. Mencari buku-buku atau novel baru, mungkin saja ada yang menarik hati. Eh, ketemu sama buku cerita Triple-E, Judulnya Yang Waras Ngalah. Seri sebelumnya sudah kumiliki, yang judulnya AS Romlah vs Udinrese.

Toko buku benar-benar sepi. Hanya aku seorang yang berkeliling-keliling meratahi beberapa rak buku. Sepertinya minat baca masyarakat Meulaboh masih rendah. Kontras sekali jika melihat café-café yang bertebaran di sepanjang jalan-jalan kota. Nyaris tak ada kursi yang tersisa.

Hampir setengah jam aku disitu. Penjaga toko sudah menutup sebagian pintunya. Aku membayar buku dan beranjak pulang. Ternyata diluar sudah gerimis. Tapi tak mengapa, sesekali berteman dengan gerimis…

13 Tanggapan

  1. kadang, saya justru sangat menikmati ‘malam atau momen2 lain yang biasa’ itu..🙂

    malam yang biasa, bila dinikmati jadi luar biasa ya…😀

  2. Haha, kesannya romantis pedih begini ya… Awas, jangan kecebur got.

    haha… untung lampu kereta masih berfungsi

  3. bagiku setiap malam adalah luarbiasa.
    ya..perbedaan itu indah kawan, bukan membantah….
    tapi malam ku di meulaboh sangat membosankan. tiada malam tanpa mati lampu, tiada hujan yang tak banjir.

    masa’ bosan juga udah ada yang nemenin, hehe

  4. Triple E, bundo belum pernah baca.. bersyukur masih ada pengunjung toko buku yang tak biasa seperti jay😀

  5. Tapi gak sakit kan karena gerimis2an😀

    insya allah gak bang, asal sampe rumah langsung keramas😀

  6. wah, begitukah suasana malam di Aceh? di Bogor sih jarang ada pemadaman (mungkin krn gw tinggal di kota). tapi kalo sekalinya ada pemadaman… bisa sampe pagi lagi matinya.

    wah, ternyata menyedihkan juga, hehe

  7. salam kenal mas.

    salam kenal kembali…

  8. aku suka malam ^___^

    biar bisa bobo kan😀

  9. Problem yang sama di kalimantan…pln hobbynya matikan lampu…!

    penyakit menular gitu ya, haha😀

  10. Ahahaha.. untungnya di bdg PLN nggak suka sama gelap2an jd jarang mati lampu… lol
    Klo mati lampu,, ya tidur aja bang,,, kekek

    kalo mati lampunya pas lagi ngantuk pasti tidur, wkwk

  11. enaknya hidup di tengah kota dengan semilir angin malam menemani🙂

    yap, apalagi fasilitas yang kita butuhkan ada di kota

  12. kalo listrik di tempat ku jarang pemadaman bergilir, tapi nyala yang bergilir.😦

    loh, sama aja dunk, hehe…

  13. Ah, kadang berteman dengan hujan enak juga kok. Selama gak membawa tas berisi buku aja.😆

    tentu saja enak, tapi jangan ada gluduknya… bisa gosong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: