Perebutan Map Pusaka

Alkisah di sebuah kantor, terjadilah musyawarah yang sangat alot dalam pembagian warisan. Sang lelaki meminta pembagian warisan seperti yang biasa termaktub dalam kitab suci, bahwa lelaki mendapat bagian dua kali dari bagian perempuan. Sementara sang perempuan ingin harta warisan di bagi rata.

Musyawarah berjalan alot, kedua pihak mempertahankan pendapatnya masing-masing.

“sudahlah bu, kita ini sudah tua, masa’ map gini aja direbutin. Kan harganya murah.” Kata Pak Tao

“Ha? Kamu tuh yang tua. Saya masih muda kok. Masih banyak yang naksir sama saya. Kamu sendiri, mau nggak nyerahin map ini ke aku. Kamu kan bisa beli. Duit kamu banyak, apalagi kamu baru gajian.” lawan Bu Ipah

“Walah-walah. Kalo soal banyak-banyakan, ya banyakan ibu lah. Tuh tangan ibu aja kuning semua. Berapa kilo tuh? Darimana kalau gak banyak duit?!” Tambah Pak Tao sengit

Bu Ipah pun makin erat menggenggam map pusaka bersejarah itu. Pak Tao pun tak mau ketinggalan. Ia juga mencengkeram map tersebut. Keduanya tarik menarik sekuat tenaga.

Melihat keadaan semakin buruk, takut map itu rusak dan tak berharga lagi. Pak Kades pun segera melerai keduanya.

“Sudah…sudah. Udah tua kok gak malu. Contoh nih saya. Walau saya kepingin map itu. Tapi saya bisa menahan diri.” Kata Pak Kades mendamaikan keduanya.

“Tapi ini ruh saya pak. Kalau saya lepas begitu saja. Nanti disalahgunakan sama Bu Ipah.” Pak Tao membela diri.

“Wah… ini fitnah. Fitnah itu lebih kejam dari membunuh. Lebih baik kamu bunuh saja saya dari pada saya kamu fitnah.” tantang Bu Ipah

“Sudah sudah. Kok makin menjadi nih. Saksi-saksi sudah pada datang. Kalau mereka melihat adegan ini. Bisa malu kita.”

“Jadi bagaimana nih?” Pak Tao dan Bu Ipah serempak bertanya.

Pak Kades memutar otak 7 kali keliling lapangan voli. Dia kembali dengan ngos-ngosan.

“Be… be.. gini saja. Setelah para saksi datang. Kalian pura-puralah telah tercapai kesepakatan. Pasang wajah manis kalian dan pegang map dengan lemah lembut. Saya tidak ingin masalah sepele ini diketahui orang banyak. Apalagi para saksi ada yang membawa wartawan tivi.” Usul Pak Kades.

“Bagaimana?”

“Okelah kalo begitu.” Jawab Pak Tao dan bu Ipah serempak lagi dengan membesarkan suaranya.

Akhirnya keduanya pun berpura-pura akting saat para saksi tiba di tempat itu dengan tertipu malu.

Iklan

2 Tanggapan

  1. In my opinion it is obvious. I would not wish to develop this theme. Willingly I accept. In my opinion, it is actual, I will take part in discussion. Together we can come to a right answer. I am assured. This business of your hands! Targus Chromatic Backpack Case for 16-Inch Laptops TBB060US and 3-Button Optical USB Mouse AMU51US Bundle (BUS0239) Reviews

  2. It is remarkable, rather the helpful information Bravo, is simply excellent phrase 🙂 It is not logical The authoritative message :), funny… I apologise, but, in my opinion, you commit an error. I can prove it. Write to me in PM, we will communicate.
    HDTV Uncovered Secrets Reviews

    simokatnk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: