Jorok…

Pernah gak kamu ngalamin pasang surut tiba-tiba. Misalnya nih, saat ini kamu lagi seneng-senengnya melakukan sesuatu, eh tiba-tiba ada hal buruk terjadi padamu.

Nggak mudeng ya?

Nih misalnya lagi, kamu lagi asyik berdua-duaan dengan kekasihmu. Meluncur di atas dua roda, pinggangmu dipeluk erat sambil ngobrol apa saja. Lalu tiba-tiba kamu kehilangan kendali dan nyungsep di parit. Asmara yang tadinya membara tiba-tiba padam karena kamu dan kekasihmu berselemak air dan lumpur parit.

Aku juga pernah mengalami tapi tidak seperti contoh di atas. Saat berada di puncak keceriaan, eh tiba-tiba ceria itu hilang lenyap ditelan satu peristiwa yang sangat memalukan.

Begini…

Air Dingin, salah satu pemandian di Tapak Tuan kami singgahi setelah menempuh perjalanan dari Medan. Karena seharian gak mandi. Melihat air terjun kecil itu rasanya seperti Kanibal yang udah gak makan 3 hari. Terbitlah keinginan untuk menikmati sejuk airnya. Aku dan dua orang temanku berganti pakaian dan langsung nyebur.

BURRRR!!!!

Segarnya tak terkira, berenang kesana kemari. Naik ke batu di bawah air terjun. Membiarkan curahan air jatuh ke punggung rasanya begitu menyenangkan. Seperti dipijat oleh jari-jari bidadari di film korea.

Tak berapa lama datang seorang lagi, salah satu penumpang yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Kami semua mengenalnya karena ia salah satu rombongan juga.

Wajahnya yang polos dan tak berdosa membuat kami terpana melihat tingkah lakunya. Pertama, ia lucuti pakaiannya satu persatu di atas batu besar dan yang tersisa hanya kolornya yang berwarna hijau. Kedua, ia turun ke tempat pemandian kami dan jongkok. Ketiga, ia menatap kami sambil cengengesan. Di bawah tubuhnya berenanglah benda berbentuk bulat panjang berwarna kekuning-kuningan dengan panjang 10 cm, kemudian keluar lagi lebih kecil dan pendek dan seterusnya dan seterusnya.

Keceriaan kami menikmati segarnya air hilang seketika. Yang ada hanya kebencian dan palak yang tak terkira atas tingkah anak itu. Ingin rasanya mencongkel batu gunung yang kududuki dan kulempar kearahnya.

Parahnya lagi. T**k itu bukannya hanyut ke luar tempat pemandian, melainkan berputar mengikuti pusaran air menuju ke tengah-tengah pemandian.

Gondokku sudah sampai ke ubun-ubun. Lalu berteriak kearahnya supaya menangkap t**k-t**k itu dan mengeluarkannya dari tempat pemandian. Tapi dia lagi-lagi cuma cengengesan. Padahal kami sudah terperangkap 1/2 jam karena ulahnya.

“Entah terbuat dari apa otak anak ini.” kataku dalam hati.

Kami bertiga sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Untuk menyeberang mengambil pakaian pun tak berani karena harus menyeberangi pemandian yang sudah dihiasi benda kuning-kuning itu.

Daripada tidak bisa pulang akhirnya terpaksa juga aku melompat dan berenang sekencang-kencangnya menghindari t**k2 itu diikuti teman-teman yang lain. Lalu kami bertiga menuju pancuran yang tidak jauh dari tempat itu. MANDI ULANG.

Itulah kebahagiaan kecil yang baru dirasakan tiba-tiba lenyap karena suatu peristiwa yang tak kita duga-duga. Nah, kalo kamu sedang merasakan bahagia terhadap sesuatu, janganlah menikmatinya terlalu berlebihan, ingatlah bisa saja kebahagiaan itu berganti kesengsaraan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: