Tak Kenal Maka…

Jangan pernah menilai seseorang dari tampilan fisik semata karena kebanyakan pandangan mata itu menipu.

Mobil kijang yang kutumpangi meluncur membelah jalanan aspal yang berlubang. beberapa kali tubuh harus terguncang. Entah kapan jalan lintas ini bisa mulus dan nyaman dijalani. Mungkin sampe kodok beranak lembu.

Di bangku tengah, penumpang yang kukenal semua asyik bercengkerama. Di belakang, si zul, sibuk dengan Mp3nya. Sedangkan aku asyik membisu, sama halnya dengan pak sopir. Beberapa kali kucoba mengomentari mobil yang mencuri lajur kiri dan jalanan yang rusak berharap mendapat balasan dari pak sopir. eh, yang ada malah seperti orang gila. Ngomong sendiri.

“Woi Pak Sopir. Kenapa sih kamu. Koq diem aja.” Tanyaku dalam hati. Gak berani tanya langsung. Soalnya belum kenal nih pak Sopir. Pengen tau tentang dirinya. tapi wajahnya cukup menyilaukan dan menyeramkan. Kayak jin yang manggul lampu petromax.

Sepanjang perjalanan itu pun kulalui dengan membisu dan menggerutu. Karena sempat beberapa kali ia ikut nimbrung dengan obrolan penumpang di bangku belakangnya. Sedangkan denganku tidak ada sama sekali. tetap saja menampilkan wajah yang dingin.

8 jam perjalanan telah dilalui. Aku bertukar tempat dengan zul. Sesuai dengan janji dimuka. Kalau yang duduk dibelakang sudah terasa pegal dan mual. Maka harus pindah ke depan. Aku pun setuju pindah ke belakang daripada duduk disamping pak sopir yang kayak patung liberty pegang setir.

jalan dekat pemandian air dinginPerjalanan yang memakan waktu melupakan sejenak sikap pak sopir. Aku mulai berhusnudzon. Mungkin pak sopir segan  berbicara dengan orang yang tak ia kenal.

Hingga suatu pagi. Ada keanehan yang muncul.

Pak Sopir sudah mulai tersenyum padaku saat aku setuju atas tawarannya berhenti sejenak di Air Dingin (sebuah tempat pemandian di daerah Tapak Tuan) untuk mandi pagi. Ketika selesai sarapan, aku mengingatkannya kembali untuk mandi.

“Jadi mandi Pak?”

“oh iya, ayo mandi.”

Aku, Zul dan pak sopir pergi ke pemandian air dingin yang tak jauh dengan warung dimana teman-teman yang lain lebih memilih menyantap sarapan dan menyeruput teh hangat.

“Aku pikir kamu guru tadi.”

“hah? Apa pak? Guru maksudnya?” Tanyaku saat pak sopir berkata kearahku.

Ia menjelaskan kalau aku disangkanya adalah kenalannya beberapa waktu lalu. Iya bercerita kalau wajahku mirip dengan kenalannya itu yang sekarang berprofesi sebagai guru.

“Semenjak jadi guru, PNS, dia jadi sombong. Kukira dia itu kamu, makanya sejak berangkat tadi aku cuekin kamu.”

“Tapi begitu si Zul bilang kamu dari Yayasan anu, aku jadi sadar kalau aku salah orang. Maaf ya…” Pak Sopir tersenyum malu-malu.

“Oh… jadi gitu. Ha-ha-ha… ada-ada saja. Emang wajahku mirip banget sama dia Pak?”

“Iya.”

Ah. Pak Sopir ini masa’ gak bisa bedain wajah orang ganteng sama yang tampan🙄 . Padahal aku punya tahi lalat yang cukup manis nangkring di dagu kanan. Apa mungkin si guru itu punya tahi lalat seperti punyaku juga?

Begitulah kalau kita terlalu cepat menyimpulkan sesuatu dari apa yang kita lihat. Segalanya bisa berubah menjadi buruk. Padahal pandangan mata itu selalu menipu. Apa yang kita lihat cantik terkadang  bisa membawa kerugian buat kita. Apa yang kita lihat buruk kadang malah memberikan manfaat buat kita.

Jika sudah menilai sesuatu dari penglihatan, maka kita akan menciptakan dugaan yang sangat diragukan kebenarannya. Memvonisnya dan kemudian jatuh pada sikap suudzon.

Kembali pada Pak Sopir, ia makin ramah saja setelah memastikan bahwa aku bukanlah kenalannya dahulu. Ia membagikan shampoo, foto bersama dan berbicara segala hal. Ternyata orang ramah seperti pak Sopir, sulit melupakan hal buruk yang menimpanya dan akan selalu terbawa entah sampai kapan.

16 Tanggapan

  1. benar jay, penglihatan kita penuh hijab.. jangankan melihat orang lain, melihat diri sendiri juga belum tentu bisa. sering kita malah tak mengenali siapa diri kita sesungguhnya..

    kalo gak tau siapa dirinya, bagaimana mau mengenal tuhannya, gitu kan bundo…

  2. ijin mengamankan kedua yah…

    • tak selamanya yang terlihat buruk itu buruk…
      juga tak selamanya yang terlihat baik itu baik….

      hehehe

      iya, yang kita lihat baik belum tentu baik bagi orang lain, begitu pula sebaliknya…

  3. betul jangan silau oleh penampilan luarnya aja

    kalo yang dalam memang gak kelihatan mbak…😀

  4. Cerita menarik nih🙂 walaupun si sopir juga berburuk sangka terlebih dulu

    berburuk sangka dahulu, berbaik sangka kemudian…

  5. Betul,betul,betul kata (ipin)🙂

    sejak kapan jadi bintang kartun bang…

  6. ternyata salah orang, heheh. Ya manusiawi juga sih dia bersikap seperti itu..

    selama yang melakukan manusia, ya manusiawilah semuanya… wkwkwk

  7. Manusiawi….
    menarik,
    pissss
    kunjungan siang…
    salam damai
    Wassalam!

    salam damai kang dedek…

  8. hihi masa kodok beranak lembu ya kan gedean lembu dari kodok

    *koq malah ini yang dikomen kata bang paung

    hehe… walaupun dibalik tetap aja hal yang mustahil

  9. untung wajahnya disamain ama guru
    gimana kalo ama penjahat🙂
    jangan donk bro…

    gak ada tampang penjahat koq, tapi tampang baik budi

  10. Hmmm lumayan juga ya dapat shampoo gratis hihihihi…
    Eh tp memang benar sih, orang sering salah mengartikan hanya gara2 tampang kita yg dia ga suka lihatnya. Pdhl kan bukan salah kita dong terlahir keren begini? :p~~

    itulah, gak baik kalo cepat menyimpulkan sesuatu sebelum dikenal dan dipastikan terlebih dahulu…
    setuju yang keren itu, hehe

  11. Jangan terlalu cepat menilai, tapi amati dan kenali terlebih dahulu. Rangkuman menurutku kira-kira begitu🙂

    mantab…

  12. Baik buruk…gak bisa di pastiin

    bisa aja, kan gak anak-anak lagi…

  13. memang kita jadi orang gak boleh berburuk sang dulu sama orang

    benar, berburuk sangka tidak boleh, hati-hati yang boleh

  14. yayaya
    baik Budi😀

  15. dapat ilmu lagi disini, janganlah berburuk sangka terhadap sesuatu yg kita blm kenal, intinya gitu ya Bang Jaya.
    Salam.

    iya Bunda, siapa tau kita dapat hikmah setelah mengenalnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: