Diperjalanan Malam

Entah kenapa satu minggu ini perasaanku seperti hampa. Bagai balon gas yang menguap begitu saja ke angkasa. Dibawa angin dan akhirnya hinggap di ranting pohon.

Rasa cintaku pada seseorang seperti terus mengiris-iris hati karena tak mendapat kabar darinya.

Rasa kesalku karena gagal untuk cuti membenamkanku dalam tumpukan pekerjaan yang tak ada habis-habisnya.

Kebingunganku menghitung hari-hari yang semakin menambah kerutan di kening… entah kapan berakhir.

Kueja kembali jadwal harianku. Kosong. Tak ada rencana yang tersusun. Apalagi target yang ingin dicapai. Mboh lah… kata hati kecilku.

Malam terus merambat cepat. Cepat sekali menjumpai besok dan kembali mengadukku dalam adonan kehidupan yang monoton seperti orbitnya planet-planet mengelilingi matahari.

Uh… Disorientasikah?

Aku bergegas mengenakan sweeter. Mengambil kunci dan helm lalu kusambut malam dengan tubuhku yang deras menebas angin malam, berharap kutemukan jawaban di setiap alunan knalpot bising yang mengiringi. Kubiarkan sweeter terbuka, Semoga saja angin ini tidak membuatku masuk angin.

Perlahan, aku menyadari saat ini aku butuh perhatian. Apakah aku harus sakit baru orang memberi atensi padaku. Ah, jangan sampai aku sakit.

Perhatian memang berperan besar dalam hidup. Seperti kembang yang disiram air. Ia akan menjadi hidup, berkembang dan menebarkan aroma wangi dari kuntum yang mekar. Jika hidupku ada yang memberi perhatian, mungkin semangat itu akan nyala dan cahayanya berpendar menemukan tujuan hidup jangka panjang dan berbuah kebahagiaan.

Ah… Lampu merah. Berhenti sejenak. Ternyata aku  membutuhkan halte untuk kembali merefleksikan hidupku selama ini. Merenungkan apa yang telah kulakukan dan buah yang kupetik.

Lampu hijau… Aku kembali memacu roda. Ternyata life must go on. Tak boleh menyerah hanya karena cita tak sampai, cinta terbentur tembok panjang. Aku harus terus berjalan, musafir saja tak pernah lelah bersafari. Aku pasti akan temukan oase kesejukan. Petunjuk Ilahi akan membimbingku.

Tiba-tiba sepmor yang kupacu terbatuk-batuk. Melengking panjang lalu terdiam. Oh… Aku lupa mengisinya sebelum menyusuri malam. Kudorong dengan membenamkan rasa kesal ke dasar jurang. Semoga saja cepat kutemukan penjual bensin.

Ternyata hidup itu penuh tantangan, rintangan yang tidak disadari, atau rintangan yang kita tau akan kita hadapi hanya saja persiapan saja yang kurang. Akibatnya memakan banyak waktu, tenaga, fikiran. Tidak sia-sia, pasti ada sesuatu dibalik sesuatu.

Aku sudah berdiri di SPBU. Tersenyum aku bersama tetes keringat. Petugas menyongsong dengan senyum simpul, lalu berteriak “Kosbar… kosbar bang.”

Bah, benar-benar tidak beruntung. Sudah capek berkeringat, ternyata barang lagi kosong. Mau cari dimana nih. Kata petugas sejak maghrib premium sudah kosong. Penjual eceran juga menyisakan botol-botol kosong.

Ternyata, hidup tidak selalu mulus, rintangan pun tidak cukup berbilang satu, dua, tiga, bisa lebih. Inilah waktu yang sedikit tepat untuk melatih kesabaran dan menjadi bijaksana. Rintangan akan melatih kita untuk menjadi kuat, berupaya melewatinya.

Lalu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Butuh teman, sahabat, saudara, orang lain untuk survive. Melengserkan egois yang sudah meraja bertahun-tahun agar hidup tidak sepi, tidak individualis, sok jagoan, sombong…

Kutelpon teman. Memintanya untuk datang menolong mencarikan seliter dua liter premium. Terimakasih teman… Perjalanan malam ini pun selesai kutembus dan kembali ke rumah.

Beristirahat…

21 Tanggapan

  1. Malam terus merambat cepat. Cepat sekali menjumpai besok dan kembali mengadukku dalam adonan kehidupan yang monoton seperti orbitnya planet-planet mengelilingi matahari, untungnya saya membawa seperangkat jacket kulit dari kulit, jadi nggak kedinginan, ^_^…V

    kelayapan juga bro…

  2. selamat istirahat ..met kenal wae

    met kenal juga🙂

  3. kalau sudah stress dan banyak pikiran jadi gampang kehilangan konsentrasi. makanya sampai lupa isi bensin….
    lain kali penuhkan dulu bensinnya ya baru jj malam…🙂

    iya mbak, sukur gak mogok di tengah hutan.. hehe

  4. jack, judulnya memang begitu atau salah ketik?
    ada lagi istilah sepmor itu pasti sepeda motor ya.
    lalu kalo kosbar apaan? kosong babarblas?😆

    kita semua tahu jika siklus kehidupan itu berputar. adakalanya di atas kadang juga di bawah. namun implementasinya, kita melupakan segala teori itu pada saat posisi bioenergi kita sedang menggelinding ke bawah. pencarian akan ketenangan batin dan sekedar pelarian atas kepenatan menjadi tambahan aktivitas tersendiri. yang penting ndak di sini sino kecebur lembah hitam.
    dan dirimu menemukan solusi yang cukup sederhana murmer utk mencarinya🙂

    salam

    tenkiu bro pesan-pesannya.
    Itu memang penyakit akutku bro, sulit menentukan judul…😀

  5. Selamat beristirahat bro..tapi jangan kelamaan😀

    Salam KBM

    cuma setiap malam aja koq,🙂

  6. wah…..untung ada temen yang nolong. btw, selamat beristirahat ya….

    kalo gak mau nolong bukan temen namanya, haha

  7. selamat beristirahat kawan…. udah malem nih. jangan begadang mulu😀

    kayak bang Rhoma aja kamu diaz

    • iya harus inget pesan bang Haji dunk..!!
      diaz juga jangan kebanyakan begadang
      ntar gak ganteng lho…

      haha… lengkap sama lagunya, thankss

  8. selamat malam…

  9. wah ceritannya cukup menyedihkan…,
    kalau bisa beli bensin mending di spbu dari pada di eceran
    agar takarannya lebih pass…,

  10. Hidup sering begitu kok. Ketika kita tak membutuhkan banyak barang tergelethak, eee begitu kita membutuhkannya sudah tidak ada lagi.

    Salam dari Surabaya.

    kata orang, sesuatu itu terasa penting saat sudah tidak ada lagi ya..

  11. hidup tak pernah semulus kulit perawan. Lha wong peran aja kulitnya berjerawat apalagi hidup. (Ngawur)
    Tetapi dibalik semua yang gak mulus itu akan menciptakan kenangan yang akan selalu terngiang dalam hidup.

    kenangan itu pun jadi sejarah karena sudah ditulis di sini,😀

  12. pesan moral yg saya tangkap dari cerita di atas : punyailah sedikit simpanan, kalau ada keperluan mendadak nggak bikin kalang kabut dan kebingungan. simpanan itu bisa berupa barang atau dalam bentuk kesabaran, kerendahhatian, dsb

    terimakasih pak guskar… saya memang belum punya barang yang berbentuk rendah hati itu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: