Gadis itu Kembali…

Gadis itu datang kembali kemari, tetap seperti yang dulu. Suara yang lantang tak kenal siang atau malam, menyembur bagai petir menghantam gendang telinga jika ada sedikit yang mencandainya.

Gadis itu kembali dengan bentuk tubuh yang sudah berbeda saat ia dulu tinggal sejenak di sini dan pergi ke sana. Tak ada lagi tonjolan diperutnya layaknya seorang perempuan yang mendambakan buah hati untuk melanjutkan tongkat estafet keturunan dari darah dagingnya. Malangnya, itu adalah buah dari garapan orang yang tak dia tahu siapa…

Seperti penuturan orang-orang didekatnya kalau darah dagingnya yang masih berhak menyadap air susunya selalu mendapat perlakuan kasar, seolah ia adalah buah kesialan, tak diharapkan dan dosa yang harus dihapuskan. Bayi malang itu akhirnya berpindahtangan ke orang yang ingin memikul amanah besar. Mengamankan sekaligus membesarkan dengan penuh kasih sayang. Dan Gadis itu, tersenyum puas tanpa rasa kehilangan…

Kini ia tampak langsing dengan buntalan baju yang menggambarkan ukiran tubuh perempuan yang dianggap sempurna bagi kebanyakan mata manusia. Kegenitan yang tak hilang dan ketamakan menonton sinetron percintaan liberal, layaknya orang yang kecanduan merokok. Tak pernah rela kehilangan remote televisi. Perlahan-lahan semakin mengikis kepolosan dirinya.

Kebiasaan ‘nakalnya’ yang belum pudar, mengguit pinggang laki-laki lalu lari sembunyi menutup muka. Padahal rasa kasihanlah yang muncul dari setiap benak mereka. Mendoakannya atau kadangkala memarahinya dengan pandangan iba.

Gadis itu hadir kembali dengan wajah kekanak-kanakan, tetap tak mengenal alphabet dan hijaiyah walau tinggal di panti yang peraturannya begitu islami. Kebebalankah atau ketidakinginannya yang menghalangi jernihnya ilmu masuk ke alam pikiran dan hatinya.

Namanya adalah warna terang, seterang ketulusan orangtua memberikan pengharapan untuk masa depannya, namun kegelapanlah yang ia hadapi hingga terperosok ke lubang hina dina yang tak pernah diharapkan. Ia tidak tahu, atau pasrah karena ketidaktahuannya.

Gadis itu akan kembali ke kampung halamannya, setelah diasingkan dari tanah lahirnya yang dulu ia terusir dari sana. Kehamilannya akibat perlakuan kekerasan seksual telah membuatnya dicap warga sebagai pembawa malapetaka bagi kampung itu.

Gadis itu akan kembali ke kampung halamannya, setelah ia bersih lagi seperti sedia kala. Apakah warga akan menyambutnya dengan cibiran atau menganggapnya sebagai pembawa sial… Entahlah, paling tidak kasih sayang di keluarganya ia dapatkan kembali…

——————————————————

Kalau ada yang bingung baca postingan di atas, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bukan salah ibu mengandung, tapi kurang kerjaannya si tukang posting yang lagi ngelantur…🙄

Tapi kalau ada yang ingin tahu cerita awalnya, saya buka sedikit rahasianya. Kalau ini sebenarnya sambungan dari Akibat Ulah Jantan

36 Tanggapan

  1. pertamaaxxx…

    premium… solarrr😀

  2. mereka mengusir si jabang bayi dan menerima kembali perempuannya meskipun dengan bermacam reaksi.
    artinya siapakah yang dianggap hina oleh adab dan adat?
    perempuan itu, atau si jabang bayi itu?

    seharusnya judulnya : kembali ke gadis lagi…🙂
    ngantuk dulu ahh…
    posting kok yo bengi-bengi to…

    perempuannya pun belum tentu diterima, sekarang masih dalam proses..

  3. Kasihan juga si cewek

    mau jadi dewa penyelamatnya??

  4. haddiirr ka ampaaxxx…
    cu…

  5. langsung kalimaaxxx….

    Hhmm…, kasihan2, begitu sucikah mereka yang mengusir gadis itu???
    sett mode merenung
    cu…

    adat terkadang dikultuskan yang malah menepikan sisi-sisi manusiawi

  6. Jebule mung cerpen to, tiwas sing maca tenanan🙄😀😀

    itu kisah nyata loh…🙂

    • mesakne sing nulis cerpen iki…jebule pak guru gela🙂😀😆

      aku gak ngerti yang ini..🙄

      • terjemahan buat jaya : kasihan yang nulis cerpen ini… jebulnya pak guru takjub bin getun 😀

        koq aku jadinya yang dikasihani😦

  7. banyak nasehat tersembunyi sebenarnya tertuang pada cerita ini….adakah yang jeli? kasih tau dong…hehehe

    kayaknya udah jelas gitu loh, koq gak mudeng ya

  8. bagaimana bisa seisi kampung itu mencibir, sedangkan hal itu terjadi karena kelalaian semuanya..

    begitulah bundo kalo sempit cara berpikirnya

  9. Perempuan selalu akan menjadi korban, maka berpakaianlah kalian seperti yang disyariatkan Islam, balutlah tubuhmu dan hatimu dari aurat…..
    http://sudutp4nd4ng.wordpress.com

    malah ada yang menganggap sebagai sumber kejahatan

  10. ngebaca komen” di atas… aslikah tulisan ini?? gak percaya ahh… fiktif atau…?

    pembaca lah yang menilai sebuah tulisan, jadi jangan takut-takut sampe pake titik-titik…🙂

  11. Jadi itu kisah nyata ya.

    yup

  12. Sebaiknya tetap diterima. Orang kan tidak luput dari kesalahan.Bagaimanapun juga gadis itu masih ingin berada dilingkungan keluarga, demikian sebaliknya.

    Salam hangat dari Surabaya.

    setuju pak cholik🙂

  13. Kalo sudah pernah digarap berarti ya bukan gadis lagi kang!

    makna gadis kan gak harus digarap dulu😀, menurut KBBI gadis itu perempuan yang belum kawin…

  14. Lanjut komennya mas mus. Bener itu dah wanita. Kalo gadis msh di bwh 20 n blm matang dewasanya. Kalo tdk ingin terjadi hal spt itu berpakaianlah yg sopan. Kalo perlu pake jilbab. Tp terkadang hal itu msh tetap terjadi tp stidaknya memakai jilbab akan mengurangi dr pikiran yg ngeres

    thanks for comment

  15. gadisnya itu penggoda yah?
    kok bisa diterima kembali?

    emang yang salah itu siapa?
    si cewek apa bayinya?

    kalo emang yang salah bayinya napa dulu ceweknya diusir?
    mending ditunggu dilahirkan trus dibawa kepanti asuhan saja, nggak perlu ngusir tuch cewek..

    hoho… banyaknya pertanyaannya, jadi bingung jawabnya😀

  16. kasihan sekali nasibnya.
    saat itu dia masih terlalu muda utk memikul tanggungjawab.
    tp kalau dia mau kembali, haruslah diterima. tdk ada itu istilah bawa sial, bukan salahnya kan menjadi korban.

    peran orangtuanya sangat kurang, tidak memiliki pengetahuan apapun, bahkan umurnya sendiri ia tidak tau

  17. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku yang terchayaaaank

    Semoga semua kembali kepadaNYA..

    we love each other😀

  18. bolak balik bw kok komeng terakhir selalu kangboed…
    mantabs…😀

    udah jodoh kalee

  19. siapa itu gadis bang?

    dirahasiakan, nanti dibilang melanggar kode etik jurnalis😀

  20. bang….
    berkunjung saya bang

    bawa oleh oleh ya,😀

  21. aku kembali bang Paung….
    untuk mengomentarimu disini,hehhhee.

    family adalah segalanya,disaat org mencerca, hanya keluarga yg bs menyayangimu,makanya,sayangi keluargamu,,,

    nah, sayangnya dalam cerita ini, keluarganya juga turut mencampakkannya

  22. haddiiirrr….
    apdetttt broo…
    cu…

  23. alurnya oke… keren… gak bikin bingung… justru penasaran sama endingnya… hehehe🙂

  24. Menyapa sahabatku.. sambil bersiap pulang
    Salam Sayang

  25. maaf,
    nitip pesen,ikutan vote di sini: Jadikan Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia Jangan sampai kita kehilangan ‘Borobudur’ lagi! (he.. he..)

    alurnya mengalir oke…..

    salam kenal

  26. hehehe sobat
    moga gadis itu kembali tidak sedang mengandung🙂

  27. masyarakat idiot, kok korban yg diusir, seharusnya pelaku yg dibantai

  28. dongeng yang bangus… enak buat malem2 menjelang bobok..hehee

  29. bang paung..
    mampir lagi…
    tapi blm ada update..

  30. hmmmmmm gadisnya kembali…
    selamat yaaaa…🙂

  31. hehehe..berusaha dipahami saja jalan ceritanya.Mas linknya aku pasang ya.ditunggu link baliknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: