Bila Harus Tega…

muka jelek jaya

muka jelek jaya

Ada rasa berdosa kadang ketika menolak permintaan tolong dari teman sendiri, apalagi kita adalah temannya yang setiap hari bertemu, bercakap-cakap, bersenda gurau dan malah terkadang tidur dalam satu kamar (jangan dipikir macem2 loh).

Koq tega? Begitu tanyaku pada diri setelah usai menolak ajakan teman untuk menemaninya ke suatu tempat. Padahal jika aku ikut dengannya, tidak ada kerugian besar yang kutanggung, bahkan aku bisa mendapatkan pengalaman, ilmu, teman baru yang kemungkinan hal tersebut tidak akan ada lagi atau berlangsung hanya sekali.

Selain itu dia menaruh harapan besar padaku agar aku menyertainya. Bertemu dengan teman-temannya untuk membahas suatu hal penting dan ia berharap aku bisa berkontribusi di sana karena ia menganggap aku memiliki – paling tidak – sedikit ide atau semacam pemantik semangat barangkali buat dirinya. Karena berbeda saat kita melakukan sesuatu dengan diri sendiri dibandingkan bila ada teman di sisi kita.

Namun yang ada dalam pikiranku saat itu bukanlah hikmah apa yang kudapat bila nanti aku ikut dengannya. Melainkan rasa malas yang menggunung dan menguburkan aku dalam kebuntuan pikiran. Memikirkan akibat-akibat buruk yang dibuat-buat tanpa logika sehat. Solider lenyap entah kemana.

Aku mengurung diri di kamar yang ternyata malah melepaskan rasa malasku untuk menguasai diri. Meninabobokan aku dengan lamunan-lamunan panjang hingga rasa kantuk menjalar ke seluruh tubuh. Aku tidak tau alasan yang tepat untuk menjawab ajakan temanku. Yang keluar dari mulutku hanya “hari ini aku benar-benar malas” tanpa menatap wajahnya.

Aku yakin dia kecewa. Semoga kekecewaannya tidak dibawa hingga berhari-hari. Ah… aku kini terpikir. Bagaimana kalau nanti aku yang membutuhkan bantuannya dan ia menjawab seperti apa yang kukatakan. Reaksi seperti apakah yang muncul dariku?

Hukum gema menari-nari di memoriku. Apa yang kita lakukan itulah yang akan berbalik pada kita. Semoga saja tidak seburuk yang kufikirkan. Berfikir negatif terus malah akan sulit mengendalikannya dan malah menciptakan nasib buruk. Gawat.

Perlahan kurenungkan diri. Barangkali ada pekerjaan yang menuntut untuk diselesaikan. Benar saja. Ada hal-hal di sekitarku yang menuntut perhatian dan sedikit tenaga. Merapikan kamar, menyetrika baju, menyuci (ternyata gak enak jadi wong cilik yang belum nikah), ha-ha-ha… Inilah akibatnya kalau memelihara sifat malas dan menganggap sepele hal-hal kecil… Kecil-kecil lama-lama jadi (meng)gunung.

Entahlah, hari libur ini benar-benar aku ingin istirahat total. Mengosongkan diri dari kesibukan. Mengistirahatkan mata dan badan ini sepanjang hari. Tidak adil juga rasanya karena 6 hari terus-terusan diforcing sementara waktu istirahat terus-terusan berkurang.

Semoga saja penolakanku ada manfaatnya. Namun aku harus menggantinya dengan perbuatan baik tentunya. Apa ya…

Iklan

27 Tanggapan

  1. siapu yang minta tolong harap di bantu, aplagi yang baik2 . salam kenal

    iya bro… salam kenal juga

  2. waah rugi tu nggak ikut barang kali bisa makan makan gratis hahaha

    enak kalo yang lagi laperrr… 😀

  3. Ada kalanya memang kita harus meluangkan waktu untuk diri sendiri…dari pada ngikut teman dengan rasa terpaksa….tentunya malah jauh lebih menimbulkan rasa tidak enak lagi….

    wah, ada yang ndukung nih, thanks bro…

  4. you’re not alone bro. saya juga pernah qo menolak permintaan temen dan akhirnya nyesel juga. tapi apa mau dikata, toh udah terlanjur nolak.
    caranya lakukan sesuatu buat dia di waktu yang akan datang dengan sepenuh hati. at least, bisa meringankan perasaan sendiri 😀
    lam kenal 🙂

    mantap nih sarannya., thanks ya n salam kenal kembali 🙂

  5. mau kerjaan yang lebih oke?? biar gak bosen di kamar…

    tolong setrika baju saya. hehehe

    (piss bos!)

    mana,,, sini sini punggungnya saya strika HAHAHA 😀

  6. menolak dg bijak 🙂

    Sahabat, makasih atas doanya selama ini
    Insyaallah ini hari terakhir saya tuk bedrest
    Dan esok bisa kembali beraktifitas 🙂

    wah, sudah sembuh ya..
    selamat beraktivitas kembali ya

  7. katakan ‘tidak’ jika memang ada alasan yang kuat. tidak setiap orang bisa menempuh jalan yang ini.
    salut untu keputusannya, om

    iya, temen yang baik pasti mengerti.. 😀

  8. SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    HEHEHE
    SELAMAT BERISTIRAHAT
    SEKARANG SEMANGAT BARU DUNK

    Semangat baru lahir dengan penuh cinta dan kasih sayang… 😀

  9. laen kale kalo ada yg minta tolong y tolongin… sapa tau masuk acara “TOLOOOONNGGG” kyk di tivi :mrgreen:
    *kabuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrr

    haha 😀 gak bertanggung jawab

  10. Hi…hi…namanya juga tega ya ? 🙂

  11. Kalo ajakannya ke arah negatif ya ditolak aja mas

  12. Yaa di ajak teman ko,kaga ikut shi,pada hal aq sering bget di ajak ma teman dan aku terus menolak akhirnya kaga adalagi yg mau ajak aku.menyesal tdk datang dari awal,jadi aku kaga usah nyesal d

    karena udah keseringan diajak, jadi mau libur dulu, hehe 😀

  13. jgn paksakan diri menerima ajakan kalo hati lagi nggak mood (ga ikhlas)
    tp jk itu membuat kecewa dia, kan masih ada hari ini ato esok untuk mohon maaf dan perbaiki kekurangan masa lalu, nyante ajalah semua orang mungkin ngalami hal yg sama.
    salam.

    thanks bro…

  14. kadang kita harus berani menolak, jika apa yg akan kita lakukan itu tiada membawa manfaat apapun. mmg lbh baik memanjakan diri, dng mengurung di kamar, yg belum tentu sebulan sekali dpt kita lakukan

    kadang keduanya bermanfaat, hanya saja bingung untuk memilih mana yang bermanfaat langsung buat diri kita

  15. semua orang punya alasan untuk semua pilihan tindakannya koq.

    dan saya maklum kalo dirimu emang tega bro… :mrgreen:

    sori, cm bercanda lho…. :mrgreen:

  16. kadang kita nggak selalu harus siap sedia setiap saat utk membantu teman.
    kitapun membutuhkan saat2 “me time” yaitu dimana kita bisa menyendiri sebentar utk merenung atau melakukan sesuatu sendirian misalnya; membaca atau hanya sekedar bermalas2an.
    jadi, nggak perlu merasa berdosa.
    salam.

  17. hmm.. yah asal alasanya jelas sich menolaknya kenapa gak usah sungkan mbak 😀 haha

    kok mbak, ini perjaka ting ting loh

  18. bantulah sebaik-baiknya bila Jay MAMPU [mampu waktu, tenaga, dll]

    bila tidak mampu, tolaklah jangan segan
    kita juga tak boleh menganiaya diri, ya kan..

    ahh jay sebenarnya paham.., tapi ga teganya itu.. 😀

    mm… menganiaya diri, iya juga tuh, trims bundo 😀

  19. haddiirr…,
    berhenti sejenak bro…,
    ambil waktu tuk berdamai dengan diri sendiri. tapi sebisanya jangan berkata tidak! selama apa yg diminta itu bukan hal negatif. hehehe…, Mgkn yg dibutuhkan ok, saya bantu tapi… saya cari wkt luang dulu yach or…
    berbahagialah orang2 yg sering dimintai bantuan sama orang lain, karena itu ladang pahala buat kita. ok bro..
    cu..

    ck ck ck… mantab

  20. Designnya keren banget, untungnya saya penyabar, jadi ngga tegaan, ^_^…V

    apa tuh penyabar, penyanyi bar kali ya

  21. salam kenal

    tetap semangat teman

    salam kenal kembali, thanks bro.. 🙂

  22. Mengucapkan kata tidak memang sangat berat, karena kita akan merasa bersalah…

    katakan TIDAK untuk korupsi, tuu yang nggak berat

  23. bang paung , kadang harus tega..demi kebaikan juga..iya kan??

    iya mel…

  24. gak apa mas.. skli2 kudu tega bilang gak…masa kudu mau terus, temen yang baik pasti gak akan marah klo sekali2 mas nolak ..kerjaan rumhanya kapan di selesaiin klo keluar terus, ya ga?

    kerjaan rumahnya mbak dewi aja yang kerjain, hehe

  25. hehehe.. jangan galak galak ya mas.. hahaha
    Salam Sayang

  26. Yang penting tau waktu dan kondisi bos.,,,,bukan brarti tega koq…he3… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: