(Foto) Kurang Kerjaan

Wah… senangnya kalau tulisan kita dibaca orang, terus dikomentarin, terus disuruh update lagi. Bagi sebagian blogger yang udah beken barangkali itu hal yang wajar, tapi bagiku ini merupakan suatu apa ya namanya, ya seneng ajalah pokoknya. Jelek-jelek begini, ternyata masih ada yang menanti…

Waktu zaman kuliah dulu, kakak-kakak senior suka nyuruh nulis, nulis dan menulis, pokoknya pasang target, satu bulan minimal harus ada satu tulisan kita nampang di koran. Walau dari koran lokal yang minim, mulai dariย  minim pembelinya, minim halamannya, minim kualitasnya dan minim honornya kalo pun dimuat. Tapi ya, ternyata menulis artikel itu memang sangat sulit. Selain harus punya referensi yang banyak, pengetahuan yang luas dan penguasaan kaidah penulisan yang mumpuni juga harus rajin-rajin mengirim, terutama pemula.

Hasilnya…

Tetap aja gak pernah dimuat.

Nah, untunglah ada sebuah media yang tidak menghiraukan segala macam persyaratan di atas. Kita gak perlu memakai rambu-rambu kaidah penulisan yang sesuai dengan EYD, gak perlu pake referensi, gak mesti harus mengatur dimana kerangka karangan, dimana kesimpulan. Pokoknya suka ati, apa yang ada di kepala langsung dituangkan ke media yang bernama blog ini. Syukurnya saya ada blog gratis kayak wordpress. Bisa nulis apa saja asal tidak dijadikan alat untuk mengganggu hak-hak orang lain.

Eh, kok jadi kepanjangan nulisnya… malah gak nyambung sama judulnya.

Sebenernya, niat awal cuma mau pamer foto-foto libur hari minggu kemarin.

Liburan dan hiburan, dua kata yang kembar dan sangat berkaitan tapi jarang ditemukan dalam kamus hidupku. Maklumlah, bagiku hari libur itu sama seperti hari yang lain, dipenuhi dengan kegiatan yang berbau kantor gitu.

Nah hari minggu kemarin benar-benar beda, rasanya itulah hari libur yang benar-benar menghibur. Penuh canda tawa dengan teman-teman seperjuangan. Memperjuangkan nasib dibalik pengangguran terselubung, hehehe…

Siang itu, muncul ide brilian dari seorang teman (eh, padahal dia itu boss kami, dan idenya juga gak brilian kok, biar dia seneng aja). Dia mengajak kita ke pantai, ya elah… kemana lagi. Tau sendiri kalo di Kota Meulaboh yang letaknya di ujung barat Aceh sana memang gak ada-apa selain pantainya yang memeluk kota tersebut.

Ya sudah lah terpaksa hari minggu ini ke pantai lagi sambil bawa perlengkapan perang musik. Sesampai di cafe pinggir pantai dan memesan beberapa minuman ringan, kami pun bergenjrang genjreng, ketipak ketipuk, bergendang gendut menyanyikan lagu-lagu nusantara, mulai dari sabang sampai merauke. Pokoknya lengkap deh, ada Bungong Jeumpa, Sinanggartulo, Lancang Kuning, apa lagi ya… Oh, ada yamko rambe yamko, ampar-ampar pisang, terus… ah, lupa. Nanti tanya temen lagi lah.

Lagu-lagu nusantara yang kami nyanyikan pun jadi hancur berantakan karena suara yang cempreng, lirik yang centrang prenang dan tabuhan gendang yang kadang berirama 2/4 tiba-tiba jadi 4/4. Belum lagi plesetan liriknya jika kami lupa. Yang ada hanya bernyanyi sambil tertawa.

Setelah lagu nusantara selesai dikumandangkan, tibalah tembang-tembang kenangan kami hajar satu persatu, entah kenapa koq tiba-tiba aku merasa jadi tua setelah menyanyikan lagu-lagu itu.

Nyanyian pun kami hentikan setelah suara kami berganti dengan uhuk-uhuk.

Tiba-tiba datang lagi ide gila untuk bernarsis ria di pantai. Aku dkk mencoba beberapa gaya untuk di foto layaknya para pengamen jalanan yang tersesat di pulau tak bertuan. Kami sudah tak peduli lagi berapa pasang mata menonton aksi kami yang sangat malu-maluin itu.

Pantai Suak Ribee

Pantai Suak Ribee

Mungkin inilah buah dari kebosanan yang selama ini terpendam dalam riuhan tugas-tugas kantor yang menumpuk dan menimpuki kepala di jam-jam kerja. Olala…

Singing without music

Singing without music

Entah apa maksud si pengarah gaya menyuruh kami berlaku seperti ini, untung saja penghuni pantai itu tidak marah karena kami telah menodai pantainya dengan perilaku memalukan seperti ini

Singing without fans

Singing without fans

Musik dimainkan… awas kaki terinjak… goyang dombret goyang dombret

THH

THH

Koq yang baju putih ini terus-terusan di depan ya… (ups!!! i’m sorry boss)

human circle

human circle

Ini mau buat lingkaran yang dihubungkan dari kaki ke kaki, sayangnya gak ada helikopter untuk mengambil gambar dari atas…

Ujong Kareung Beach

Ujong Kareung Beach

Setelah bosan di Pantai Suak Ribee, kami pun mengamen lagi di pantai Ujung Karang.

Nantikan terus kelanjutan nasib para anggota band ini. Dasar KURANG KERJAAN>>>>>>>๐Ÿ˜€ <<<<<<<

26 Tanggapan

  1. hewhewhew .

    ๐Ÿ™‚

  2. wow…
    it’s nice bro…
    bisa bareng2 temen mainmusik gitu
    uhh, dah lama rasanya aku ga bisa sesantai itu
    apalagi backgroundnya pantai
    mantap
    c u,….

    terima kasih bro… kalo di sini tiap hari ke pantai, karena gak ada tempat lain yang menarik

  3. Mantap bro..terus lah berkarya..๐Ÿ™‚ btw main y ke blog saiia sekalian kalo bisa koment2..hhe..

    gampang tu… tinggal komeng2

  4. Wo wo wo wo wo, jebule mung arep pamer potato to mas?๐Ÿ™„

    wah nggak ngerti saya… tapi pasti mo bilang narsis kan…

  5. Sip mas, LANJUTKEN! NGAPDET YAH, kalo enggak mau ku jadiin korban tukang kompor blog.

    masih mendingan ketimbang dijadiin korban tukang kompor gas

  6. wah asyik coi…
    salam kenal ya

    salam kenal kembali

  7. Jangan2 yp pake baju puth itu kamu lagi,kerentuh foto2nya kaya anak band yg baju puth itu pake gendang apa tuh?

    haha.. bukan bang. Itu kepala suku kami…๐Ÿ˜€

  8. nah.gitu dunk..up date blog nya, biar isinya cuma pamer muka.hehhheee.
    peace bro’

    perlu banyak belajar sama mbak ni gimana supaya bisa nulis yang bagus

  9. wah asik euy endah bgt

    ya begitulah…๐Ÿ˜€

  10. wah coba ada blue pasti banyak kerjaan dech ya kan…..hehehe
    salam hangat selalu
    semoga semakin erat persahabatannya ya.

    iya deh.. semoga kita jadi sahabat walau cuma di dunia maya

  11. Wew, haiyo mas blognya dihapdet.

    waaa… gak sempat pak

  12. Waaaah baru balik liburan yaaaaaa.. nggak ajak ajak yooo
    Salam Sayang

    udah ngajak koq… tapi KangBoed lagi Melamun, jadi ora kerungu

  13. waa……….hh senangnya,
    bisa berlibur sambil ”gila2an” jadi pengamen.
    ternyata nggak gampang ya ngamen itu bang ?
    foto2nya bagus2 kok, juga pantainya ternyata bagus, cuma kurang promosi mungkin dr pemda,
    he.he,,,,,,,,kok jadi komplain ?
    salam.

    biar cepat promosi, Bunda dulu dipromosiin jadi Bupati di sini haha๐Ÿ˜€

  14. wehhhh foto2nya keren uy…. lucu2 posenya…. human cycle nya emang sayang yahh… ga ada heli lewat… heheheh…

    iya tuh bro… yang ada heli.. gung gung gung

  15. perlu keberanian untuk mejeng dengan berbagai gaya semacam itu๐Ÿ˜€

    haha… memang muka tebal semua tuh orang

  16. wah2, emang nih bos, paling nikmat liburan kumpul2 sama sobat2 heheh. apalagi ke pantai beuh, sedap! hehe

    udah bosan juga ke pantai, pengennya ke kutub utara..haha

  17. weeeeeeee asiiiiiiiiikkkkkkk liburan…..๐Ÿ˜†
    ngemeng2.. itu potona ada yg mirip indra birowo ya:mrgreen:

    bukan Kang, indra Birowo yang mirip di poto situ

  18. Ayo terus ngupdate mas.. Biar gag kurang kerjaan..

    wah, kang Rudy udah kayak suporter bola aja

  19. wahhh…pantainya serasa dekat bang…๐Ÿ˜€

    -salam- ^_^

    emang dekat kali itu bah, makanya bentar-bentar kami harus lari menghindari ombak๐Ÿ˜€

  20. Wah, seru tuh. Ngamen rame-rame. Biarpun malu, malunya rame-rame.Tapi yang pasti, senengnya rame-rame. What a wonderful life!

    iya, kayak iklan itu tuh, gak ada lu gak rame!!๐Ÿ˜€

  21. itu bujang semua ya?
    wah
    enaknya kalo menjadi bujangan
    ke mana-mana tak ada yang ngelarang๐Ÿ˜€
    *merindukan suasana yang sama๐Ÿ˜ฆ

    itu bujang semua, tapi belum lapok loh

  22. wah senengnya bisa kumpul teman sambil bermusik ria.
    Fotonya juga cakep2 rek.
    Salam kenal mas

    wah, terima kasih, kalo gak cakep pasti gak dipublish, hehe
    salam kenal juga pak Cholik

  23. waduh.. jadi pengen kesana… koq seru banget liburannya…terutama aktifitasnya di situ heheheh

  24. si eko makin kurus aja keliatannya :))

    kok kenal sama eko?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: