Belajar Bertanggungjawab

Ini memang persoalan sepele, namun jika dibiarkan maka akan menjadi masalah yang besar dan merugikan banyak orang. (emang masalah apa sih Monnn…)

Malam lalu aku cekikikan melihat sebuah mobil double cabin berlogo PMI Spanyol nyangkut di got. Roda depan sebelah kiri berada dalam got sedangkan bagian belakang sudah terangkat alias nungging.

Koq bisa. Ternyata mobil yang dikendarai perempuan cantik berwarga negara Spanyol itu tidak tau kalau titi aspal di simpang gang menuju tempat tinggalnya yang tadi pagi dilewatinya sudah tidak ada dan berganti dengan potongan kayu dan triplex. Entah karena sudah terbiasa melewati jalan itu atau tidak memperhatikan kondisi jalan. Mobilnya pun mulus nangkring di got.

Jalan yang sempit itu semakin susah dilewati kendaraan. Karena sebagian badan mobil mengambil separuh badan jalan. Ia beberapa kali mengungkapkan kekecewaannya. “Siapa yang membuat lubang di sini” Katanya dengan aksen Spanyol yang belum hilang, ternyata ia lancar juga berbahasa Indonesia.

Dari keterangan temanku, ternyata ia adalah korban kedua. Sebelumnya, sore itu sebuah mobil ambulan yang melewati gang itu juga mengalami nasib serupa.

Ini bukanlah soal meleng atau tidak awas. Tapi ini adalah soal kurangnya tanggung jawab dalam bekerja.

Beberapa minggu ini, got sepanjang jalan itu sedang dalam perbaikan. Beberapa pekerja mengeruk got yang sudah tersumbat dengan batu, tanah, pasir dan sampah sehingga tak lagi bisa dialiri air. Barangkali ini usaha penanggulangan atau antisipasi banjir dari pemerintah daerah Aceh Barat. Got yang dulu ditumbuhi rerumputan kini akan dibersihkan dan disemen. Untuk penggaliannya, beberapa jembatan yang terbuat dari kayu dan semen terpaksa harus dibongkar untuk memudahkan pekerjaan mereka.

Masalahnya mulai terjadi saat jembatan kecil yang menghubungakan jalan utama dengan gang tidak lagi ada. Dan diganti dengan jembatan seadanya yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Selain itu, tidak ada sama sekali bentuk informasi apapun, misalnya pamflet yang dipajang sebagai pemberitahuan bagi pengguna jalan menuju gang itu. Akhirnya terjadilah akibat seperti itu yang merugikan pengguna jalan dan merusak kendaraannya.

Andai para pekerja (termasuk juga kepala proyeknya) sedikit lebih bertanggungjawab, setidaknya mereka membuat pengumuman atau membuat rambu agar pengguna jalan tahu bahwa jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sehingga akibat yang merugikan itu bisa dihindari.

Kadang kala kita mudah sekali berpikir praktis tentang sesuatu tanpa memikirkan akibatnya ke depan. Apalagi akibat yang ditimbulkan itu menyangkut orang banyak. Sesuatu yang dianggap sepele ternyata berdampak besar bagi masyarakat. Contoh kecilnya ya seperti kejadian di atas. Entah bagaimana jika mobil ambulan yang menjadi korban pertama sedang membawa pasien gawat darurat atau sedang dibutuhkan untuk membawa ibu hamil yang mau mbrojol…

Hal-hal demikianlah harus diperhatikan oleh kita semua. Sesuatu keteledoran yang kita anggap sepele ternyata bisa mengganggu kenyamanan orang banyak dan bahkan membahayakan jiwa orang lain… Ayo mulai belajar bertanggungjawab dari hal-hal kecil.

19 Tanggapan

  1. Aduh ko,bisa gitu shi kerjain jalan tapi tak ada tanda2

    iya tuh. Mungkin karena merasa bukan miliknya jadi ya begitu. Atau terlupa kali

  2. semoga kita semua bisa menjadi orang yang lebih bertanggung jawab…

    itu doa ya… AMIIINNN

  3. assalamu’alaikum…………..
    lamo tak jumpo ne……
    pa kabar?
    makin keren aja postingannya

    bah, macam orang melayu pulak si mel ini…
    terima kasih bah pujiannya…๐Ÿ˜€

  4. Semoga orang spanyolnya nggak buru-buru pulang kampung kespanyol gara-gara hal tadi…:D

    ya nggak lah bro… wong dia nyari makan di sini…๐Ÿ˜€

  5. klo sdh lulus bertanggungjwb akan hal2 kecil, hal2 yg besar mulai dilatih dan dicoba

    iya… kayak apasih yang besar-besar itu…๐Ÿ˜€

  6. Hmmm padahal itu untuk kepentingan umum ya, tp kok ya santai saja. Keselamatan orang dipertaruhkan.
    Mudah2an sih kita semua bisa sering2 mrasa ditegur klo ada kejadian kayak gitu, biar gak lupa utk juga belajar bertanggungjawab.

    biasanya kita berbuat begitu karena tidak merasa memilikinya…

  7. Iyya…ya..hal kecil begitu kadang terlewati begitu saja…

    Kecil kecil……lama lama gede juga tho…

    tapi masalah yang kecil gak boleh digede-gedein…๐Ÿ™‚

  8. jawabannya simpel aja..

    mari Bertanggung Jawab !!๐Ÿ™‚

    emang udah dijawab diakhir tulisannya…๐Ÿ™‚

  9. met berakhir pekan๐Ÿ˜€ hehehe

    sama aja… kerja teruuuuussssssssss

  10. hehehe.. bagaimana kita bisa bertanggung jawab terhadap hal hal yang besaaar.. bila untuk hal hal yang kecilpun tidak bisa..
    Salam Sayang

    harus banyak latihan kali yaa

  11. mas coba tannya kepala proyeknya: pasti dijawab, soal di tanggung ha… lain hal… hehe…

    thanks dah mampir

    koq tau… mas mantan kepala proyek juga ya.. hehe๐Ÿ™‚

  12. kontraktornya itu pasti menyimpang dari SOP yang telah ditetapkan deh. setahu saya, urusan K3 masih di bawah tanggung jawab kontraktor slm proyek tsb msh berlangsung. btw, aceh aman terkendali kan bang?

    Jia hahaa… kayak kita Kapoltabes aja… Alhamdulillah aman di sini. Ganti

  13. kalo korbannya ngerti hukum, barangkali bisa mengajukan gugatan ke pemda. atau kalo masyaraktanya sudah peduli dengan kinerja pemerintah, gugatan class action bisa dilakukan. terlepas lobang itu adalah pekerjaan pihak swasta.
    di negeri ini masyarakat masih ditempatkan sebagai objek pembangunan๐Ÿ˜ฆ

    seremnya kalo udah dengar class action, pasti harus ngumpulin tanda tangan sampe beratus orang tuh kan…

  14. paling tidak, berilah rambu bahwa got tsb
    sedang dlm perbaikan.
    orang yg akan lewat jalan tsb jadi bisa lebih berhati2.
    kadang bukan hanya kurang tanggung jawab saja,
    kurang informatif pun sering terjadi.
    salam.

    selain kurang informatif, kurang hati-hati juga kali ya…๐Ÿ™‚

  15. Rasa tanggung jawab dan kepedulian..sekarang ini makin langka. Di tempatku malah lebih tragis mas. Ada anak jatuh ke sungai dan tewas gara2 lewat jembatan yg jalannya ada lobang.. Jembatan itu pinggirnya terbuat dari papan kayu..dan lobang itu sudah lama ada, tapi dibiarkan begitu saja. Baru setelah ada kejadian..orang rame2 sibuk betulin. Kenapa yaaa…apa2 kok mesti nunggu ada korban dulu, baru ada tindakan…payah..!!

    turut berduka cita ya… setuju, seperti kata bijak, lebih baik mencegah daripada mengobati… Tapi itulah yang sulit dilakukan

  16. kalo di bogor nih yaa… kalo ada got yang lagi dikeruk, ditutupin pake pelat besi (kalo pas lagi istirahat).

    jadi ya minimal mobil angkot gak jeblos.

    kalo truk gak tau deh.๐Ÿ˜€

    Emang angkot sama truk di sana suka jalan2 di got ya๐Ÿ˜€

  17. halow
    kenanga tlah kembali nih..
    apa kabarnya??

    halooo juga
    udah kembali ya, mana oleh2nya๐Ÿ™‚

  18. wah, seharusnya ada palang kuning atau papan peringatan gitu yak.. wah, bahaya nih kalo kebiasaan ini makin menjadi

    iya, korbannya nambah lagi barusan…

  19. yaa… bis aja bisa masuk desa kok. di sini sopirnya mantep mantep!

    Bis…a aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: