Jariku Oh…

asli, nggambar sendiri

asli, nggambar sendiri

Aku terus menjilati jari-jari ini. Telunjuk sudah, setelah itu jari tengah. Lalu balik lagi, begitu seterusnya. Kurasakan perihnya bukan main… (Emang ngapain sih, koq jilat-jilat gitu?)

Huuu… huuufff….

Aku menghembus jemari tangan kiriku berkali-kali. Ah, nggak kuat. Perih banget. Sakit… (koq jadi cengeng). Kugerak-gerakkan telunjuk dan jari tengahku. Kutegakkan, lalu kubengkokkan. Kulatih senam aja sekalian. Tapi koq perihnya nggak ilang-ilang.

Ini gara-gara tadi waktu ambil air di dispenser sambil ngelamun. Akhirnya ya begini ini.(Masih bingung kan… lanjut?)

Kebiasaan aku ambil air di dispenser itu dimulai dari yang cold dulu. Karena kurang begitu suka dengan air dingin seperti es gitu, aku campur dengan hot water (air panas) di dispenser yang sama.

Nah, waktu ambil air panas itu lah, mataku tidak benar-benar memperhatikan muncung tempat keluarnya air panas. Sorrrrrr… air panas yang seharusnya masuk ke dalam gelas malah menyirami jariku. Lantai pun jadi becek (AAAAAA… aku teriak dalam hati). Untung aja aku nggak reflek. Sehingga tangan kiriku tetap kuat memegang gelas.

Dengan pura-pura tidak terjadi apa-apa (soalnya teman-temanku mungkin pada lihat karena mereka nonton tv semua, sementara dispenser di samping tv) aku meletakkan gelas ke atas meja, lalu sibuk mencari kain pel. Jadilah aku babu setengah menit membersihkan air di lantai.

Setelah itu aku bergegas ke kamar mandi karena jariku tak kuat lagi menahan perih, langsung saja kusiram jariku dengan air di ember sebanyak-banyaknya. Adooohhh… panas kali. Jangan-jangan iritasi pulak. Bengkak berair. Semoga aja nggak.

Jari, maafkan aku ya yang teledor sehingga membuat kelen berdua kepanasan. tapi bukan kelen aja yang kepanasan. Aku yang sangat merasakannya. Perihhh banget. Mau teriak-teriak, malu. Daripada kesiram air panas, mending digigit semut aja deh.

Udahlah… moga aja cepat ilang ni perih. Hoooff… hofff…

Satu Tanggapan

  1. nah beginilah adik-adik ku, itu tadi cerita dari bang jaya, judulnya sialan. jadi setiap orang yang kurang hati-hati akan mendapatkan celak. untung saja hanya air panas yang ada di spenser. sempat air yang ada di muncung gunung berapi. amploplah jadinya.
    ok adik-adik semua, sekian dulu cerita dari bang jaya, kita tunggu lagi cerita dia selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: