Siap & Tidak Siap Dikritik

Pagi itu aku baru saja mendapat kritik dari seorang anak SMU, dia mengkritik performanceku saat menjadi moderator kompetisi debat antar sekolah tingkat SMU. Kritik itu kuterima dengan lapang dada. Karena sebelumnya aku sudah mempersiapkan diri untuk menerima hasil itu. Kusadari memang itulah pertama kalinya aku menjadi moderator debat dan aku tahu seberapa besar kemampuanku.

Entah kenapa aku tidak sakit hati saat kritik itu datang. Barangkali karena aku sadar saat itu memang aku mengakui kelemahanku. Menjadi moderator dadakan tanpa pengalaman sama sekali telah memberiku pelajaran berharga. Yaitu, berani mengambil risiko dan melatih kepercayaan diri. Tentunya aku bersyukur telah dikritik sehingga aku dapat belajar untuk mengatasi kelemahan itu.

Siangnya, seorang teman kantor mengkritik hasil sablon kaos yang akan mereka gunakan saat menjadi panitia sebuah kegiatan. Tulisan di kaos salah cetak. Ia pun mengajakku untuk melakukan complain ke tempat usaha desain grafis tersebut. Entah bagaimana, niatan awalnya memberitahukan kalau salah satu huruf yang tercetak di baju itu salah. Eh, sang pengusaha bukannya meminta maaf, malah beralasan panjang lebar dengan mengatakan kalau dia hanya manusia dan wajar kalau salah.

Sebenarnya tujuan kami hanya ingin menyampaikan kekeliruannya dan meminta pertanggungjawaban darinya. Hal itu pun kami sampaikan dengan cara-cara yang santun. Sebagai konsumen tentu wajar melakukan complain jika mendapati produk yang dibeli cacat. Namun akhirnya temanku dan si pengusaha malah cekcok. Ketika emosi semakin memuncak, keluarlah kata-kata dari mulutnya jangan lagi memesan ditempatnya. “Kami tidak pernah menyuruh orang supaya datang kesini. Tapi orang-orang yang datang sendiri kesini.” Sang pengusaha tidak meminta maaf atas kesilapannya. Ya sudah.

Akhirnya tidak ada hasil yang didapat. Kaos yang salah huruf karena kekurangtelitiannya tidak diperbaiki dan ia meminta kami jangan pernah datang lagi (memesan) ke tempatnya. Kami meninggalkan sang pengusaha dengan tersenyum. Hak kami sebagai konsumen telah ia cederai.

Apa sih kritik itu?

Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan, demikian yang kukutip dari Wikipedia. Secara sederhana barangkali bisa dikatakan kalau kritik itu adalah tanggapan dengan pertimbangan baik buruk atas suatu pekerjaan, pendapat dsb.

Ada orang yang bisa menerima kritikan, ada juga yang tidak suka dikritik. Tentunya masing-masing punya alasan sendiri. Namun apapun alasannya, bagiku kritik telah memberiku pelajaran untuk lebih memperbaiki diri selama disampaikan dengan cara yang santun. Maka dari itu, saya sangat berterima kasih jika pembaca mau memberikan kritik dan komentarnya untuk tulisan ini. 🙂

Iklan

11 Tanggapan

  1. sebenarnya kritik bila ditanggapi dengan lapang dada malah bisa memacu kita untuk maju…

    Siip… kritik membangun itu yah, lain ceritanya kalo kritik meruntuhkan (kalo yang ini kayaknya gak ada)

  2. Sekedar tambahan aja mas,kalau ada orang yg tidak mau menerima kritikan,
    suruh aja menghadap ke cermin dgn itu mungking dia bisa mengkritik dirinya sendiri

    gitu ya, ntar dianya malah tambah marah karena dianggap menjelek-jelekkan wajahnya.. huhuiii

  3. Saya mau kasih kripik aja! gimana! he he he
    Mantap bang, tulisannya…

    sekalian sama pasangannya… biasanya kan orang bilang atas kripik dan sarapannya diucapkan terima kasih

  4. barangkali pengusaha sablon kaos itu blm memahami filosofi rumah makan padang : kalau anda tidak puas beritahu kami, tetapi bila anda puas beritahukan kepada teman2 anda

    Iya bang, seandainya pengusaha kita semua memakai filosofi itu…

  5. tak ada kritikan tuk postinganmu sahabat.
    met berakhir pekan dan salam persahabatan bloger

    salam hangat dalam dimensinya blue

    oya kapan terakhir abang menyambut kehadiran orangtuamu pulang dari mencari rezky?

    harusnya ada dunk, biar seru. Selamat berakhir pekan juga ya dan salam persahabatan…
    kapan ya, malah saya yang disambut orangtua sepulang dari mencari rezeky…

  6. Orang yg gak mau dikritik itu biasanya terlalu meninggikan egonya, merasa gak butuh sama orang lain padahal dia itu butuh. Orang yg suka ngritik pun kadang merasa dirinya yg paling bagus n paling benar + cari perhatian. Jadi..menurutku..enjoy aja lah.

    wah, jadi kayak iklan neh, enjoy aja

  7. silahkan kritik daku di http://www.ngrantan.co.cc
    makasih.

  8. aq pribadi , kalo di kritik, pertama pasti ngerasa sebel..(dalam hati…sirik aja…blm tentu dia bs lebih baik dr aq ) tapi habis itu , nyesel . and berpikir , brarti aq masih ada kekurangannya ,,dan berterimakasih sudah ada yang memperingatkan. gitu….

    Sebel kadang-kadang ada. Biarlah dikritik. Itung-itung melatih kesabaran kita

  9. Tidak ada manusia yang sempurna. selain kelebihan, setiap manusia juga pasti memiliki kekurangan. Untuk itu, tanggapi setiap kritikan itu dengan bijaksana. Jangan dahulu dimuntahkan meski pahit terdengar, dan jangan dulu ditelan meski manis didengar. Bisa jadi, yang pahit itu adalah penawar yang akan menyembuhkanmu dari berbagai penyakit (sombong, lalai, pesimis, sok tau, dll). Dan bisa jadi, yang pahit itu adalah racun berbentuk madu yang akan menghancurkan kehidupanmu.

    Dan sampaikanlah kritikanmu dengan penuh bijaksana. Dengan kelembutan dan kesabaran, yang membangun dan bukan menjatuhkan.

    Teimakasih pak Nurdi, sungguh dalam maknanya, insyaAllah belajar jadi orang yang bijaksana

  10. kebijaksanaan itu bisa muncul dari siapa saja ya kan…
    Pada saat dikritik kita jg hrs memiliki konsep, benar salah… Terlalu sering berubah jadinya plin plan…

    Benar tengku… bijaksana kali tengku ini 🙂

  11. Kritikan sautu proses pembejaran buat kita 🙂

    iya, belajar dari kesalahan diri sendiri 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: