Moderator Debat

Alhamdulillah… akhirnya aku telah melewati babak sulit pengalamanku. Ya bagiku ini sulit mungkin bagi orang lain nggak. Ternyata jadi moderator debat itu tidak gampang, apalagi ini baru pertama kali kulakukan.

Awalnya si Boss tempat aku bekerja menelpon rekannya untuk menanyakan tentang pencetakan newsletter, eh ndilalah koq malah terjadi transaksi pencarian moderator cadangan. Langsung dari mulutnya meluncur kata-kata “Oh ini ada si Abdi Jaya Marpaung namanya, dia bisa ini jadi moderator… Oke-oke, nanti dia kusuruh kesana… Hari ini ya… Oh, untuk acara besok… Ya ya ya… Yooo… Wassalamualaikum”.

“Jack, sekarang kau jumpai Bg Imran di kantornya. Udah abang bilang kau jadi moderatornya. Kan gak ada kegiatan kau besok kan…”

Hmm… Pertanyaan yang meminta jawaban ‘TIDAK’

Ihh… ada-ada ajalah. Udah tau awak ni pendiam, disuruh jadi moderator. Memang ada sih pengalaman tampil di depan umum kayak jadi pemateri waktu pelatihan KHA, tapi itupun cuma dua kali. Terus selebihnya nggak pernah. Oh, pernah waktu SMU. Itupun jadi pembaca saritilawah…

Sejak mendengar itu raut mukaku berubah jadi Keanu Reeves ketat. Ketukan jantung bertambah 50 x lebih cepat. Persis seperti piston sepmor yang berlari di atas 100 km/jam (nyari permisalan aja ribet amat). Jam 12 teng aku pun berangkat ke kantor si pemilik hajatan. Sungguh tantangan yang mendebarkan.

“Sudah pernahkan jadi moderator debat?” Tanya bg Imran begitu ia sampai di ruang tunggu dengan segepok duit kertas.

Haaa!!! Moderator debat. Jadi bukan moderator acara seminar gitu toh… Koq boss gak bilang dari awal sih kalo ternyata moderator debat yang dicari.

“Nggak bang.” Jawabku jujur. memang ia, sekalipun aku tak pernah jadi moderator debat.

Akhirnya bang Imran menjelaskan apa-apa saja yang akan dilakukan moderator debat, aku mendengar dengan seksama. Mampus lah awak. Dalam hatiku.

Ternyata aku akan memikul tanggung jawab menjadi moderator kompetisi debat antar SMu se-Aceh Barat. Waaa…. Bisa nggak ya. Kali ini jantungku hampir copot.

Malam harinya aku segera mencari bahan yang berkaitan dengan tema debat di internet. Padahal niatnya malam itu pengen begadang nonton Chelsea vs Barcelona (liga  champion). Tapi kupikir kubatalkan nonton bola. Karena acara besok pagi jam 9 sudah dimulai.

Besok paginya aku masih mencari referensi dengan menelpon seorang cewek (kuharap suatu hari dia mencintaiku) dan ternyata dia pernah jadi moderator debat. Langsung saja kuminta dia bercerita seputar pengalamannya menjadi moderator debat dan apa-apa saja yang dilakukannya saat menjadi moderator.

Selesai menelpon, aku pun beranjak ke kantor (tentunya setelah mandi dan gosok gigi) mencari bahan-bahan lagi yang masih kurang. Pukul 8 kurang sepuluh aku berangkat ke tempat kompetisi, di SMUN 1 Meulaboh dengan Zaldy. Anak ni kalo dengar kata-kata SMU pasti dia langsung semangat. Maklumlah, itu gudangnya daun muda.

Kulihat SMU ini sudah dipenuhi anak SMU (bah iyalah, masa anak punk) dari berbagai sekolah. Ruangan debat kumasuki. Sudah ada 4 kelompok. Dua pro dua kontra. Saatnya beraksi.

Bla bla bla blip blip blip dummmmmm

Acara selesai.

Banyak kekurangan di sana sini. Tapi tak maulah kubilang. Malu aku. Tapi senangnya adalah debat yang kupandu lumayan hidup.

Dari pengalaman itu, banyak pelajaran yang kupetik. Untuk menjadi moderator debat kamu harus melakukan salto kebelakang kayak gini:

1. kamu harus siap dengan tema debat. Artinya, kuasai materi debat sebaik mungkin.

2. Mempersiapkan stamina yang cukup. Tidurlah lebih awal. Jangan sampai saat acara pembukaan. Kamu berkali-kali menguap. Kan jelek tuh dilihat orang utan.

3. Pakai pakaian yang rapi dan harum. Ini untuk meningkatkan percaya diri.

4. Ucapkan salam dan selalu tersenyum. Jangan kebanyakan senyum ya. Apalagi yang ompong.

5. Kamu harus pandai-pandai melihat suasana debat. Jangan biarkan kelompok ada yang vakum. Berikan kesempatan kelompok lain jika ada yang ingin menyela.

6. Berusahalah mencari celah untuk pernyataan kelompok yang menarik untuk dieksplorasi kelompok lain.

7. Jangan lupa dengan tujuan debat. Apa yang ingin diperoleh dari hasil debat.

8. Jangan lupa meminta masing-masing kelompok memberikan ide baru atau solusi dari pernyataan atau tema yang mereka pilih. Ini biasanya di akhir debat.

9. Mulailah dari sekarang jadi orang yang suka bicara. Jangan jadi orang pendiem. Ntar susah kalo ngomong di depan umum. Apalagi motong-motong pembicaraan orang.

10. Siaplah menerima kritikan dan masukan di akhir debat.

11. Siapkanlah sapu tangan. (jika kamu punya masalah seperti aku ini. Selalu mengeluarkan keringat kalau sudah tampil di depan umum)

Ya mungkin itu ajalah. Aku udah tak tau lagi. Mungkin ini lah pengalaman yang cukup berkesan bagiku. Menjadi moderator debat untuk pertama kalinya bagi seorang yang pendiam dan pemalu seperti aku ini.

Thanks God… You are very kind to me…

Satu Tanggapan

  1. Tips ke 12 kalau tampil di depan umum janganlah nampak2kn kali logat medan awak tu lae… Hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: