Engkau Lebih Cantik Dari Bulan Purnama

engkau_lebih_cantikHei kawan, seminggu yang lalu aku membeli sebuah buku berjudul “Engkau Lebih Cantik dari Bulan Purnama” karya Muhammad Yasir. Terus terang aku begitu tertarik dengan buku tersebut, judulnya memang berhasil memancing aku untuk membaca isinya. Apalagi di sampul belakangnya Pipiet Senja (Novelis Indonesia) dan Irwan Kelana (Redaktur Harian Republika) memberikan testimoni tentang isi buku itu. Siapa coba yang gak tergoda.

Aku membeli buku itu di Toko buku yang baru nongol di Kota Meulaboh, namanya Rumah Buku. Ketika pertama kali masuk ke dalam toko itu tak ubahnya seperti memasuki toko-toko buku yang ada di Medan. Bukunya lengkap dan up to date. Kulihat ada beberapa buku yang best seller seperti tetralogi laskar pelangi, Twilight, Elipse semua nangkring di situ. Wah hebat nih. Waktu di Banda Aceh saja aku jarang menjumpai toko buku yang menyediakan buku best seller yang baru terbit. (Lho, kok jadi ngomongin toko buku ya…)

Back to the book…

Membaca judulnya ditambah embel-embel 80 kisah islami terbaik  untuk perubahan, inspirasi dan teladan membawaku pada sebuah buku karangan Kang Habib berjudul “Di Atas Sajadah Cinta” yang kurang lebih memiliki muatan yang sama. Sama-sama isinya merupakan himpunan kisah islami yang diramu dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menyentuh hati.

Buku ini tentu sangat bagus dibaca oleh orang-orang yang haus akan teladan, yang haus akan kisah-kisah penuh keajaiban dan nyata. Menurut aku, orang tua sangat perlu buku seperti ini sebagai pengantar tidur (mendongeng) kepada anak-anaknya.

Kisah-kisah di dalam buku itu bukanlah hasil imajinasi penulis. Penulis selalu menyertakan sumber tulisan layaknya ketika kita membaca hadits Rasul, selalu ada perawinya.

Bukunya juga murah, cuma 25 ribu perak. Masa segini aja gak bisa beli, pulsa aja sampe ratusan ribu dibeli. Padahal yang ditelpon juga nggak jelas. Penerbitnya Al-Kautsar dan masih newbie loh, cetak pertama aja maret 2009.

Oh ya, aku punya sedikit pengalaman dengan buku ini. Ketika pertama kali aku membuka bungkus buku tersebut, mata dan jemariku yang lentik ini (tuing) langsung mencari daftar isi. Mencari judul “Engkau Lebih Cantik dari Bulan Purnama”. Begitu kudapat, langsung aku tuju halaman tersebut. Ouw… (anda penasaran…) Ceritanya sangat singkat.

Oh ya kawan, ketika menulis ini aku sebenarnya diliputi kekesalan yang mendalam. Ingin rasanya kulampiaskan kekesalan ini. Tapi kemana ya. Nggak mungkin aku tumbuk teman-teman kantorku satu persatu. Atau aku buang sandal mereka, atau berteriak sekeras-kerasnya kayak dalam film Tarzan. Tapi nggak mungkinlah. Aku kan udah dewasa dan harus bijaksana menyikapi setiap masalah (Uhuy…)

Buku itu hilang. Aku yakin ada yang mengambilnya (Ya iyalah, masa’ hilang gitu aja… Emang sulap). Aku yakin yang mengambilnya teman-temanku sendiri. Tapi setelah satu persatu kutanya. Semua nggak ada yang ngaku (ya iyalah, kalo ngaku semua bukunya banyak dong. Udah ah, diem!!!)

Tragedi hilangnya buku itu sampai kini masih membekas di hatiku. Apalagi baru 3 kisah yang kubaca. Jahat banget teman yang mengambilnya. Kenapa nggak bilang sih. Kalo mau minjem pasti aku kasi (tentunya setelah aku selesai membacanya). WOI PULANGIN LAH…😦

Hiks… hiks… hiks…

3 Tanggapan

  1. pertama x neh….
    salam kenal aja..mampir2 disini skalian referensi buat update blog. hehhehhe,,

    Salam kenal juga, langsung bales kunjungan ne…

  2. Bagus….ya lebih baik membacakan dongeng yang mengandung nilai2 islami tau nilai positif, dari pada baca dongeng yang ga – ga…
    hahaha
    lam knal yups…. Yuli
    Kunjungi balik donk….

    iya, cerita islami banyak koq yang mengandung nilai moral dan inspirasi yang baik… Salam kenal juga. Saya tautkan juga blognya mbak…

  3. tulisanya menarik n enak dibaca…skalian nulis novel ja sobat…

    makasih bro, belum mampu bikin novel, masih perlu diasah lagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: