Belajar dari Bendera

bendera-21Kira-kira saat itu pukul 06.00 sore. Aku pulang dari JJS alias Jalan-jalan sore disekitaran Pantai Ujung Karang Meulaboh. Saat melalui Markas Polisi Militer, seorang anggota PM memblokade jalan. Beberapa kendaraan berhenti baik dari arah depan maupun belakang.

Aku saat itu heran. Ada apa ini, Koq berhenti semua? Tapi pertanyaan itu terjawab saat kuikuti pandangan pengguna jalan yang lain. Ternyata ada penurunan bendera merah putih di markas Polisi Militer tersebut.

Aku mengambil kesimpulan, bahwa kita dilarang melakukan aktivitas saat penurunan bendera berlangsung sebagai tanda penghormatan. Karena setelah bendera mencapai tangan pengerek. Kami diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan.

Bagi sebuah negara. Bendera merupakan lambang yang harus dimiliki dan juga identitas untuk membedakan negara satu dengan negara yang lain dan bendera setiap negara memiliki warna dan bentuk tersendiri dengan makna tertentu pula. Walau Bendera Indonesia serupa – tapi tidak sama – dengan bendera Monaco, sama-sama berwarna merah putih, namun makna warna dari kedua negara tersebut pasti punya perbedaan.

Bendera hanyalah seonggok kain berwarna, namun derajatnya kadang lebih tinggi dari kita. Jika ada pertanyaan, Siapakah yang paling banyak dihormati di dunia ini? Jawabannya adalah BENDERA. Mana ada manusia yang mendapatkan penghormatan seperti bendera. Mulai dari anak SD hingga Presiden, semuanya hormat pada bendera.

Barangkali kita bisa belajar pada bendera. Suatu saat ia berada di puncak lalu suatu saat pula ia di bawah. Ia dihormati oleh bangsa sendiri juga oleh bangsa lain.

Ia dipegang dengan hati-hati, menjaganya agar tidak jatuh ke tanah. Ia dilipat dan dibentangkan dengan baik. Ditempatkan di tempat yang bersih dan layak. Ia juga selalu kokoh berkibar di angkasa, tetap bertahan ditimpa panas matahari dan siraman hujan.

Begitulah hendaknya seorang PEMIMPIN (terutama capres dan caleg yang nantinya akan memimpin bangsa ini), bisa menjaga hati dan kehormatannya layaknya seperti menjaga sebuah bendera. Menghormati orang lain tanpa peduli siapa dan apa kedudukannya. Berlaku adil kepada siapa saja, tidak peduli ia dari kalangan buruh atau pejabat teras sekalipun. Ia tetap melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Saat berada di puncak kekuasaan, ia tidak sombong, karena ia menyadari bahwa ada masanya ia akan melepaskan jabatan itu dan kembali menjadi rakyat biasa. Saat berada di puncak kekuasaan ia tetap berkibar, melaksanakan amanah rakyatnya dalam kondisi apapun, ia tetap berdiri tegar. Menerima kritik dengan lapang dada dan prasangka baik untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat dan cita-cita bangsanya.

Saat menjadi seorang pemimpin, jangan menjadi pemimpin yang otoriter, pengecut, culas dan korup. Jika tidak ingin harga diri dan kehormatannya diinjak-injak layaknya seperti bendera sebuah negara penjajah. Diturunkan, dikoyak, diinjak-injak dan dibakar hingga jadi abu.

Selamat memilih pemimpin yang amanah di Pemilu 2009

4 Tanggapan

  1. bendera juga punya makna ideologis..tidak hanya sekedar pembeda negara..menghormati bendera yang tak punya makna sama dengan mengokohkan ideologi tersebut..hanya ada satu bendera yang berhak dihormati yaitu Al-Liwa’ sang bendera Rasul yang berwarna putih..dan ditengahnya bertuliskan syahadat…

    terima kasih tambahan ilmunya bro…

  2. tapi ketika ada seseorang yang berpengaruh meninggal,maka ada ritual bendera setengah tiang(biasanya presiden,Raja).berarti orang yang sudah meninggal lebih tinggi derajatnya ketimbang bendera itu sendiri,apalagi yang meninngal adalan pemimpin negara..

    namun setahu saya Arab saudi tidak menerapkan konsep seperti itu,saat sang Raja meninngal tidak ada penurunan bendera setengah tiang.karena menurut mereka derajat sang bendera tidak boleh turun walaupun yang meninggal adalah sang Raja

    Wah jadi seru, makin banyak yang dishare dari sebuah bendera.
    tadinya cuma ingin menganalogikan sebuah bendera dengan seorang pemimpin. Terima kasih bro Arif

  3. Dhe diberi Award,
    Tyuss Dhe teruskan ke dirimu, diambil yah^^

    pliz…^^ sebagai bukti awal persahabatan kita^^

    Trimss Before..^^
    smuanya yah Awardnya diambil ^_^

    Terima kasih Dhe, tapi award apa sih, koq gak ngerti ya????

  4. Kedaulatan satu negara ada pada benderanya…
    Membakar bendera berarti merendahkan eksistensinya…

    Bener Bro, saya menganalogikan bendera yang dibakar dan diinjak-injak itu seperti seorang pemimpin yang berbuat amoral dan melakukan KKN, harga dirinya sudah terinjak-injak. Begitu kira-kira

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: