Persahabatan bagai Kedondong

kedondongTau kedondong…

Buahnya sedikit lonjong, warnanya hijau bekurap. Kalau sudah masak biasanya warna kedondong berubah jadi kekuning-kuningan. Buahnya juga biasanya bergerombol. Dalam satu tangkai bisa terdapat dua hingga lebih buahnya yang bergelayutan. Biasanya buah dondong dijadiin manisan, temen rujak, atau dicolek pake garam juga cukup enak.

lalu apa hubungan dondong dengan persahabatan? Begini kisahnya…

Aku punya teman. Cewek. Namanya H. Menurutku orangnya cakep, kata teman-teman juga begitu. Apalagi mamak dan bapaknya. Pernah sempat kepincut ma dia, dan mencoba menggodanya. Tapi ahh… sia-sia.

Kebetulan dirumahnya ada pohon kedondong yang lagi musim berbuah. Jangan tanya jumlahnya. Tak ada orang yang sanggup menghitung berapa banyak buahnya. Apalagi menghitungnya dari bawah. Sudah jauh gak kelihatan semua. Leher juga jadi sakit.

Sewaktu ada undangan rapat. Kuundanglah si H untuk hadir, karena kebaikan hatinya ia menawarkan dondong untuk dibawa. Langsung  saja aku iyakan. Kebetulan i like dondong and the girl… Woiii parah!!!

Singkat cerita. Dia hadir dengan seplastik dondong. Yang lebih membuat surprise, dia hadir dengan mengenakan rok panjang. Kelihatan sekali femininnya. Benar-benar tampil beda dan sopan. Hingga keluar kata-kata pujian dari mulutku untuknya. Tapi dia balas dengan teriakan “Halah”.

Akupun menikmati dondong itu dengan teman-teman yang lain. Selain besar-besar rasa dondongnya juga manis. Cara makannya pun beda. Tidak menggunakan pisau tapi dengan cara dilempar ke dinding. Ketika buah dondong dilempar ke dinding dengan separuh tenaga maka dondong akan remuk dan pecah. Dari pecahan itulah aku menggerogoti dagingnya. Cuma aku sih yang melakukan ritual seperti itu.

Rapat berakhir. Dia pun pulang bersama teman-temannya. Tapi aku tak sempat melihatnya karena punya kesibukan yang lain. Untuk menghargai kebaikannya aku pun mengucapkan terima kasih lewat sms. Bunyinya begini:

H… Don2g’a manis lho… Terima kasih ya…

Pesan terkirim. Aku yakin, tidak sampai satu menit pasti sudah dibalas. Karena biasanya nih cewek suka banget sms-an, udah tu sering miscall lagi.

Tapi tebakanku meleset. Satu menit, satu jam, satu hari telah berlalu. Smsku tak juga menerima balasan. “Kenapa ya… Aneh.” Pikirku. Apa tidak ada pulsa? atau baterainya low? atau…

Keesokan harinya muncullah temannya mengejekku.

“Hayo… siapa tuh semalam yang sms. Dandanannya manis lho… Hayo, siapa tuh..?”

Aku heran bercampur bingung. Apa maksud si K mengucapkan itu ke arahku. Berulang-ulang lagi. Bikin malu saja. Supaya persoalan tidak berkepanjangan. Langsung aja kuinterogasi si K. Tapi sungguh sulit meminta penjelasan, malah aku dituduh berpura-pura.

Akhirnya tanda tanya menjadi tanda seru. What!!!

“Ia… Aku kan disampingnya jadi tau sms itu. Kami semua tertawa karena rayuanmu itu. Kayaknya dia gak senang sih baca sms itu”

Ah… kaco kali pun. Sama sekali tak kuduga kalau kejadiannya seperti ini. Siapalah ini yang bodoh. Aku segera mengklarifikasi berita itu. Karena aku yakin isi smsnya tidak seperti itu. Langsung kusodorkan item terkirim di hape ke hadapan si K.

“Nih kalo gak percaya. Baca baik-baik”

Si K cuma tersenyum. Jadi kenapa dia tidak membalas smsku pasti karena dia salah menanggapi isi sms itu, kata don2g’a pasti dia pikir dan2’a. Padahal maksudku don2g’a itu adalah dondongnya bukan dandannya. Itulah kenapa si K tadi mengatakan “Hayo… siapa tuh semalam yang sms. Dandanannya manis lho… Hayo, siapa tuh..?”

Semua sudah jelas. Si H kurang cermat membaca sms, gara-gara singkatan yang kubuat itu. Untuk menghibur diri. Kunyanyikan sebuah lagu dengan irama lagu Kepompongnya Sindentoscha.

Persahabatan bagai kedondong
Berubah ulat menjadi ulat bulu
Iklan

8 Tanggapan

  1. enak dong buah kedondong….
    asal tidak gondrong 😀

    apanya yang gondrong aulia…

  2. Parah … hehehe.

  3. hahaha,,
    kedondong,,,

    kenapa bro, kedondong

  4. Buah kedondong dkupas terong,nulis kedon2g kena berondong..haha

    Buah dondong dikupas terong, koq tau ya dianya berondong…

  5. Horas…hehehhe

    kedondong…hati2 nyangkut hehhehe

    salam

    http://wongdeso.blogdetik.com/

    Horas bah… habis beras makan gabah

  6. “Akupun menikmati dondong itu dengan teman-teman yang lain. Selain besar-besar rasa dondongnya juga manis…..”
    Tapi kayaknya besar kecil nya bukan situ letak beda rasanya,,,,,,, kalau memang si H yang bawa semuanya jadi manis ,,,,, ya ken…….???? wkkwkwkakwkakwkak

    Hehe… tau aja si Bro…

  7. saya suka tu buahnya….

    suka apa nih aulia, jangan-jangan suka buat ngelempar…:-)

  8. nice post nya gan

    gag.buzz/150076/bolanya-kemana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: