Dicari Pemimpin Teladan dan Tidak Pake Duit (?)

Ahmadinejad tidur di lantai

Ahmadinejad tidur di lantai

Pemilihan umum sudah diambang pintu, para caleg sampai capres sibuk bergerilya membangun jaringan dan promosi dari kota sampai ke pelosok desa. Tidak terhitung berapa dana yang dikeluarkan untuk biaya operasionalnya dalam rangka mendulang suara sebanyak-banyaknya. Mulai dari bikin spanduk, poster, billboard, kaos, iklan di media cetak dan televisi sampai membagi-bagikan uang atau barang.

Kadang (saya) bosan menonton televisi yang selalu dipenuhi iklan-iklan partai politik, menjual janji, menjual tampang, dan jualan-jualan lainnya dengan dalih mensejahterakan rakyat… kita tunggu saja kalau mereka terpilih. Apakah sesuai dengan perkataan dengan perbuatan. Kalau tidak, munafik donk…

Tapi begitulah, jika ingin menjadi pemimpin dibutuhkan modal besar, mulai dari tingkat kepala desa sampai presiden di Indonesia ini mahal. Harus kaya dulu baru berani maju mencalonkan diri. Apakah di Indonesia ini ada caleg atau capres yang berani maju tanpa dana? Apakah di Indonesia ini ada caleg atau capres yang miskin?

Barangkali kita dan para calon pemimpin negeri ini bisa belajar kepada Ahmadinejad. Presiden Iran yang dikenal karena kesederhanaannya ini benar-benar berjuang dari nol dan ia dikenal sebagai calon yang miskin dan tidak punya modal.

Pada masa kampanye menjelang pemilu, di seputar kota Teheran nyaris tidak ditemukan poster bergambar Ahmadinejad. Dalam jajak pendapat pada awal kampanye, Ahmadinejad malah berada di posisi buntut dari delapan capres yang bersaing. Di bawah lawan-lawan politiknya seperti Ali Akbar Hashemi Rafsanjani (Mantan Presiden Iran 1989-1997), Ali Larijani, Mehdi Karrubi, Mohammed Bhager Galibaf, Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai dan Mostafa Min yang tentu saja unggul dengan popularitas dengan media kampanye dan uang yang melimpah namun Ahmadinejad tetap percaya diri.

Alih-alih tanpa modal uang dan iklan, ia malah mendapat dukungan dari kalangan kampus, para pemuda, generasi kedua kaum revolusioner, kaum pembangun yang menguasai parlemen Iran dan penduduk miskin yang selama ini terpinggirkan di Iran.

Akhirnya suara rakyat mengantarkannya ke kursi presiden. Ia mengantongi 61% suara mengalahkan Rafsanjani yang hanya mendapatkan 35% suara.

Itulah kemenangan yang bagi banyak orang adalah keajaiban. Ahmadinejad membuktikan bahwa money can’t buy anything, seperti cinta dan simpati tidak bisa dibeli dengan uang, dan Ahmadinejad telah mendapatkan cinta dan simpati dari rakyat Iran. Tidak demikian dengan kandidat lainnya.

Ia adalah orang yang sederhana dan berasal dari keluarga miskin. Sejak kecil hingga menjadi presiden sikap dan gaya hidupnya tidak pernah berubah. Menggunakan pakaian buatan dalam negeri, tidak gila kehormatan, berani, tegas, hidup sederhana dan pernah saat menjabat sebagai Walikota Teheran ia juga menjadi petugas kebersihan karena tidak tahan menyaksikan lingkungan yang kotor. Jadi tidak heran kalau rakyat Iran bersimpati padanya.

Ahmadinejad tidur tanpa kasur
Ahmadinejad tidur tanpa kasur

Banyak sekali teladan yang bisa dicontoh dari presiden yang suka ngeblog ini.

Lalu pertanyaannya… Adakah (calon) pemimpin seperti ini di negeri kita? Sugguh pertanyaan yang tidak mudah menjawabnya. Karena kita selalu dijejali berita korupsi, kolusi, nepotisme, pelecehan seksual, penipuan dan seabrek tingkah buruk lainnya yang sayangnya dilakukan oleh orang-orang yang mengurus negeri ini. Sehingga mata kita tidak mampu lagi mencari sosok yang amanah, soleh, berani, sederhana, jujur… atau rakyat yang sudah apatis…

Menjadi pemimpin tanpa duit, mungkinkah? Mungkin saja, tapi tidak di Indonesia…

beberapa dikutip dari buku Sayyid Maulana Khan “Ahmadinejad The Lion from Aradan”

7 Tanggapan

  1. salam dari bandung

    Iklan politik sontoloyo

    Di sudut kota bertebaran baliho para calon anggoto legislatif, ada yang tersenyum manis seperti koruptor menunggu vonis , ada yang bergaya orator dengan latar belakang gambar sukarno menuding, dan ada juga yang berlatar gambar monyet (mungkin ingin memberi pesan manusia lebih kuasa dari monyet walau monyet dan manusia saudara sepupu menurut teori darwin).

    Ada yang berfose beramai-ramai seperti mahasiswa yang baru di wisuda , ini barangkali calon legislatif bermodal cekak (maaf bukan menghina, Cuma dugaan)

    Wahai para penyembah kekuasan…. Kami tidak butuh kau jajakan wajahmu, seperti banci di taman lawang yang membuat gemas para kantip untuk merazia

    http://esaifoto.wordpress.com

    macam2 mereka lakukan untuk menarik simpati rakyat. Kalo gak kenal dan wajahnya mencurigakan gak usah dipilih aja

  2. buat bikin poster segede gaban ga sayang kluar duitnya, buat nyumbang ke yg ga mampu malah pada sayang kluar duitnya

    Betul…betul…betul…

  3. Ahmadinejad adl pengecualian dr berbagai teori…
    Hidup ini pasti pnya kecuali…

    dan kecuali jarang diperhatikan

  4. Salam dari bandung

    bagai mana kalau beliau yang ada di foto artikel anda, di undang ke indonesia, untuk mentrening para pemujah kekuasan agar mereka sadar jabatan itu amanah bukan untuk menambah harta

    Nasib pahit jadi perempuan indonesia
    Hari perempuan di peringati tiap tahun, dari tahun ketahun banyak perempuan bunuh diri karena di miskin secara struktural, janji-janji partai politik 30 % di parlemen hanya tinggal kenangan tapi yang di pekerjakaan di lembah hitam lebih banyak, selebihnya nekat jadi TKI yang beruntung di beri gelar pahlawan defisa tapi yang gagal pulang jadi bangkai, penguasa hanya bisa bilang lagi di usut.

    Yang nasibnya agak beruntung adalah perempuan jadi-jadian, yang biasa di sebut banci mereka laris manis di TV berperan jadi badut, yang beruntung jadi perancang busana, yang sial mangkal di taman lawang yang lebih sial jadi pengamen di lampu merah.

    http://esaifoto.wordpress.com

    Bagus juga tuh usulnya, siapa ya kira-kira yang mau jadi EOnya

  5. daku ne fans nya Ahmadinnejad lho^^

    sama dunk, aku juga ngefans sama beliau

  6. aku bangga karena ahmadinejad juga pengagum soekarno…tentang marhaenismenya dan pengembangan roket peluncuran satelit oleh LAPAN bersama ITB tahun 1963…

    thanks ya infonya

  7. yang lebih keren lagi, kalau ada orang kaya dan ngegunakan uangnya untuk berjuang buat rakyat.

    memang agak susah sih. saya punya quote dari seseorang pernah menjabat di dinas provinsi. kira2 begini bunyinya:

    “kalau kamu punya uang milyaran dan untuk menjadi seorang pejabat penting dipemerintahan kamu harus keluar uang 1-2 milyar, ga ada salahnya untuk gunakan uang kamu. anggap aja itu sedekah. karena kalau ga ambil kesempatan, takutnya malah orang yang salah yang akan menempati posisi itu.”

    setiap ketidakjujuran akan menutupi niat yang baik alma, begitu menurutku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: