Disatukan karena Sakit

S A K I T …

Tak ada seorangpun yang menginginkannya. Sakit menjadi sesuatu yang sangat ditakuti, dijauhi dan paling tidak diinginkan oleh semua orang. Kalau ada orang yang pengen sakit. Pasti dia lagi ‘sakit’.

Namun, sakit tidak pernah kita tau kapan datangnya. Ia tiba-tiba datang dan membuat kita lemah tak berdaya. Mengacaukan pikiran. Menghabiskan uang. Membuat sanak famili khawatir. Bahkan sampai membawa tamu yang lain. Maut…

Sakit

Sakit

Itulah kenapa menjaga kesehatan itu penting. Lebih penting dari menjaga harta kekayaan. Apalah arti harta benda jika jiwa dan raga kita sakit. Tiada kenikmatan yang bisa direguk.

***

Ternyata dibalik semua itu ada hikmah yang terasa. Benarlah kata ahli hikmah, Bahwa segala yang ada di dunia ini tidak ada yang tercipta sia-sia. Dan ini kurasakan sendiri dari peristiwa kemarin.

Di kantor, kehidupan interpersonal mengalami pasang surut. Yang namanya berantem itu biasa. Sama halnya saat kita pernah tinggal dalam satu rumah bersama keluarga, atau di kos, di asrama, di kelompok. Kita tidak akan pernah sunyi dengan kegaduhan, pertengkaran, berantem, bahkan betah nggak ngomong walau tidurnya seranjang.

Begitulah di kantor. Ego kadang lebih mendominasi sehingga mengalah dianggap kekalahan. Gara-gara masalah sepele, salah paham, muncullah sakit hati, benci sampai berujung dendam. Sama-sama merasa benar, sama-sama tidak mau mengalah, sama-sama keras kepala dan sama-sama tidak berjiwa besar.

Lalu apa hubungannya dengan sakit.

Begitu salah satu dari kami ada yang sakit. Hingga harus dirawat berhari-hari di rumah sakit. Apalagi sakitnya gawat, harus dioperasi. Kamu tau apa yang terjadi?

Perilaku yang tadinya negatif berubah 180°. Yang tadinya menjadi musuh, berubah menjadi teman yang setia. Menjaga sepenuh hati, menyayangi segenap jiwa. Tahan beratus menit menunggu jalannya operasi. Rela menghabiskan waktu di RS untuk terus memantau perkembangan kesembuhannya. Merawatnya dengan penuh kasih, mulai dari melap keringatnya yang keluar karena menahan kesakitan hingga membersihkan kotorannya.

Terkadang kita merasa sesuatu itu berharga ketika kita sudah kehilangannya. Saat selalu bersama, kita tidak pernah merenungkan eksistensinya.

SAKIT telah memberikan pelajaran berharga. Janganlah SAKIT yang mengingatkan kita untuk terus saling menyayangi. Bekerja dalam satu atap menjadikan kita keluarga besar. Apa dan bagaimana pun kondisinya. Kita tetap saling berbagi simpati dan empati. I love my friends… Cepat sembuh ya

2 Tanggapan

  1. semoga cepat sembuh
    semoga pas kawannya sembuh, sikap yg negatif gak balik lagi

    @
    Terima kasih bro, harapannya sih gitu

  2. Berbahagialah orang-orang yang sekali-kali sakit,berarti Tuhan masih peduli padanya

    dengan sakitnya kita
    -semua keluarga,sahabat dan handai tolan menjenguk kita, -semua makanan dan minuman enak bisa kita makan,karena permintaan orang sakit selalu dipenuhi
    -disini kita mendapat masa isirahan terpanjang selama hidup kita

    saya kadang2 kesal juga pada diri saya yang susah banget sakit…tapi ya alhamdulillah juga Than selalu memberi kesehatan pada saya

    @
    Bang kelana memang harus sehat terus, kan orang penting…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: