Keluarga di Gaza Makan Rumput saat Israel Menutup Perbatasan

palestine-victim2009 telah memasuki kehidupan seluruh umat manusia. Banyak orang berpesta merayakan tahun baru, berhura-hura, meniup terompet dan meledakkan kembang api.

Di tempat lain. Saudara kita di Palestina menangguk duka. Menangisi tubuh anggota keluarganya yang terpotong-potong akibat dentuman bom-bom zionis Israel. Genangan darah membasahi buminya para nabi. Jerit tangis anak yang tiba-tiba menjadi yatim piatu kalah oleh tiupan terompet tahun baru. Ledakan ratusan bom yang dijatuhkan dari pesawat zionis redup oleh rentetan roket tahun baru. Apakah saat ini kamu masih tersenyum menikmati episode tahun baru…

Betapa tak terperi penderitaan yang dialami rakyat Palestina, di kota Gaza yang tiba-tiba menjadi lautan api. Banyak keluarga menjadi pengungsi di tanahnya sendiri, mereka kehabisan stok makanan, sementara bantuan makanan dan obat-obatan tak mereka dapatkan.

Dari Times Online memberitakan banyak keluarga di Gaza memakan rumput untuk menahan lapar mereka di perbatasan yang dikuasai Israel.

“Dua minggu lalu, untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, kami kehabisan makanan.” Katanya. “Kami biasanya mendapatkan 70-80 truk perhari. Sekarang hanya mendapatkan 15 truk perhari dan hanya pada saat perbatasan dibuka. Kami hidup pas-pasan.” Mungkin Abu Amra dan keluarganya harus makan rumput liar hingga masa depan yang belum dapat diramalkan.

Marie Colvin

Times Online

Sebuah konvoi biru putih PBB yang sarat dengan makanan menunggu malam terakhir Israel untuk izin masuk ke Gaza, Abu Amra Zindiya dan anak perempuannya yang berusia 12 tahun pergi mengais rumput liar untuk keluarga mereka yang masih hidup.

“Kami telah makan hari ini – khobbeizeh.” kata Abu Amra, 43, sambil menunjukkan daun dari tanaman yang tumbuh di sepanjang jalan di Gaza. “Setiap pagi saya bangun, lalu mencari kayu dan plastik untuk membuat bahan bakar sambil mengemis. Ketika kami tidak menemukan apa-apa. Kami makan rumput ini.”

Abu Amra dan suaminya memiliki 7 anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Rumah kecil mereka tak memiliki perlengkapan lagi karena terbakar.

Israel telah menyerang Gaza dengan sporadis. Pekan lalu, keluarga di Gaza hanya menikmati listrik 6 jam selama sehari. Untuk memasak makanan, mereka harus menggunakan gas yang hanya bisa didapatkan melalui terowongan ilegal menuju Mesir. Harganya pun melonjak dari 80 shekel perkaleng kecil menjadi 380 shekel.

Kesadisan Israel telah memyebabkan penderitaan yang berkepanjangan bagi rakyat Palestina. Anak-anak tak berdosa yang tak mengerti apa-apa menjadi korban kebiadaban zionis. Pemuda-pemuda yang gagah telah menjadi syuhada. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka…

7 Tanggapan

  1. uuuhhhh…. pic na serem mas…
    kasian… dpt di mn tuh fto na?

  2. iyah sama2…
    ne dah kepleset bolak-balik mas…hehe

    tp bnrn de, pic na nyeremin… itu daging y yang merah2?

  3. ya trimakasih ja buat tawarannya mas…
    masih banyak yang harus Q lakuin hehe…

  4. 9ilaaaaaaa

    v saluudt lagh buadt k.tabahannyakhh

    cmugha allah mmbrii klean tiket msupp surggaaa

    aminn
    [ tard qta ttanggaand iagh]

  5. yha allah kuatkanlah rakyat palestina dari sgala cobaan na.dekatlah dia di samping mu yha allah.

  6. semoga mereka diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaannya…

  7. masyaalllah, ngeri liat foto korbannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: