Hindari Razia Busana, 2 Wanita Muslim Mengaku Nonmuslim

jilbabBerita mengejutkan datang dari bumi Teuku Umar, Meulaboh. Dua orang wanita muslimah menggadaikan keimanannya hanya karena ingin meloloskan diri dari razia yang digelar tim gabungan dari Wilayatul Hisbah (WH), anggota POM, polisi dan prajurit TNI pada rabu (17/12). Sungguh terlalu… krisis iman semakin menjamur di propinsi yang menegakkan syariat Islam ini.

Harian Serambi edisi 19 Desember 2008

MEULABOH – Berbagai upaya dilakukan para pelanggar agar tidak terjerat atau dipersalahkan ketika razia busana muslimah digelar. Tapi yang dilakukan dua wanita asal Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, pada Rabu (17/12) lalu sangat unik sekaligus menggemaskan. Meski muslim (muslimah), keduanya mengaku sebagai nonmuslim dengan harapan bisa terbebas dari razia.

Peristiwa itu terjadi saat tim gabungan yang terdiri atas petugas Wilayatul Hisbah (WH), anggota Polisi Militer (POM), polisi, dan prajurit TNI melakukan razia busana muslimah dalam upaya penegakan syariat dan syiar Islam di Aceh.

Di antara perempuan naik sepeda motor yang distop untuk ditanyai petugas dalam razia di Jalan Manekroo, Meulaboh, itu terdapat dua wanita berkulit hitam manis yang mengaku sebagai warga Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Keduanya juga mengaku bukan pemeluk Islam alias nonmuslim.

Tapi itu ternyata sekadar siasat agar bisa berkelit dari petugas yang sedang merazia. Dalam aturan hukum syariat di Aceh (Pasal 21 Qanun Nomor 11 Tahun 2001), kewajiban mengenakan busana muslimah hanya dibebankan kepada wanita muslim. Wanita beragama selain Islam, hanya diminta berpakaian sopan dan menghargai pemberlakuan syariat Islam secara kaffah di Bumi Serambi Mekkah ini.

Bahwa kedua wanita itu berbohong tentang agamanya saat dirazia, ketahuan oleh seorang petugas razia yang kebetulan mengenali satu di antaranya. Petugas tersebut bahkan tahu bahwa si perempuan itu bekerja pada sebuah salon di Meulaboh.

Merasa dikibuli, petugas razia langsung meminta kartu tanda penduduk (KTP) keduanya. Pada saat itulah kedua perempuan yang berbaju ketat dan tipis itu buru-buru meralat pengakuannya. “Agama kami sebetulnya Islam,” ujar mereka serempak, sebagaimana ditirukan petugas razia yang memeriksanya.

Menurut Komandan Operasi (Dan Ops) Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Barat, T Abdurrazak SPdI, kepada Serambi, dari beberapa kali razia pakaian ketat dilakukan di kabupaten itu, baru kali ini ada wanita muslim yang mengaku sebagai nonmuslim. Diperkirakan, mereka melakukan itu karena takut terkena sanksi atau diproses oleh petugas WH lantaran melanggar Qanun tentang Syariat Islam.

Tapi, T Abdurrazak sangat menyayangkan pengakuan kedua perempuan tersebut. Ia menilai, keduanya sudah melecehkan agamanya sendiri dengan mengaku sebagai nonmuslim. “Jangan kira, perbuatan seperti itu tidak berdosa,” tukas T Abdurrazak seraya menganjurkan kedua perempuan itu bertobat.

Sejauh ini, kata Abdurrazak, pihak WH hanya memberikan arahan dan pembinaan kepada keduanya. Setelah pihak keluarganya mengantarkan busana muslim ke kantor WH setempat, barulah kedua perempuan yang plin-plan dalam beragama itu dilepaskan kembali.

Abdurrazak juga mengaku pihaknya terus mengintensifkan pelaksanaan razia busana muslimah serta penertiban lainnya di sejumlah sudut Kota Meulaboh untuk menjaring para pelanggar syariat Islam. “Jika kedapatan, maka akan diproses sesuai dengan qanun yang berlaku,” tukasnya.

Dalam razia yang dilancarkan itu, tim gabungan juga berhasil menjaring puluhan perempuan yang berpakaian ketat dan tak mengenakan jilbab. Bahkan ada dua perempuan berbusana ketat yang mengendarai sepeda motor nyaris menabrak petugas, karena berusaha kabur saat petugas meminta mereka berhenti. (di)


5 Tanggapan

  1. yahh.. tipis nya kesadaran sebagian muslimah kita bang..

    entah mau jadi apa negara ini.. =(

  2. naudzubillah… hanya karena takut di proses oleh hukum dan akan dikenakan sanksi mereka menggadaikan akidah nya ! wallahu’alam

    Begitulah kapasitas iman umat saat ini, semoga menjadi pelajaran buat kita semua

  3. dosa lohhh

    pdhl kand d.kyudungg magh ttagh beuratt

    Ya, jika rasa malu sudah hilang mau gimana lagi, malu kan sebagian dari iman

  4. inilah yang kita takutkan konsep syari’at islam yang kita terapkan diaceh bisa memurtadkan orang, klw sudah begini siapa yang bertanggung jawab?

  5. thx infonya sangat membantu
    GAMIS MURAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: