Ramadhan di Meulaboh

Welcome to Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan…

Bulan Ramadhan benar-benar bulan berkah tidak hanya bagi umat Islam, saat ramadhan tiba, banyak pintu rezeki dibukakan Allah SWT. Umat Islam berbondong-bondong pergi ke Mesjid melaksanakan Shalat lima waktu berjamaah ditambah shalat tarawih dan witir selepas isya, sekaligus mendapatkan siraman rohani. Benar-benar keberkahan ramadhan begitu terasa.

Ramadhan kali ini kunikmati di kampung orang, jika ramadhan tahun lalu aku di Banda Aceh, maka tahun ini aku berpuasa di Meulaboh, tahun depan belum tahu apakah tetap bergerilya atau tidak, (moga aja masih panjang umur). Pengennya sih merasakan ramadhan di luar negeri.

Ada beberapa hal menarik yang kulihat di Kota Meulaboh saat ramadhan tiba. Barangkali yang sempat kuamati diantaranya:

Pertama, sepanjang pagi hingga sore kita akan melihat deretan kedai makanan, warung kopi dan pedagang makanan keliling tidak beroperasi, semuanya tutup. Ini sesuai dengan instruksi Bupati Aceh Barat saat pidato di malam pertama tarawih, beliau menghimbau kepada seluruh pedagang makanan dan minuman untuk tidak berjualan sepanjang pagi hingga siang ramadhan, kecuali saat menjelang berbuka. Begitu juga pada malam hari, pedagang dihimbau untuk tidak bertransaksi hingga selepas shalat tarawih. Namun agaknya himbauan itu hanya sebatas didengar, pasalnya beberapa warung terutama warung kopi telah buka menjelang isya setelah melewati malam ramadhan kedua. Ada pula pedagang makanan berbuka yang sudah beroperasi mulai pukul 14.00 Wib

Kedua, sangat jarang mesjid-mesjid yang ada di Meulaboh menyediakan makanan berbuka puasa. Tidak seperti mesjid-mesjid yang ada di Medan misalnya. Teman saya yang telat pulang dari tugas lapangan mengeluh kesulitan mendapatkan makanan berbuka, apalagi saat itu kantongnya sedang cekak. Memang lebih mudah menemukan tukang sol sepatu ketimbang mencari makanan berbuka gratis. (lho…apa hubungannya)

Ketiga, Asmara subuh ternyata dikenal juga di Meulaboh, biasanya anak-anak ABG mangkal di Jembes (Jembatan Besi) setelah berkeliling kota Meulaboh. Tempat lainnya belum sempat di survey…(siapa yang tau, hayoo?)

Keempat, hujan terus menerus mengguyur Meulaboh memasuki bulan September ini. Terkadang pergi atau sepulang shalat dari mesjid pun harus lari pontang-panting di kejar hujan yang tiba-tiba tumpah dari langit. Selokan dipenuhi air, sampah dari selokan melimpah ke jalan. Ini kulihat di Jalan Garuda. Selain sampah, kulihat juga seekor ikan gabus sebesar pergelangan tanganku meluncuri selokan tersebut.

Mungkin masih banyak sesuatu-sesuatu yang bisa diekspose di Kota Meulaboh sepanjang ramadhan ini yang belum teramati olehku. Ada yang bisa bantu..?

Satu Tanggapan

  1. Untuk saat ini javascriptnya blog wordpress.com didisabled, jadi ktia ggak bisa masang widget yg mengandung javascript, seperti adsense, termasuk jg shoutmix. Klo salah mhn dikoreksi.

    Thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: