Polisi oh Polisi

Melayani, Mengayomi dan Melindungi Masyarakat, adalah semboyan kepolisian republik Indonesia. Semboyan yang sangat indah apalagi bila benar-benar terealisasi di masyarakat yang memang saat ini kondisinya serba tidak aman. Kepolisian inilah diharapkan bisa menjadi pahlawan penumpas kejahatan di nusantara.

Dimasyarakat, polisi terlanjur ditabal dengan gelar polisi korup dan polisi preman, tentu saja ini gelar buat polisi yang bertindak korup dan berprilaku preman. Sebenarnya ada banyak lagi istilah untuk polisi, seperti polisi ngompas, polisi tidur (maksudnya polisi yang jarang ikut apel pagi), dll yang identik dengan hal-hal berbau negatif. Padahal tidak semua polisi seperti itu (maksudnya masih banyak sebutan yang gak enak didengar). Aku yang punya saudara seorang polisi gak enak juga dengar istilah-istilah tersebut, tapi apa mau dikata. Harimau dikenal karena belangnya.

Prilaku satu oknum bukan prilaku lembaganya, makanya kita juga tidak boleh menutup mata atas prestasi pihak kepolisian misalnya dalam memecahkan kasus kriminalitas, bom bali, menindak pengendara yang melanggar lalu lintas dan tidak dilengkapi dengan SIM dan STNK serta kejahatan lainnya (lho… itukan memang tugasnya?).

Jadi teringat kisah kemarin, biasanya aku dan teman-teman kantorku sarapan pagi di kantor, namun pagi itu tak ada lagi nasi tersisa di rice cooker. Akhirnya kami memutuskan beli sarapan di warung nasi (ya iyalah…masa’ warung internet). Karena kendaraan tinggal sebiji, kami memutuskan untuk kambam tiga (satu sepeda motor dinaikin tiga manusia). ”Jay, gak pake helm?” Tanya Bang Soleh, salah seorang peserta kambam tiga. “Gak usahlah…wong juga kita tarik tiga, tetep aja salah. Jam 9 gini udah gak ada lagi polisi.” Inilah ciri-ciri manusia yang suka meremehkan sesuatu. Kayak iklan bilang, patuh kalo ada yang lihat.

Yamaha YT pun bergerak menuju kota dengan asap mengepul dan suara yang ringkih, petaka datang saat melewati Simpang Swadaya, simpang empat yang dibelah jalan Nasional Meulaboh, padahal lalu lintas di situ cukup padat, namun rambu yang ada hanya lampu kuning berkelap-kelip.

Ketika menunggu kesempatan untuk menyeberang, dari arah depan kendaraan kami langsung dipalang seorang polisi yang muda dan gagah. Dari atas kendaraan Suzuki Satria, ia berteriak lantang.

”Hei! Kemana kalian, udah gak pake helm, tarik tiga lagi, Balik… Balik!” Wah… gawat nih, masa’ udah separuh jalan disuruh balik. Aku tersenyum manis padanya. Kalo di Medan pasti kami udah diancam tilang dan diminta uang. Tapi polisi ini masih memberi kami kesempatan untuk pulang, mengambil helm dan mengurangi penumpang.

”Dekat kok Pak, cuma beli sarapan disitu.” Tanganku menunjuk warung nasi yang jaraknya lebih kurang 50 meter dari TKP.

”Balik kalian!” Ulangnya lagi. Bang Soleh dan Zaldy beranjak turun dari boncengan, dari wajah mereka kulihat ada perasaan berdosa. Mereka juga memintaku untuk balik. Tapi sebelum aku sempat membelokkan stang, si polisi langsung minggat. Nggak tau kenapa, apa dia (kami juga) malu menjadi pusat perhatian orang, atau tidak mau berdebat kusir denganku, atau udah merasa membuat kemacetan, kudengar suara klakson bersahutan dari depan dan belakang.

Setelah berpikir praktis apalagi kondisi perut yang udah kriuk-kriuk, aku memutuskan melanjutkan misi. Kusuruh Bang Soleh dan Zaldy menyusun formasi kembali. Kami pun melenggang tanpa helm dan STNK, memasang muka tebal dan ketawa-ketiwi.

Pak Polisi, dari peristiwa itu, kami mohon maaf dengan tulus, bahwa kami memang tidak bermaksud mencederai peraturan yang telah ditetapkan jauh sebelum kami dilahirkan, namun apalah daya, rasa bandel kami lebih besar dari sikap disiplin yang kami punya. Lain kali kami bermaksud tidak mengulang kejadian serupa. Iya… Suer ewer ewer.

Meulaboh, 30 Agustus 2008

Iklan

3 Tanggapan

  1. Udah jadi tradisi 🙂

  2. Aku takut sama polisi.. biarpun gak salah, tetep takut..
    kayak fobia polisi gitu T_T

    baca deh di sini: http://yeptirani.wordpress.com/2008/10/26/aku-gak-takut-sama-polisi/

  3. haaaa….haaaa….

    ada ada aja pengalaman abang ni lha… 😉

    lucu x awak rasa cerita abang ne..

    haaahaaa… =D =D =D =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: