Berobat Gratis di Desa Babah Lueng

Menuju ke Desa Kuala Tripa memang butuh kesabaran. Bukan hanya letaknya yang jauh, namun kondisi jalan yang dilalui layaknya berada di atas kapal yang diayun gelombang. Melewati jalan berkubang yang digenangi air rawa hingga selutut orang dewasa cukup membuat ketar-ketir membayangkan mobil mogok.

Siang, tepat matahari di atas ubun-ubun, awal Juli lalu. Rombongan divisi kesehatan Yayasan KKSP tiba di Desa Kuala Tripa. Rehat sejenak di rumah salah seorang warga yang juga menjadi tempat tingal sementara Erawati, salah seorang staf pendidikan KKSP. Desa Kuala Tripa merupakan tetangga Desa Babahlueng di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dengan bus kendaraan roda empat, perjalanan hanya membutuhkan 10 menit dari Kuala Tripa.

Misi yang diemban hari itu mengadakan pengobatan gratis untuk anak-anak Desa Babahlueng. Setelah berkordinasi dengan tokoh kunci setempat, termasuk kader kesehatan Desa Babahlueng, tim kesehatan KKSP menjadikan balai desa sebagai lokasi pengobatan. Berselang lima menit kemudian tim kesehatan disibukkan dengan kedatangan ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka untuk mengadukan penyakit yang diderita anaknya. Ada pula yang sekedar check-up.

Memang beberapa hari sebelumnya telah diumumkan KKSP akan mengadakan pengobatan gratis di desa ini, sehingga antusiasme warga begitu terlihat, baik yang ingin berobat maupun sekedar melihatp-lihat. Umumnya penyakit yang diderita anak-anak di Babahlueng adalah penyakit kulit, bisul, luka, serta sakit demam dan batuk.

Pengobatan merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang dilaksanakan KKSP, Namum program kesehatan ini tidak hanya memberikan pengobatan. Sesuai dengan visi dan misi yang diemban, KKSP juga melaksanakan pendidikan kesehatan yakni memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan, baik pribadi, lingkungan dan sebagainya.

Pendidikan kesehatan yang dilakukan lebih difokuskan kepada anak-anak. Dimulai dengan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta menjaga kebersihan lingkungan. Ketiga program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak akan pentingnya menjaga kesehatan dan memberikan pengetahuan kepada anak-anak dalam mencegah timbulnya bibit-bibit penyakit.

Mencegah lebih utama daripada mengobati. Itulah kenapa tim kesehatan selalu menekankan programnya pada pendidikan kesehatan.

“Dengan program pendidikan kesehatan dan pengobatan, diharapkan masyarakat mengetahui dan melakukan upaya mencegah timbulnya penyakit yang banyak berasal dari lingkungan sekitar,” ujar dr. Mustafa, slaah satu anggota tim kesehatan Yayasan KKSP.

Pengobatan gratis bagi anak-anak di Desa Babahlueng merupakan bagian usaha pemenuhan hak anak di bidang kesehatan. Hal menarik dari kegiatan tersebut ketika tim menanyakan identitas anak berupa umur, hampir seluruh orangtua yang membawa anak-anak mereka tidak tahu tanggal, bulan dan tahun lahir anaknya. Terkadang umur anaknya pun mereka lupa. Wah kok bisa ya?

Artikel ini dapat ditemukan di http://kksp.or.id/id/?pilih=lihat&id=147&topik=2

Iklan

Satu Tanggapan

  1. aih..aih..
    kubangan2 itu..
    bagai pelukan hangat dari Tripa

    Suatu saat nanti..
    kubangan itu akan berganti
    aspal hotmix nan mulus.

    kubangan itu tetap tersisa
    di sini
    di kenangan

    para pekerja KKSP

    hehehe…..

    *Nice blog Jaya*.
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: